KURSI kayu jati menjadi salah satu pilihan furnitur yang banyak disukai karena memiliki serat kayu yang indah, tampilan elegan, dan daya tahan yang baik. Kehadirannya dapat memberikan kesan hangat pada ruang tamu, ruang makan, hingga teras rumah. Meski dikenal kuat, kursi jati tetap membutuhkan perawatan agar tampilannya tidak kusam dan kondisinya terjaga.
Debu, tumpahan minuman, paparan sinar matahari, serta kelembapan udara dapat memengaruhi permukaan kayu seiring waktu. Kabar baiknya, perawatan kursi jati tidak harus rumit atau mahal. Dengan kebiasaan sederhana dan pemilihan bahan pembersih yang tepat, furnitur kesayangan bisa tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Biji Selasih Ini Manfaatnya untuk Pencernaan hingga Kesehatan Tubuh
5 Tips Merawat Kursi Kayu Jati agar Tetap Kokoh dan Awet Bertahun-tahun
1. Bersihkan Debu Secara Rutin
Debu yang menumpuk dapat membuat permukaan kursi terlihat kusam. Karena itu, bersihkan kursi kayu jati secara rutin menggunakan kain mikrofiber atau kain lembut yang kering. Usap perlahan mengikuti arah serat kayu agar debu terangkat tanpa menimbulkan goresan.
Untuk bagian yang sulit dijangkau, seperti ukiran atau sela-sela sandaran, gunakan kuas berbulu halus. Hindari spons kasar dan sikat berbulu keras karena dapat merusak lapisan pelindung kayu.
2. Segera Bersihkan Noda dan Tumpahan
Tumpahan air, kopi, teh, atau makanan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama menempel pada kursi. Segera serap cairan menggunakan kain bersih dan kering. Jika noda masih tersisa, gunakan kain yang sedikit dibasahi air dengan sabun lembut, kemudian lap kembali menggunakan kain kering.
Hindari membasahi permukaan kayu secara berlebihan. Air yang tertinggal pada sambungan atau celah kursi dapat memicu masalah kelembapan. Jangan menggunakan cairan pembersih berbahan keras tanpa memastikan kecocokannya dengan lapisan akhir furnitur.
3. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung
Meletakkan kursi jati di dekat jendela memang dapat mempercantik ruangan. Namun, paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama berpotensi membuat warna kayu memudar atau berubah tidak merata.
Sebaiknya tempatkan kursi di area yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik. Jika kursi berada di teras, gunakan atap atau pelindung yang sesuai. Untuk kursi luar ruangan, perhatikan pula perlindungan terhadap hujan agar kayu tidak terus-menerus lembap.
4. Gunakan Produk Perawatan yang Sesuai
Sesekali, kursi jati mungkin membutuhkan perawatan tambahan untuk mempertahankan tampilan permukaannya. Namun, pemilihan produk harus disesuaikan dengan jenis finishing, misalnya pernis, pelapis berbahan air, atau minyak khusus kayu.
Jangan langsung mengoleskan minyak jati atau cairan pengilap pada semua jenis kursi. Produk yang tidak sesuai justru dapat meninggalkan lapisan lengket, mengubah warna, atau mengganggu finishing. Uji produk terlebih dahulu pada bagian tersembunyi dan ikuti petunjuk produsennya.
5. Jaga Kelembapan dan Periksa Kondisi Kursi
Kelembapan yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur di permukaan kayu, terutama di ruangan yang pengap. Sebaliknya, perubahan kelembapan yang ekstrem dapat menyebabkan kayu mengembang atau menyusut.
Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan hindari menempelkan kursi terlalu rapat pada dinding yang lembap. Periksa juga sambungan, kaki, serta baut secara berkala. Jika kursi mulai goyah, segera perbaiki agar tetap aman digunakan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Merawat kursi kayu jati dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membersihkan debu, mengeringkan tumpahan, dan menempatkannya jauh dari paparan matahari langsung. Gunakan produk perawatan sesuai finishing dan jangan membiarkan kelembapan berlebihan merusak permukaan kayu. Dengan perawatan yang konsisten, kursi jati dapat mempertahankan keindahan dan fungsinya selama bertahun-tahun. [DW]





