ZAINAB Ats-Tsaqifiyah radhiyallahu ‘anha adalah salah satu shahabiyah Rasulullah SAW yang kisah hidupnya menyimpan pelajaran besar tentang kerja keras, kepedulian keluarga, dan keutamaan bersedekah. Ia dikenal sebagai istri sahabat mulia Abdullah bin Mas’ud sekaligus perempuan yang mandiri secara ekonomi pada masa awal Islam.
Berasal dari Bani Tsaqif, Zainab memiliki keterampilan membuat dan mengolah kerajinan tangan. Dari hasil pekerjaannya itulah ia memperoleh penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Suaminya, Abdullah bin Mas’ud, dikenal sebagai ahli Al-Qur’an dan termasuk sahabat yang dekat dengan Rasulullah SAW, tetapi kehidupan mereka tergolong sederhana. Zainab tidak pernah menganggap bekerja sebagai sesuatu yang merendahkan martabatnya. Sebaliknya, ia menjadikan keahlian yang dimiliki sebagai jalan untuk menafkahi keluarga dengan cara yang halal.
Baca Juga: Kisah Teladan Hudzafah Binti Harits, Saudari Rasulullah dari Persusuan
Zainab Ats-Tsaqifiyah, Shahabiyah yang Mengajarkan Sedekah Dimulai dari Rumah
Salah satu peristiwa paling masyhur tentang dirinya terjadi ketika Rasulullah SAW menganjurkan kaum perempuan agar memperbanyak sedekah, bahkan bila hanya dengan perhiasan yang mereka miliki. Mendengar seruan itu, Zainab berniat menyedekahkan perhiasannya. Namun Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa dirinya dan anak-anak mereka yang membutuhkan lebih berhak menerima bantuan tersebut. Karena ingin memastikan hukumnya, Zainab mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya langsung.
Jawaban Rasulullah SAW sangat menenangkan hatinya. Beliau bersabda bahwa Abdullah bin Mas’ud benar; suami dan anak-anaknya lebih berhak menerima sedekah itu. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Zainab akan memperoleh dua pahala sekaligus, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung tali kekerabatan. Hadis ini menjadi dasar penting bahwa membantu keluarga yang membutuhkan juga termasuk amal sedekah yang bernilai besar di sisi Allah.
Kisah tersebut menunjukkan betapa indahnya Islam mengatur keseimbangan antara ibadah sosial dan tanggung jawab keluarga. Zainab tidak mencari pujian dengan memberikan hartanya kepada orang yang jauh, sementara orang-orang terdekat masih mengalami kesulitan. Ia justru belajar bahwa kepedulian paling pertama dimulai dari rumah sendiri.
Keteladanan Zainab juga tampak dari semangatnya menuntut ilmu. Ia tidak ragu datang kepada Rasulullah SAW untuk bertanya mengenai persoalan agama. Sikap ini mengajarkan bahwa seorang Muslimah tidak boleh malu mencari ilmu, terlebih ketika berkaitan dengan ibadah dan muamalah. Bertanya kepada ahlinya merupakan jalan agar seseorang terhindar dari keraguan dalam beramal.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Di era modern, sosok Zainab Ats-Tsaqifiyah terasa semakin relevan. Banyak perempuan yang menjalankan usaha rumahan, menjadi pengrajin, berdagang secara daring, atau bekerja membantu perekonomian keluarga. Zainab memberi teladan bahwa kemandirian ekonomi dapat berjalan berdampingan dengan kesalehan. Harta yang diperoleh bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan manfaat bagi orang-orang yang paling dekat.
Zainab Ats-Tsaqifiyah dikenang bukan karena kekayaan yang melimpah, melainkan karena hati yang dermawan dan kebijaksanaannya dalam menggunakan rezeki. Dari tangannya yang bekerja lahir nafkah halal, dan dari keimanannya lahir pelajaran bahwa sedekah terbaik sering kali dimulai dari keluarga yang kita cintai. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.





