• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 9 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Meski Wanita, Ia Berani Melawan Kezaliman

15/11/2025
in Nasihat
Niat Itu Segalanya

Ilustrasi, foto: wallpaperset.com

67
SHARES
519
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

WANITA umumnya identik dengan rumah dan anak-anak. Lembut, cantik, dan menahan diri. Tapi, wanita mulia ini justru berani melawan kezaliman.

Namanya Fathimah binti Husein bin Ali radhiyallahu ‘anhum. Ia juga cucu dari putri bungsu Rasulullah: Fathimah Az-Zahra radhiyallahu ‘anha.

Para ahli sejarah mengatakan bahwa fisik dan pembawaan Fathimah sangat mirip dengan neneknya: Fathimah, putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia seperti ‘mengambil’ seratus persen dari neneknya.

Fathimah lahir pada sekitar tahun 47 hijriyah. Sebuah masa yang begitu ‘pahit’ dalam kekuasaan Islam. Banyak yang terbunuh, termasuk keluarga besarnya: ayahandanya, saudara laki-lakinya, sepupunya, dan lainnya dalam peristiwa getir di sebuah tempat bernama Karbala.

Anak-anak kecil dan para wanita yang ikut serta dalam rombongan itu selamat. Termasuk dirinya.

Apa karena peristiwa itu ia menjadi trauma dan penakut? Sebaliknya, Fathimah justru menjadi lebih tegar dan berani. Bahkan, ia sempat berpidato di hadapan kaum yang mengkhianati keluarganya dengan nada keras.

Sebegitu jelasnya keberanian itu, datang dari seorang wanita yang begitu mirip dengan putri Rasulullah, tak seorang pun dari mereka yang berani menentang, bahkan sekadar bersuara.

Masa pun berlalu ketika suaminya sudah meninggal dunia. Ia membesarkan sendiri anak-anaknya. Ia menegaskan untuk mewakafkan dirinya untuk pendidikan anak-anaknya. Ia tak ingin menikah lagi.

Ada seorang Gubernur Madinah dari kekhalifahan yang berkuasa saat itu: Dinasti Umayyah, wilayah di mana Fathimah tinggal, bersemangat untuk melamarnya. Nama gubernur itu Abdurrahman bin Ad-Dhahak.

Entah apa yang memotivasi si gubernur sehingga begitu bersemangat menikahi Fathimah. Padahal, anak-anak Fathimah sudah besar.

Fathimah menyatakan penolakannya. Ia tegaskan bahwa ia tidak mau menikah lagi dengan siapa pun karena ingin fokus mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Namun si gubernur mengancam akan memenjarakan putra Fathimah dengan tuduhan rekayasa.

Akhirnya, Fathimah berkonsultasi dengan beberapa tokoh di Madinah di antaranya Salim bin Abdullah bin Umar bin Khaththab atau cucu Umar bin Khaththab.

Fathimah mendapatkan arahan untuk mengirimkan surat laporan tidak menyenangkan terhadap sang gubernur. Surat itu ditujukan ke Khalifah di Damaskus.

Bukan itu saja. Fathimah juga mengirimkan pesan secara lisan kepada seorang pejabat keuangan Madinah yang kebetulan sedang dipanggil oleh khalifah. Sang pejabat merasa menyesal karena bersedia mendengarkan pesan ‘berat’ dari Fathimah itu. Karena hal itu akan berisiko dengan jabatannya sendiri.

Setibanya di Damaskus, di istana khalifah, pejabat Madinah itu tiba lebih dahulu dari surat yang disampaikan oleh utusan khusus dari Fathimah.

Khalifah Yazid bin Abdul Malik menanyakan apakah ada yang ingin dilaporkan tentang Madinah. Tapi, pejabat Madinah itu diam saja.

Tak lama, datang utusan Fathimah yang membawa surat ke Khalifah. Setelah membaca, khalifah marah besar. Khalifah juga memarahi si pejabat keuangan Madinah karena dianggap menyembunyikan hal besar dari Madinah.

Atas laporan itu, sang gubernur Ibnu Dhahak dipecat dan dipenjara.

**

Begitulah anak, cucu, dan cicit Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka seperti tersambung satu sama lain dalam sebuah rangkaian barisan besar para mujahid. Pria dan wanita.

Wanita memang begitu dekat dengan dunia rumah dan anak-anak. Tapi, hal itu tak berarti menghilangkan ruhul jihad, semangat berjuang, untuk melawan kezaliman.

Sekali kezaliman didiamkan, maka ia akan menjadi sebuah kelaziman yang dibiarkan. Lawan dan luruskan, meski dilakukan oleh seorang wanita yang dianggap lemah tak berdaya. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Fathimah binti Husein bin AliWanita Pemberani Melawan Kezaliman
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bolehkah Memata-Matai Pasangan?

Next Post

Hukum Meruqyah Rumah

Next Post
Manfaat Istighfar Menurut Hadis

Hukum Meruqyah Rumah

Mengenal Hiu Paus, Ikan Terbesar di Dunia

Mengenal Hiu Paus, Ikan Terbesar di Dunia

Majelis PAUD Dikdasmen PCA Batang Gelar Festival Milad Muhammadiyah ke-113

Majelis PAUD Dikdasmen PCA Batang Gelar Festival Milad Muhammadiyah ke-113

  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    195 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygienekit untuk Korban Gempa di Poso

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Resep Singkong Keju Goreng

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Jangan Terbawa Arus

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7810 shares
    Share 3124 Tweet 1953
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1638 shares
    Share 655 Tweet 410
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga