PERTOLONGAN Allah subhanahu wata’ala itu dekat. Jagalah baik sangka kepada Allah.
Di sekitar tahun dua ratusan masehi, di zaman Romawi kuno, ada seorang Raja Romawi yang kejam. Namanya Diqyanus atau Decius.
Salah satu kezalimannya yang tak bisa ditolerir adalah kewajiban bagi siapa pun untuk menyembah berhala. Hal inilah yang akhirnya ditentang oleh sekelompok pemuda yang dikenal dengan Ashabul Kahfi.
Namun, apalah arti tujuh orang pemuda berhadapan dengan kekuatan raja. Tak ada cara lain kecuali bersembunyi untuk menyelamatkan diri.
Ini langkah terakhir yang mereka lakukan. Sebelumnya, para pemuda ini sudah menyatakan penolakan secara terbuka berikut dengan argumentasinya.
Hal menarik lainnya, selain mereka melakukan perlawanan, mereka juga memohon kepada Allah dalam doa mereka, agar Allah menganugerahkan kemudahan di setiap urusan mereka.
Mereka pun masuk kedalam sebuah gua. Allah subhanahu wata’ala menunjukkan kekuasaan-Nya. Para pemuda itu ditidurkan Allah selama waktu yang tidak biasa. Dari ukuran tahun Qamariah, lamanya 309 tahun. Dan dari perhitungan Syamsiah, lamanya persis 300 tahun.
Ketika terbangun, salah seorang dari mereka mengatakan, “Sudah berapa lama kita tertidur di sini ya?” Yang lainnya mengira-ngira, “Satu hari atau setengah hari!”
Seseorang dari mereka ditugaskan untuk membeli makanan keluar gua. Dari orang yang ditugaskan membeli makanan inilah, akhirnya diketahui kalau mereka sudah tertidur ratusan tahun.
**
Istiqamah itu tidak mudah. Terlebih lagi di lingkungan kekuasaan yang begitu zalim.
Namun, akal sehat selalu mengajarkan hal-hal yang bisa dilakukan. Yaitu, tetap menunjukkan konsistensi dan tidak larut dengan keburukan, tetap memohon pertolongan kepada Allah, dan berusaha mencari perlindungan yang aman.
Dengan kata lain, kalau tidak mampu mengubah keadaan yang buruk, tetap menjaga yang baik dalam diri sendiri dan orang-orang terdekat kita.
Biarlah waktu yang akan mengubah yang tidak bisa kita ubah. Dan selalulah berbaik sangka kepada Allah subhanahu wata’ala. [Mh]



