• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 2 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memaafkan Itu Lebih Baik

15/10/2022
in Nasihat
Dilema antara Ibu dan Istri

Ilustrasi, foto: Pinterest

94
SHARES
721
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MEMINTA maaf itu langkah yang berat. Tapi, yang memaafkan jauh lebih berat lagi.

Interaksi antar manusia itu tidak luput dari khilaf dan salah. Meskipun dikenal sebagai orang baik, kekhilafan bisa saja terjadi, disengaja atau tidak.

Ada dua posisi yang berbeda dalam soal maaf. Ada yang meminta maaf, dan ada yang memaafkan. Meminta maaf itu sulit karena butuh kerendahan hati. Tapi, yang memaafkan jauh lebih sulit lagi.

Jika yang meminta maaf dan yang memaafkan itu setara, boleh jadi nilainya biasa saja. Wajar jika satu pihak meminta maaf, dan satunya lagi memaafkan.

Namun, jika posisinya tidak setara, nilai meminta maaf dan memaafkan akan sangat berbeda. Butuh kekuatan hati yang luar biasa. Bukan sekadar lapang dada, tapi juga kedewasaan, kebijaksanaan, dan kearifan.

Terutama mereka yang pada posisi lebih tinggi. Baik dalam hal meminta maaf, maupun ketika pada posisi untuk memaafkan.

Mereka yang berada pada posisi lebih tinggi, mungkin atasan, guru, orang tua, dan lainnya; memiliki peluang yang lebih besar untuk melakukan apa pun dari sebuah kesalahan orang di bawahnya.

Misalkan ia sebagai orang yang meminta maaf atau pelaku kesalahan. Jika tidak meminta maaf pun, orang yang di bawahnya akan diam. Mereka tidak akan marah, tidak berani menunjukkan protes, dan lainnya.

Jadi, pada posisi ini, jika orang yang ‘atas’ mau meminta maaf, nilainya akan sangat luar biasa. Terlebih lagi diiringi dengan ‘kompensasi’. Hal ini karena mereka yang di ‘atas’ biasanya memiliki keleluasaan untuk memberikan sesuatu.

Begitu pun ketika yang di ‘atas’ pada posisi untuk memaafkan. Biasanya, yang ‘atasan’ akan memanfaatkan posisinya untuk membalas atau setidaknya memberikan semacam hukuman.

Kalau hal itu ia lakukan, orang yang terkena balasan atau hukuman boleh jadi akan menganggap biasa saja. Wajar kalau yang salah akan dapat hukuman.

Tapi bayangkan jika yang diberikan oleh ‘atasan’ adalah memaafkan, nilainya akan sangat luar biasa. Tentu dengan ukuran-ukuran yang proporsional. Tidak berarti menjadi ‘atasan’ yang lembek atau tidak tegas.

Ukuran proporsional inilah yang membutuhkan kebijaksanaan dan kearifan. Islam kadang memperlihatkan ada kesalahan yang bisa dimaafkan, ada juga yang harus dengan hukuman.

Di masa Rasulullah, kata maaf dari beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sudah bukan hal baru. Bahkan beliau seperti tidak menganggap perlu seseorang untuk meminta maaf, karena sudah beliau maafkan sebelum si pelaku meminta maaf.

Contoh, ketika penaklukan Kota Mekah. Semua orang yang pernah menyakiti, menyusahkan, bahkan mencelakai Rasulullah dan umat Islam semasa tinggal di Mekah dimaafkan sebelum mereka meminta maaf. Tidak ada hukuman sedikit pun untuk mereka.

Namun, hal berbeda terjadi terhadap tiga sahabat Nabi yang absen ikut berjihad pada Perang Tabuk. Di antara mereka ada Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat Nabi yang soleh luar biasa.

Apakah Nabi memaafkan begitu saja terhadap tiga orang ini? Ternyata tidak. Nabi menunggu izin dari Allah subhanahu wata’ala, apakah ketiganya dimaafkan atau tidak.

Menariknya, menunggu izin itu terjadi begitu lama. Bukan dalam hitungan jam. Tapi berhari-hari. Hingga, orang-orang terdekat ketiganya pun ikut menjauh mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah terhadap mereka.

Baru ketiga salah satu ayat dalam Surah At-Taubah turun yang isinya memaafkan tiga sahabat itu, Nabi dan umat Islam memaafkan ketiganya.

Hal ini menunjukkan bahwa memaafkan itu bersifat proporsional. Yaitu ketika yang bersalah orang biasa, maaf menjadi begitu murah. Tapi ketika yang bersalah itu tergolong orang luar biasa, maaf menjadi mahal.

Hal ini karena orang-orang luar biasa itu diisyaratkan untuk tidak melakukan kesalahan. Karena mereka orang-orang istimewa.

Jadi, tidak cepat memaafkan bukan untuk menghinakan mereka. Sebaliknya, justru untuk memuliakan.

Namun di atas segala kebijakan itu, kata maaf dan memaafkan mestinya sudah terhampar di hati kita. Hukuman boleh saja bisa menyadarkan. Tapi memaafkan bukan sekadar menyadarkan, tapi juga menumbuhkan rasa cinta dalam pergaulan. Dan itu energi persaudaraan yang sangat mahal. [Mh]

 

 

Tags: Memaafkan Itu Lebih Baik
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Badai di Tubuh Polri

Next Post

Keinginan Zaid bin Khaththab Membunuh Rajjal si Munafik

Next Post
Manusia Kembali kepada Kejahiliyahan dan Penyembahan Berhala

Keinginan Zaid bin Khaththab Membunuh Rajjal si Munafik

Memelihara Anjing Bisa Mengurangi Pahala?

Memelihara Anjing Bisa Mengurangi Pahala?

Hari Terakhir Anies Baswedan Menjabat, Acara Terima Kasih Jakarta Diadakan sebagai Kado Perpisahan

Hari Terakhir Anies Baswedan Menjabat, Acara Terima Kasih Jakarta Diadakan sebagai Kado Perpisahan

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8556 shares
    Share 3422 Tweet 2139
  • Resep Siomay Gluten Free ala Chef Devina Hermawan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11393 shares
    Share 4557 Tweet 2848
  • Makna 4 Sumpah Allah Pada Surah At-Tiin

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Rakerwil Salimah Jakarta Konkretkan Kesolidan untuk Program Berdampak

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4383 shares
    Share 1753 Tweet 1096
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    267 shares
    Share 107 Tweet 67
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3850 shares
    Share 1540 Tweet 963
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga