• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 24 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Hijrah bersama Nabi

15/06/2026
in Nasihat
Percayakan pada Ahlinya

Ilustrasi, foto: wallpaperaccess.com

71
SHARES
549
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

HIJRAH itu pindah. Hijrah juga berubah menjadi lebih baik. Hijrah adalah meneladani sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Zainab binti Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin sekali berhijrah. Ingin hidup bersama ayahanda tercinta, adik-adik, dan ponakan. Tinggal di tempat baru bernama Madinah.

Tapi, bagaimana dengan suami tercinta: Abul ‘Ash. Kalau Umamah, putri Zainab siap ikut ibunya tinggal di mana saja. Kenapa sang suami tak mau hijrah?

Ia masih belum mau masuk Islam. Mungkin karena tekanan dari keluarga besarnya, atau juga oleh para koleganya di Mekah.

Dengan berbagai cara, alhamdulillah, Zainab dan putrinya akhirnya bisa hijrah menemui ayahanda di Madinah. Bisa juga bertemu dengan adik-adik tercinta: Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fathimah radhiyallahu ‘anhum. Meskipun itu harus dibayar dengan berpisah  suami tercinta.

**

Durrah binti Abu Lahab radhiyallahu ‘anha ingin sekali hijrah bersama Nabi dan umat Islam ke Madinah. Inilah putri Abu Lahab yang berbeda ‘jalan’ dengan ayah, ibu, dan keluarga besarnya.

Suaminya juga tak mau ikut. Ia masih kafir dan sulit diajak bergabung dalam barisan umat Islam.

Dengan berbagai cara, Durrah akhirnya bisa berangkat hijrah dan tiba di Madinah dengan selamat. Ia tak pernah berpikir nantinya akan bertempat tinggal di mana, di rumah siapa. Yang penting, ia bisa mengikuti perintah Nabi yang mulia.

Sekelompok wanita di sana terkejut ketika ada putri Abu Lahab tinggal bersama mereka di Madinah. Bukankah Abu Lahab musuh Nabi, musuh Allah, seperti yang digambarkan Al-Qur’an dalam Surah Al-Lahab.

Dan, mereka pun melecehkan Durrah seolah tak pantas tinggal di Kota Nabi itu. Hal itu membuatnya begitu sedih. Ia sudah meninggalkan semua yang dicintai demi hijrah, tapi yang ia alami justru sebaliknya.

Nabi marah mendengar kisah Durrah itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan langsung berpidato di mimbar untuk meluruskan tentang Durrah itu.

**

Sebagian besar para tokoh Mekah yang hijrah: Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqash, dan lainnya adalah para pedagang. Bukan pedagang biasa, tapi lintas negara.

Risiko hijrah ke Madinah sama saja dengan berhenti dari berdagang: konsumen ada di Mekah, semua warga Madinah diboikot jazirah Arab, dan Madinah merupakan kota pertanian dan ternak. Bukan tempat bisnis yang menjanjikan.

Namun, mereka semua ridha dengan segala risiko itu. Siap hidup ala kadarnya demi menunaikan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berhijrah.

**

Tak ada janji materi yang mereka terima dari Nabi. Tak ada jaminan tempat hidup yang layak. Tak ada jaminan penghasilan yang lumayan. Bahkan, tak ada jaminan kehidupan yang aman.

Mereka korbankan rumah, bisnis, tabungan, bahkan sanak keluarga yang tak ingin ikut; demi bisa berhijrah ke Madinah.

Nantinya, mereka tidak tinggal selama sepekan di Madinah. Tidak pula sebulan, setahun, atau janji-janji waktu dari Nabi. Mereka siap akan tinggal selamanya. Melepas dan melupakan tanah tumpah darah, tanah kelahiran yang menyimpan sejuta kenangan.

Para sahabat yang mulia itu: laki dan perempuan, hanya mengharapkan keridhaan dari Allah subhanahu wata’ala. Dan, mereka tuntaskan amal berat itu dengan begitu sempurna.

Hijrah tempat memang sudah tak ada lagi seperti yang disampaikan Nabi. Tapi melakukan perubahan diri tak akan pernah berhenti sampai tiba mati.

Ulama mengatakan, “Tegakkan Islam dalam diri kalian. Niscaya, ia akan tegak dalam negeri kalian.” [Mh]

 

 

Tags: Hijrah bersama Nabi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Enam Wisata Pantai di Jawa Barat yang Wajib Kamu Kunjungi

Next Post

Kesepakatan Damai AS Iran akan Ditandatangani di Swiss

Next Post
Akhirnya, Gencatan Senjata AS dan Iran Tercapai

Kesepakatan Damai AS Iran akan Ditandatangani di Swiss

Posisi Makmum saat Imam Tak Bisa Berdiri

Posisi Makmum saat Imam Tak Bisa Berdiri

Ustadz Dary Fahrinadi Ungkap Haji Adalah Puncak Rukun Islam dan Simbol Kesempurnaan Penghambaan kepada Allah

Ustadz Dary Fahrinadi Ungkap Haji Adalah Puncak Rukun Islam dan Simbol Kesempurnaan Penghambaan kepada Allah

  • Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian

    Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Desain Kemasan Parfum Ramah Lingkungan ParagonCorp Raih Silver Award di Pentawards 2026

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2551 shares
    Share 1020 Tweet 638
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9595 shares
    Share 3838 Tweet 2399
  • Salimah Dukung MUI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga