• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 6 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Seperti Paku Nancap di Tembok

02/11/2024
in Nasihat
Seperti Paku Nancap di Tembok

Ilustrasi, foto: exdouvxh

85
SHARES
651
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PAKU yang tertancap di tembok sulit dilepas. Kalaupun dipaksa, bisa pakunya yang bengkok, atau temboknya yang rusak.

Ada istilah jadul ‘seperti paku nancap di tembok’. Istilah ini ngetop di tahun sembilan puluhan. Terutama di kalangan pemuda yang ikut majelis taklim.

Biasanya, pemuda majelis taklim yang ingin menikah, menceritakan niatnya itu ke ustaz. Pak Ustaz akan menanyakan, apakah sudah punya calon?

Kalau belum, Pak Ustaz akan mencarikan calon yang juga peserta di majelis taklim muslimah. Hal ini dimaksudkan agar ada kecocokan latar belakang agama yang baik: yang soleh jodohan dengan yang solehah.

Itu kalau belum, kalau jawabannya ‘sudah’, maka ceritanya lain lagi. Syukur-syukur kalau calon yang sudah ditaksir bagus agamanya. Tapi kalau tidak, Pak Ustaz akan kerja keras.

“Kamu yakin mantap sama dia?” ucap Pak Ustaz mengisyaratkan keraguan dan meminta peninjauan ulang.

Hal ini karena calon yang ditaksir lemah agamanya. Misalnya, belum menutup aurat, atau yang lebih parah lagi: non muslim.

“Saya sudah terlanjur cinta sama dia, Pak Ustaz!” tegas sang pemuda.

Nah, jawaban ini sulit dicarikan solusinya. Mau diteruskan, Pak Ustaz merasa bersalah karena membiarkan perjodohan yang mungkin akan bermasalah di kemudian hari. Mau dilarang, khawatir ada ‘pukulan’ batin buat si pemuda.

Keadaan inilah yang mirip seperti istilah ‘Seperti Paku Nancap di Tembok’. Kalau paku dipaksa dicopot, maka akan ada dua kemungkinan buruk: pakunya bengkok atau temboknya yang rusak.

**

Kadang para lajang muslim: pria dan wanita, merasa dalam ombang-ambing keraguan. Apakah jodohan dahulu meski belum akrab, atau akrab dahulu baru kemudian berjodohan. Kata akrab bisa disebut sebagai ‘pacaran’.

Rasanya, Islam mengajarkan agar calon suami istri berjodohan dahulu, baru kemudian saling akrab. Tentu prosesnya tidak seperti ‘membeli kucing dalam karung’.

Ada mediasi oleh pihak ketiga, bisa ustaz atau ustazah, bisa orang tua, teman; agar para calon bisa saling berkenalan secara patut dalam Islam. Bukan perkenalannya yang utama, tapi kemantapan untuk bertekad kuat saling berjodohan secara Islami.

Itu cerita dan istilah jadul di tahun sembilan puluhan. Mungkin sekarang pakunya sudah dengan sekerup yang bisa dikendorkan atau dikuatkan dengan bor. Kalau sudah tertancap, bisa dilepas tanpa harus merusak paku dan tembok. [Mh]

 

Tags: Seperti Paku Nancap di Tembok
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

ISEF X Hijrahfest Hadirkan Tablig Akbar dalam Rangkaian Acara

Next Post

Lebih Dari 19 Juta Jemaah Mengunjungi Masjid Quba di Madinah Tahun 2024

Next Post
Lebih Dari 19 Juta Jemaah Mengunjungi Masjid Quba di Madinah Tahun 2024

Lebih Dari 19 Juta Jemaah Mengunjungi Masjid Quba di Madinah Tahun 2024

Seluruh Umat Layak Ke Baitullah: Gerakan #Semua Bisa Umroh Gandeng Naffar Tour, Berangkatkan 361 Calon Jama'ah Umroh

Seluruh Umat Layak Ke Baitullah: Gerakan #Semua Bisa Umroh Gandeng Naffar Tour, Berangkatkan 361 Calon Jama'ah Umroh

Hadirkan Diskusi Inspiratif, Rabu Hijrah Gelar Talkshow Bertajuk “Sinergi Pentahelix dalam Ekonomi Syariah untuk Mencapai Visi Emas Indonesia 2045”

Rabu Hijrah Gelar Talkshow Bertajuk “Sinergi Pentahelix dalam Ekonomi Syariah untuk Mencapai Visi Emas Indonesia 2045”

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7934 shares
    Share 3174 Tweet 1984
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3211 shares
    Share 1284 Tweet 803
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3465 shares
    Share 1386 Tweet 866
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1698 shares
    Share 679 Tweet 425
  • Pascapertemuan Presiden dan Tokoh Ormas, Bachtiar Nasir Beri Catatan Kritis Soal BoP

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4121 shares
    Share 1648 Tweet 1030
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    594 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2889 shares
    Share 1156 Tweet 722
  • Pilates Setelah Salat, Kelas Khusus Pria di Masjid-Masjid Bradford

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hijabersmom Community Bekasi Dorong Penguatan Spiritual Lewat Kajian Jendela Hati

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga