UJIAN hidup bisa menimpa siapa saja, termasuk seorang istri. Bentuknya bisa apa saja. Termasuk ditinggal mati suami berkali-kali.
Salah satu cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada yang bernama Ummu Kultsum. Ia lahir dari pasangan Ali bin Thalib dan Fathimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anhum.
Sebenarnya, nama Ummu Kultsum merupakan nama sebutan yang diberikan oleh Rasulullah. Nama aslinya Zainab, atau sama dengan kakaknya yang juga bernama Zainab.
Panggilan ‘Ummu Kultsum’ diberikan oleh Rasulullah karena anak bungsu dari Ali dan Fathimah ini punya kemiripan wajah dengan putri Rasulullah yang bernama Ummu Kultsum. Putra-putri dari Fathimah dan Ali ada lima: Hasan, Husein, Muhsin, Zainab, dan Ummu Kultsum.
Ada juga panggilan lain yang diberikan oleh umat, yaitu Zainab As-Shugra atau Zainab si kecil. Hal ini untuk membedakan dengan kakaknya yang juga bernama Zainab.
Menikah dengan Khalifah Umar bin Khathab
Di sekitar tahun kelima masa kepemimpinan Khalifah Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menikah dengan Ummu Kultsum binti Ali. Hal ini dimaksudkan oleh Khalifah Umar untuk menambah kedekatan dengan keluarga Rasulullah atau ahlul bait.
Dari pernikahan ini, keduanya mendapatkan dua orang anak. Yaitu, Zaid bin Umar dan Ruqayyah binti Umar.
Lima tahun kemudian, Khalifah Umar wafat karena upaya pembunuhan yang ia alami saat memimpin shalat Subuh di Masjid Nabawi. Di usianya yang masih muda, Ummu Kultsum ditinggal wafat seorang suami dengan meninggalkan dua orang anak.
Menikah dengan Tiga Putra Asma binti Umais
Ujian tidak berhenti sampai di situ. Ummu Kultsum dinikahkan oleh ayahandanya dengan putra Asma binti Umais, yaitu Aun bin Ja’far bin Abi Thalib. Keduanya masih saudara sepupu. Ja’far saat itu sudah lama wafat.
Pernikahan ini tak berlangsung lama. Suami Ummu Kultsum itu pun wafat. Selanjutnya, Ummu Kultsum kembali dinikahkan oleh ayahandanya dengan saudara dari Aun, yaitu Muhammad bin Ja’far bin Abi Thalib, yang juga putra dari Asma binti Umais.
Ternyata, ujian wafatnya suami masih terus dialami Ummu Kultsum. Selanjutnya, Ummu Kultsum menikah dengan Abdullah bin Ja’far yang juga masih putra dari Asma binti Umais.
Dengan kata lain, ada tiga putra Asma binti Umais yang menikah dengan Ummu Kultsum yang masih keponakan dari mantan suaminya: Ja’far bin Abu Thalib.
Ummu Kultsum merasakan ujian yang begitu berat. Tapi, ia menjalaninya dengan kesabaran. Dan, ia tidak merasa malu ketika ayahandanya menjodohkan dengan tiga putra pamannya itu yang juga putra dari Asma binti Umais.
Dengan kata lain, Ummu Kultsum merasakan tiga kali menjadi menantu Asma binti Umais. Dari pernikahan dengan ketiga putra Asma binti Umais itu, Ummu Kultsum tidak memperoleh putra atau putri.
Wafat
Ujian masih terus dialami Ummu Kultsum. Cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu, selain mengalami ‘kehilangan’ empat suaminya, juga mengalami ‘hura-hara’ politik di masa itu.
Kakaknya: Hasan dan Husein wafat dibunuh. Bahkan, Husein bin Ali dibunuh dengan mengenaskan di sebuah tempat bernama Padang Karbala.
Bukan itu saja. Ummu Kultsum dan seluruh ahlul bait yang masih tersisa digiring sebagai tawanan menuju Kufah dan Damaskus.
Di Damaskus, Ummu Kultsum dan putranya: Zaid bin Umar bin Khathab wafat. Ada riwayat yang menyebut keduanya wafat karena diracun.
Jenazahnya dishalatkan oleh para sahabat ternama, antara lain Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abu Said Al-Khudri, Abu Hurairah, dan Abu Qatadah. Shalat diimami oleh Sa’id bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhum.
**
Kemuliaan seseorang diiringi dengan beratnya ujian hidup yang dialami. Termasuk seorang istri yang mulia.
Berlatihlah untuk selalu sabar dalam setiap ujian kehidupan, seberat apa pun ujian itu. Karena di balik kesabaran ada pahala Allah yang tiada batas. [Mh]





