• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Makna Tangis Istri (3)

21/04/2021
in Suami Istri, Unggulan
Makna Tangis Istri (3)

Ilustrasi, foto: Storyblocks

99
SHARES
763
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Istri menangis itu biasa. Masalahnya, sejauh mana suami memahami makna tangis itu.

Wanita memiliki kodrat yang berbeda dengan pria. Ia lembut dan perasa. Kelembutan dan perasa ini memang sesuai dengan tugas utamanya sebagai istri dan ibu. Istri sebagai pendamping, dan ibu sebagai pembimbing.

Sebagai pendamping, ia seumpama balancing pada sebuah roda. Meski terkesan kecil, fungsi itu begitu vital. Tanpa balancing, roda akan berputar liar.

Itulah mungkin yang dimaksud firman Allah subhanahu wa ta’ala sebagai litaskunu ilaiha, ketenangan atau keseimbangan. Sosok pria yang kuat dan bergerak cepat akan memiliki keseimbangan dan ketenangan dalam kekuatan dan kecepatannya.

Sebagai pembimbing, ia seperti rambu-rambu lalu lintas di tepian jalan. Terlihat diam, tapi sangat menentukan keselamatan gerak kendaraan. Di balik kesuksesan seorang anak, selalu ada sosok ibu yang gigih dalam kelembutannya.

Dua fungsi ini bergerak seiring sejalan. Di satu sisi ia sebagai pendamping untuk suaminya, dan di sisi lain ia sebagai pembimbing untuk anak-anaknya.

Namun, dua fungsi ini pula yang mampu menoreh luka kecil di hati seorang istri dan ibu. Karena kelembutan dan perasanya, luka kecil akan begitu terasa. Dan, inilah makna umum dari tangis seorang istri dan ibu.

Kepemilikan yang Berkurang

Suami istri memiliki rasa kepemilikan yang berbeda. Suami cenderung dengan kepemilikan paralel, sementara istri linier. Artinya, suami bisa menshare rasa kepemilikannya untuk beberapa pihak. Tapi, istri cenderung tidak.

Hal ini karena suami dirancang memiliki kecenderungan untuk memberi. Sementara istri sebaliknya, sebagai pihak yang menerima.

Suami bisa membagi kepemilikannya untuk istri, anak-anak, dan juga orang tua. Atau, pihak lain yang menjadi tanggung jawab suami seperti kakak, adik, atau kerabat suami. Tapi, istri cenderung tidak.

Bukan berarti menunjukkan bahwa wanita cenderung pelit atau bodoh. Sama sekali tidak. Hal ini lebih karena ruang tanggung jawab pria yang umumnya lebih besar dari wanita. Karena itulah, suami disebutkan syariat sebagai kepala keluarga. Bukan istri.

Dalam waktu yang sama, suami bisa menjadi kepala keluarga, penanggung jawab keluarga besarnya, pejabat ini dan itu, bahkan bisa menjadi kepala negara. Sementara wanita tidak dianjurkan syariat untuk memiliki tanggung jawab seperti itu.

Boleh jadi, hal itu pula yang menjadikan pria memiliki jatah dua kali hak wanita dalam hukum waris. Bukan karena merendahkan martabat wanita, tapi karena tanggung jawab tadi.

Begitu pun dalam urusan membagi cinta. Khususnya cinta suami istri. Suami bisa berbagi cinta walaupun sulit sama besarnya. Tapi istri tidak mungkin. Istri hanya mampu memiliki satu cinta, yaitu suaminya. Walaupun hanya mampu satu, cinta istri kepada suami cenderung lebih kokoh daripada suami kepada istri.

Inilah yang secara alami menjadikan istri hanya ingin sebagai istri satu-satunya. Tidak boleh ada wanita lain yang menjadi saingannya, meski beristri lebih dari satu dibenarkan syariat.

Hal ini baiknya tidak dimaknai istri membangkang syariat. Atau, mengharamkan apa yang Allah halalkan dari poligami. Tapi lebih karena kecenderungan dan sifat alami tadi. Dan itu wajar-wajar saja. Wanita mulia di masa Nabi dan yang di sekitar ulama pun memiliki kecenderungan ini.

Jika akhirnya terjadi gap antara keinginan suami dengan sifat alami istri, tangis pun tak bisa dihindari. Poligami akan dimaknai sebagai pengurangan kepemilikan istri dari suami. Padahal, itulah satu-satunya sumber cinta yang ia miliki. Tidak mungkin dari lelaki lain.

Tidak heran jika ada istri yang lebih memilih tidak menerima cinta dari siapa pun daripada mengalami pengurangan cinta dari suami. Artinya, ia lebih memilih pisah daripada berbagi.

Makna tangis ini baiknya dipahami suami dan disikapi dengan bijak. Jangan disalahartikan sebagai pembangkangan dan perlawanan. Tangis tentang ini hanya menyuarakan isi hatinya yang paling dalam. Sebagai ungkapan pengorbanannya selama ini. Tentang keridhaannya menerima apa pun dari suami.

Dari sekian makna tangis istri, boleh jadi, inilah makna yang paling berat. Sedemikian beratnya, ia rela kehilangan apa saja yang selama ini ia terima.

Pilihan suami untuk poligami baiknya didasarkan saling ridha dan rasa saling percaya yang harus terlebih dahulu dibangun sejak awal. [Mh]

 

Tags: Makna Tangis Seorang Istrisakinah mawaddah wa rahmah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ini yang Harus Kalian Hindari Saat Acara Bukber

Next Post

Gojek dan Tokopedia Merger Menjadi GoTo

Next Post
Gojek dan Tokopedia Merger Menjadi GoTo

Gojek dan Tokopedia Merger Menjadi GoTo

allah sebaik

Allah Sebaik-Baik Penjaga

Inilah Manfaat Kurma Bagi Ibu Hamil

Inilah Manfaat Kurma Bagi Ibu Hamil

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    495 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3436 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4098 shares
    Share 1639 Tweet 1025
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7903 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6706 shares
    Share 2682 Tweet 1677
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5269 shares
    Share 2108 Tweet 1317
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga