• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 6 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Pendidikan di Jepang Membuat Orang Bingung

01/07/2024
in Parenting, Unggulan
Pendidikan di Jepang Membuat Orang Bingung

(ilustrasi: pixabay)

82
SHARES
634
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PENDIDIKAN di Jepang membuat orang bingung? Ketua Hikari Parenting School Hifizah Nur, S.PSi., M.Ed. menceritakan pengalamannya ketika menuntut ilmu di Jepang.

Masjid Hamamatsu, Sabtu siang. Sepi. Hanya saya, Aliyah san dan tiga orang anaknya yang lincah dan lucu-lucu, yang memecahkan keheningan masjid dengan candaan kami.

Saya dan Aliyah san bertemu secara rutin sebulan sekali untuk belajar al-qur’an dan berdiskusi tentang Islam.

Aliyah san seorang muslimah Jepang yang merasa tenang setelah memeluk Islam dan berkeluarga dengan orang Indonesia.

“Aliyah san, menurut kamu sistem pendidikan di Jepang bagaimana sih?” tanya saya.

Saya memang sangat tertarik dengan sistem pendidikan di sini. Pendidikan dasarnya sangat bagus untuk membentuk perilaku anak menjadi disiplin, suka bekerja keras dan mandiri.

Aliyah san sudah cukup lama mengenal saya, dan akhir-akhir ini kami menjadi akrab karena sering mengaji bareng di Masjid Hamamatsu.

Ia tahu ketertarikan saya untuk mendalami bidang pendidikan suatu saat nanti.

“Sistem pendidikan Jepang sudah jauh berbeda dari waktu saya bersekolah dulu,” tuturnya sambil sibuk memakaikan kaus kaki dan membereskan bekal makan siang kami.

“Dulu, ajaran semua harus sama, tidak boleh ada yang menonjol, diberlakukan dengan sangat ketat, namun sekarang agak lebih longgar. Mungkin karena sudah banyak orang asing yang datang ke Jepang,” katanya.

Semua perlengkapan makan sudah selesai dibereskan, ia kembali duduk di hadapan saya.

“Selain itu, menurut saya sistem pendidikan di Jepang banyak membuat orang bingung. Pendidikan sudah menjadi seperti pola yang wajib diikuti. Misalnya SD, SMP, SMA lalu kuliah. Setelah itu bekerja,” lanjutnya.

“Tapi tujuannya sendiri tidak jelas. Banyak orang yang bingung, sebenarnya untuk apa kita hidup di dunia,” Aliyah san terdiam sejenak.

”Setelah masuk Islam, saya baru memahami misi hidup saya,” ujarnya.

Sayang sekali, saat itu kami tidak bisa berbincang lebih jauh, karena hari sudah menjelang petang dan kami harus segera pulang ke rumah.

Baca Juga: Kurikulum Pendidikan yang Sempurna

Pendidikan di Jepang Membuat Orang Bingung

Entah mengapa percakapan itu masih terus membekas dalam ingatan saya sampai saat ini.

Seingat saya bukan hanya di Jepang, di Indonesia pun sama. Yang saya pelajari sejak SD, SMP sampai SMA adalah cabang-cabang ilmu.

Matematika, IPA, IPS, Pendidikan Moral, sejarah, semua bisa membantu seseorang untuk menjadi cerdas dan banyak tahu berbagai hal.

Kemudian setiap orang diarahkan untuk mendalami ilmu tertentu dan menjalani profesi tertentu.

Namun akarnya sendiri, yaitu pertanyaan mendasar yang harus dijawab, tidak diajarkan kecuali sekilas saja dalam pelajaran agama Islam.

Untuk apa saya hidup? Mengapa saya diciptakan? Siapa yang menciptakan saya? Kalau sudah mati, saya akan ke mana?

Semua pertanyaan-pertanyaan mendasar yang mungkin terlupa karena terlalu sibuk mengurusi cabang-cabang ilmu.

Semakin dewasa, semakin terlupa karena sibuk berkarir dan mengurusi kebutuhan rumah tangga. (mungkin bukan lupa kali ya, tetapi karena pertanyaan itu dianggap tidak penting).

Karena saya jurusan sosial, di kampus, dulu saya sempat belajar filsafat.

Di sana dibahas berbagai macam hasil pemikiran tokoh-tokoh yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Namun sampai saat ini, belum ada yang bisa menjawabnya dengan memuaskan.

Terlepas dari semua teori-teori itu, saya sendiri dengan mudah bisa mendapatkan jawabannya di dalam al-qur’an.

Bahwa kita diciptakan Allah untuk beribadah kepadanya. beribadah dalam bentuk khusus, seperti sholat, puasa dan ritual lainnya, juga beribadah dalam bentuk umum.

Melakukan kebaikan kepada diri dan sesama, menggali potensi diri kita agar semakin bermanfaat untuk lingkungan, bersama-sama membangun masyarakat yang aman, tentram dan sejahtera adalah salah satu bentuk ibadah.

Lalu ketika kita mati, semua yang dilakukan dalam hidup kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Ada sistem reward dan punishment yang sengaja disiapkan Allah agar kita selalu menjaga perilaku kita selama di dunia.

Alhamdulillah, dengan dasar inilah saya bisa menjalani hidup ini dengan tenang. Dan terpacu untuk semakin baik dari waktu ke waktu.

Terkadang ada gejolak, tapi biasanya kembali tenang setelah kembali kepada visi-misi hidup.

Hmm…mungkin itu juga yang sudah dipahami oleh Aliyah san. Mungkin ia juga melihat banyak kekurangan-kekurangan yang ada dalam sistem pendidikan Jepang sehingga menghasilkan masyarakat yang timpang.

Kasus bunuh diri yang tinggi di Jepang, kasus ijime (bullying) yang menghantui dunia pendidikan Jepang.

Manusia yang sangat individualistik, tidak peduli dengan orang lain, serta budaya materialistik yang tinggi, belum bisa terpecahkan sampai saat ini.

Beberapa tahun lalu, ketika saya sedang menjalani sekolah bahasa, terjadi kasus percobaan pembunuhan di depan salah satu stasiun di Tokyo.

Seorang yang diduga stres karena dipecat dari pekerjaannya, mencoba membunuh orang-orang yang baru keluar dari stasiun.

Ketika ekonomi jepang menurun beberapa tahun terakhir, kasus ini beberapa kali terjadi selain kasus bunuh diri yang meningkat tajam.

Kasus ini ramai dibicarakan di media, bahkan terbawa ke dalam diskusi di kelas bahasa Jepang saya.

Sensei saya saat itu berkata, “Sepertinya agama memang penting ya. Kalau kita beragama, pasti kita tidak mudah stres dan bunuh diri dalam hidup ini.”[ind]

Tags: hikari parenting schoolPendidikan di Jepang Membuat Orang Bingung
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dewan Masjid Al Haqqul Mubbiin bersama Rumah Zakat Mengadakan Khitanan Massal 2024 untuk Yatim dan Dhuafa

Next Post

Dompet Dhuafa, Kemenko PMK, Dubes RI dan HFI Lakukan Groundbreaking Masjid di Long Xuyen

Next Post
Dompet Dhuafa, Kemenko PMK, Dubes RI dan HFI Lakukan Groundbreaking Masjid di Long Xuyen

Dompet Dhuafa, Kemenko PMK, Dubes RI dan HFI Lakukan Groundbreaking Masjid di Long Xuyen

Aku Rindu Orang Tua

Bikin Modul Pelajaran untuk Tahun Ajaran Baru

Seorang Wanita Palestina Masih Berjuang Melepaskan Traumanya Akibat Serangan Anjing Tentara Israel

Seorang Wanita Palestina Masih Berjuang Melepaskan Traumanya Akibat Serangan Anjing Tentara Israel

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8588 shares
    Share 3435 Tweet 2147
  • Rekomendasi Sekolah Internasional di Jakarta Timur, Jakarta Islamic School Hadirkan Pendidikan Global Berbasis Nilai Islami

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11410 shares
    Share 4564 Tweet 2853
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3862 shares
    Share 1545 Tweet 966
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • SMP JIBS–JIGSc Raih Prestasi Gemilang, Cetak Top Achievers TKA 2025–2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3397 shares
    Share 1359 Tweet 849
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4624 shares
    Share 1850 Tweet 1156
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2196 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5402 shares
    Share 2161 Tweet 1351
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga