ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Rabu, 03 Juni 2020 | 12 Syawwal 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SYARIAH

Cerita di Balik Puasa Hari Tarwiyah

08 August 2019 11:57:07
Cerita di Balik Puasa Hari Tarwiyah
Foto: HealthSite

oleh: Ustaz Abdullah Haidir

ChanelMuslim.com - Tanggal 8 Zulhijah, dikenal sebagai hari Tarwiyah. Dinamakan hari Tarwiyah التروية berasal dari kata روَّى يروِّي menghilangkan dahaga dengan meminum air. Zaman dahulu, di hari ini, para jamaah haji bersiap-siap berangkat ke Mina lalu ke Arafah, karena saat itu di Mina dan Arafah belum tersedia fasilitas pengadaan air seperti sekarang, maka jamaah haji menyimpan air di wadahnya masing-masing untuk bekal minum mereka nanti di Mina dan Arafah.

Bagi jamaah haji, ini adalah hari untuk memulai amalan-amalan haji yang sangat utama. Bagi yang melakukan haji Tamattu dan dia sudah berada di Mekah, maka di waktu Dhuha dia kembali memulai ihramnya untuk haji dengan didahului perkara-perkara sunahnya, seperti mandi, bersuci dan memakai wewangian di tubuhnya, lalu memakai pakaian ihram. Setelah itu, menyatakan niat untuk haji; Labbaikan hajjan. Kemudian disunahkan baginya ber-talbiah.

Adapun haji Qiran dan Ifrad, tetap sebagaimana adanya dalam keadaan ihram. Lalu di hari Tarwiyah ini, seluruh jamaah haji disunahkan ke Mina dan bermalam serta melaksanakan shalat lima waktu di sana pada waktunya masing-masing dengan cara qashar tanpa jamak. Ini memang hukumnya sunah. Karena itu, sebagian jamaah haji banyak yang langsung menuju Arafah.

Adapun bagi yang tidak berhaji, amalan yang berlaku adalah amalan yang sifatnya umum dengan memperbanyak amal saleh, dan yang sifatnya khusus yaitu memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid. Ini berlaku bukan hanya tanggal 8 Zulhijah, tapi sejak tanggal 1 Zulhijah.

Adapun puasa tarwiyah yang cukup dikenal di sebagian masyarakat, memang ada riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ ، وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ

Puasa hari Tarwiyah menghapus dosa setahun, puasa hari Arafah menghapus dosa dua tahun.

Hadits ini dikutip oleh As-Suyuthi dalam kitabnya Jami'ul Ahadits, no. 13723, dari Abu Syaikh dan Ibnu Najar dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma.

Hadits ini umumnya dinyatakan dha'if oleh para ulama. Syekh Nashirudin Al-Albany memasukkan hadits ini sebagai hadits dhaif dalam kitabnya Irwa'ul Ghalil, tapi dalam kitab Dhaif Al-Jami Ash-Shagir beliau nyatakan sebagai hadits maudhu' (palsu).

Namun dari segi pengamalan, orang yang berpuasa di hari Tarwiyah, tidak lantas dapat dikatakan sebagai perbuatan sia-sia atau bid'ah. Sebab hal ini dapat dikategorikan sebagai bagian dari amal saleh yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di sepuluh hari pertama Zulhijah. Di samping kalaupun hadits di atas adalah dhaif, maka sebagian ulama membolehkan mengamalkan hadits dhaif untuk fadha'ilul a'mal (motivasi melakukan amal tambahan untuk menambah pahala).

Wallahu a'lam.[ind]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
cerita di balik puasa hari tarwiyah
 
BERITA LAINNYA
 
 
SYARIAH
23 March 2019 12:33:23

Aturan Membuang Hajat Menghadap Kiblat

 
SYARIAH
20 September 2019 09:07:31

Status Sholat Jumat bagi Musafir

 
SYARIAH
29 April 2020 23:07:22

Doa Berbuka Puasa Menurut Fiqh Empat Madzhab

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284