KEONG dan kura-kura memiliki satu kesamaan: rumah pelindung yang selalu dibawa-bawa, kemana pun mereka pergi.
Keong dan kura-kura tergolong hewan yang punya kelemahan fatal. Keong tak memili fisik yang kuat. Kulit dan tubuhnya begitu rentan.
Selain itu, keong tak memiliki kaki, sayap, atau otot perut seperti ular yang bisa bergerak cepat. Tubuh keong begitu halus dan lembut, tak ada kaki dan sayap, berenang pun tak bisa.
Begitu pun dengan kura-kura. Tubuhnya memang tak selemah keong. Sebagian jenis mereka pun bisa berenang dan punya kaki yang bisa digunakan berjalan atau berlari.
Namun, gerakan mereka begitu lambat. Kepala dan tubuh mereka hampir sejajar. Ukuran tubuh pun begitu layak untuk dijadikan santapan hewan pemakan daging.
Karena itulah, ada pertahanan lain yang mereka miliki. Yaitu, rumah keras dan kuat yang bisa mereka bawa-bawa kemana pun mereka pergi. Setidaknya, perlindungan untuk diri mereka sendiri.
Di situlah mereka mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan mengarungi kehidupan yang keras.
**
Rumah itu memiliki dua fungsi utama: perlindungan fisik dan kenyamanan hidup. Dari rumah, kita memulai aktivitas dan kepada rumah pula kita kembali untuk menyegarkan energi sehingga bisa beraktivitas kembali.
Namun, seperti halnya keong dan kura-kura, jangan pernah meninggalkan keadaan dan jatidiri rumah kita. Seberapa jauh pun kita pergi.
Kemana pun kita pergi, seperti apa pun kesibukan aktivitas kita; keadaan dan jatidiri rumah harus tetap melekat dalam jiwa kita. Ada spirit ayah ibu, ada cinta suami istri dan anak-anak. Ikatlah suasana spirit dan cinta itu, agar jatidiri kita tetap terlindung baik. [Mh]



