SERING kali kita mengira kebahagiaan hanya datang dari hal-hal besar. Kita menunggu rumah yang lebih luas, pekerjaan yang lebih mapan, tabungan yang semakin banyak, atau impian yang akhirnya terwujud. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, Allah telah menghadiahkan begitu banyak nikmat yang sering luput dari rasa syukur.
Bayangkan saat pagi tiba. Mata terbuka, tubuh masih mampu bergerak, udara masih bisa dihirup dengan lega, dan kita masih diberi kesempatan menyambut hari yang baru. Semua itu terlihat sederhana karena kita mengalaminya setiap hari. Namun, bagi seseorang yang sedang terbaring sakit, bangun pagi dengan tubuh yang sehat adalah karunia yang sangat mahal.
Baca Juga: Keutamaan Surah Al Kahfi Untuk yang Membacanya di Hari Jumat
Mensyukuri Nikmat Kecil Sebelum Terlambat
Begitu pula dengan kehadiran keluarga. Mungkin kita masih bisa sarapan bersama orang tua, bercanda dengan pasangan, atau mendengar tawa anak-anak di rumah. Momen-momen kecil seperti itu sering dianggap biasa. Padahal, ada banyak orang yang merindukan satu kali lagi kesempatan berkumpul dengan orang yang mereka cintai. Kehilangan sering menjadi guru yang mengajarkan betapa berharganya sesuatu yang dulu kita anggap biasa.
Nikmat terbesar lainnya adalah kesempatan beribadah. Masih bisa melangkahkan kaki untuk shalat, masih mampu membaca Al-Qur’an, masih bisa mengangkat tangan dalam doa, semuanya merupakan tanda kasih sayang Allah. Tidak semua orang diberi waktu yang sama. Karena itu, jangan menunda kebaikan dengan alasan masih muda atau masih sibuk. Selama pintu kesempatan masih terbuka, manfaatkan setiap hari untuk mendekat kepada-Nya.
Rasa syukur bukan berarti hidup tanpa masalah. Seseorang tetap bisa bersyukur meskipun sedang menghadapi ujian. Bersyukur adalah kemampuan melihat bahwa di balik kesulitan, Allah masih meninggalkan banyak kebaikan. Ketika hati dipenuhi syukur, kita akan lebih mudah merasa cukup, lebih tenang menghadapi keadaan, dan lebih sedikit membandingkan hidup dengan orang lain.
Mulailah membiasakan diri menghitung nikmat, bukan hanya menghitung kekurangan. Sebelum tidur, ingat kembali tiga hal baik yang Allah berikan hari itu. Mungkin tubuh masih sehat, rezeki hari ini tercukupi, atau ada seseorang yang membuat kita tersenyum. Kebiasaan sederhana ini dapat melatih hati agar lebih peka terhadap karunia Allah yang sering tersembunyi dalam rutinitas.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan beritberita a-terkini dengan mengklik tautan ini.
Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari nilainya. Syukurilah kesehatan sebelum datang sakit, syukurilah keluarga sebelum dipisahkan oleh waktu, dan syukurilah kesempatan beribadah sebelum ajal menutup semua pintu amal. Sebab nikmat yang tampak kecil hari ini bisa jadi merupakan anugerah terbesar yang baru kita pahami ketika ia telah tiada. [DW]
Sumber: Ustadz Hanan Attaki





