• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Kita Anak Sebuah Lingkungan

20/05/2024
in Nasihat
Tips Menjaga Hafalan Qur’an

Ilustrasi, foto: abufadli.com

76
SHARES
586
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ayah-ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Muslim)

Ada pepatah yang mengatakan, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.” Artinya, semua kita tumbuh mengikuti lingkungan.

Kita bukan sekadar anak sebuah lingkungan. Tapi juga dibentuk oleh sebuah lingkungan.

Jika lingkungannya baik, maka kecenderungannya akan baik. Begitu pun sebaliknya, jika buruk, maka kecenderungannya juga akan buruk.

Lingkungan seolah seperti memberikan legitimasi atau pembenaran sebuah perilaku kolektif. Dan anggota lingkungan menjadi saling menguatkan satu sama lain.

Beruntunglah kita yang terlahir dari keluarga yang Islami. Tak perlu repot-repot mencari Islam, lingkungan membentuk kita menjadi seorang muslim.

Masalahnya Islam bukan sekadar status. Melainkan, sebuah celupan tentang diri seseorang: keyakinan, pemikiran, dan perilaku.

Misalnya, seorang muslim tidak mungkin buang sampah sembarangan. Tapi, tidak sedikit saudara kita yang perilaku Islamnya belum sempurna dengan membuang sampah asal.

Begitu pun tentang kebersihan. Seorang muslim pasti sudah mandi di pagi hari. Terutama yang pria. Karena, ia harus ke masjid dengan tubuh yang bersih dan harum. Tapi kenyataannya, tidak sedikit yang belum mandi.

Contoh lain, seorang muslim tidak mungkin pelit. Karena Nabi mengatakan bahwa tidak mungkin bersatu sifat kikir dengan keimanan di hati seorang mukmin. Kikir itu sama dengan menganggap bahwa Allah tidak membalas rezeki seorang dermawan.

Tentang keyakinan misalnya takut dengan setan: pocong, kuntilanak, dan lain-lain. Bagaimana mungkin seseorang bisa dibilang beriman pada Allah jika masih takut pada selain Allah, apalagi terhadap sesuatu yang tidak jelas.

Begitu pun tentang kemalasan. Ikhtiar atau kerja keras bagi seorang muslim adalah bagian dari ibadah. Kian sering berikhtiar, bukan sekadar tambah rezeki, tapi juga kian tambah pahala ibadahnya.

Seorang muslim juga tak mungkin membenci saudaranya seiman. Karena Nabi mengatakan, tidak beriman seseorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Nah, lingkungan kita adalah lingkungan Islam. Melalui lingkungan itu, Islam membentuk karakter seorang muslim dengan segala sifat yang baik.

Kalau masih ada dualisme antara perilaku lingkungan terdekat dengan perilaku yang diajarkan Islam, maka tinggalkan yang buruk untuk mencelupkan diri dalam perilaku Islami.

Tentunya, Islam tidak akan pernah bertentangan dengan perilaku yang baik di mana pun kita berada, seperti jujur, dermawan, berani, rajin, setia, cinta, dan lainnya. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Kita Anak Sebuah Lingkungan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berapa Lama Laki-Laki Bertahan Menyukai Wanita?

Next Post

Syarat dan Jadwal Pra Pendaftaran PPDB Jakarta 2024

Next Post
Syarat dan Jadwal Pra Pendaftaran PPDB Jakarta 2024

Syarat dan Jadwal Pra Pendaftaran PPDB Jakarta 2024

Kebahagiaan Jemaah Haji Indonesia 2024 Tiba di Makkah

Kebahagiaan Jemaah Haji Indonesia 2024 Tiba di Makkah

Benarkah Kuning Telur yang Direbus hingga Keabuan Dianggap Tidak Sehat?

Benarkah Kuning Telur yang Direbus hingga Keabuan Dianggap Tidak Sehat?

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9575 shares
    Share 3830 Tweet 2394
  • Baterai HP Lebih Tahan Lama dengan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1383 shares
    Share 553 Tweet 346
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2533 shares
    Share 1013 Tweet 633
  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11858 shares
    Share 4743 Tweet 2965
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Ini Manfaat Kurma Ajwa untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Belajar Bersyukur agar Hati Lebih Tenang dan Bahagia

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga