• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

24/07/2021
in Khazanah
Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

Foto: Pixabay

74
SHARES
569
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita? Oleh : Handika Putra

chanelmuslim.com – Di sebuah pasar tradisional, ada 2 orang ibu yang sedang membeli ikan untuk acara hajatan anaknya. Seperti biasa, pasar tradisional identik dengan ramainya pembeli yang melakukan tawar menawar dan penjual yang melantangkan suaranya untuk memanggil pembeli.

Dua orang ibu tadi membeli ikan disebuah lapak yang tidak jauh dari pintu masuk pasar.

Tidak disangka si penjual ikan sedang bad mood entah apa alasannya, sehingga ia tidak melayani dengan baik. Penjual itu melayani dengan tidak sopan dengan muka masam.

Baca Juga: Jangan Rusak Cinta Pasangan dengan 13 Sikap Ini

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

Ibu pertama jengkel melihat cara pelayanan buruk si penjual ikan, ibu kedua tidak bereaksi apa-apa. Ia malah terlihat tenang dan menikmati memilih ikan-ikan segar, bahkan ia bersikap sopan kepada si penjual.

Ibu pertama heran, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Ibu kedua menjawab, “Kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku bertindak? Kitalah penentu atas sikap kita, bukan orang lain. Kalau dia lagi bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan sebagainya itu mah urusan dia, toh gak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita terpengaruh dengan sikap penjual tadi, berarti kita membiarkan dia mengatur sikap kita dong.”

Dan akhirnya kedua ibu itu pulang dengan membawa ikan besar yang segar.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Sebagian dari kita memang bertindak sebagai reaksi atas aksi yang dilakukan orang lain. Apa yang kita lakukan seringkali dipengaruhi oleh sikap orang lain.

Ketika ada yang bersikap buruk kepada kita, sebagian dari kita mungkin akan membalas keburukan itu. Bahkan bisa jadi membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi.

Ketika ada yang berbicara kasar atau mengejek kita, seringkali dibalas dengan ucapan yang lebih kasar.

Ketika ada teman yang tidak datang ke acara kita, padahal sudah diundang. Seringkali kita membalas dengan tindakan yang sama, tidak datang ke acara mereka.

Ketika ada yang membenci, pelit, jahat, dan segala tindakan negatif yang ditujukan kepada kita, seringkali kita membalas dengan cara yang sama bahkan lebih buruk lagi, lebih membenci mereka, lebih pelit, lebih jahat dan sebagainya.

Membiarkan rasa dendam menyelimuti hati kita, seolah-olah permintaan maaf atau rasa ikhlas tidak kita izinkan keluar dari hati dan mulut kita. Dan lebih memenangkan rasa dendam yang mulai timbul dihati.

Persis seperti kejadian di dalam sebuah sinetron, yang lebih menonjolkan sikap balas dendam dengan tatapan mata yang tajam, hatinya berbisik “awas kamu ya, lihat saja nanti”, dan diakhiri dengan tawa atau senyum kejahatan.

Mungkin sebagian dari kita berpikir, “Idih buat apa berbuat baik kepada orang yang sudah jahat kepada kita? Toh dia gak ada baik-baiknya sama kita, kita doakan saja semoga Allah membalas kejahatan mereka, semoga kamu masuk neraka.”

Makhluk Allah yang ingin umat manusia masuk neraka adalah iblis, kalau kita mendoakan keburukan kepada orang-orang yang kita benci, berarti kita sama dengan???

“Mereka yang tidak mampu memaafkan kesalahan orang lain, telah menghancurkan jembatan yang mereka lalui sendiri, (George herbert).”

Tentunya jika semua orang tetap bersikap demikian, tidakkah kita melihat Rasulullah? Tetap menyuapi makanan kepada yahudi buta yang setiap hari mengejeknya, tetap menjenguk orang yang setiap hari melempari kotoran dan meludahinya.

Itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kita untuk tetap berbuat baik meskiorang-orang disekitar berbuat buruk. Bukan malah membalas keburukannya dengan hal yang lebih buruk.

Belajar untuk tetap sejuk meski berada di tempat panas, belajar untuk tetap manis meski di tempat yang pahit, belajar untuk tetap merasa kecil meski telah menjadi besar, dan belajar untuk tetap tenang meski di badai yang hebat.

Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain berbuat baik dulu terhadap kita? (Mh)

Tags: Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah-Kisah Ajaib dalam Surat al-Kahf

Next Post

100 Kornet untuk Longsor Kuningan

Next Post

100 Kornet untuk Longsor Kuningan

Bounce Street Asia: Wisata Jumper Seru Bareng Keluarga di Artha Gading

Resep Burger Telur Spesial

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    308 shares
    Share 123 Tweet 77
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8922 shares
    Share 3569 Tweet 2231
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11606 shares
    Share 4642 Tweet 2902
  • Praktisi Hukum Dini Eka Putri Edukasi 200 Siswa SIT Al-Kautsar tentang Bahaya Bullying dan Konsekuensi Hukumnya

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4022 shares
    Share 1609 Tweet 1006
  • Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4693 shares
    Share 1877 Tweet 1173
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2290 shares
    Share 916 Tweet 573
  • Membaca Fenomena Distrust Society

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga