• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

24/07/2021
in Khazanah
Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

Foto: Pixabay

73
SHARES
560
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita? Oleh : Handika Putra

chanelmuslim.com – Di sebuah pasar tradisional, ada 2 orang ibu yang sedang membeli ikan untuk acara hajatan anaknya. Seperti biasa, pasar tradisional identik dengan ramainya pembeli yang melakukan tawar menawar dan penjual yang melantangkan suaranya untuk memanggil pembeli.

Dua orang ibu tadi membeli ikan disebuah lapak yang tidak jauh dari pintu masuk pasar.

Tidak disangka si penjual ikan sedang bad mood entah apa alasannya, sehingga ia tidak melayani dengan baik. Penjual itu melayani dengan tidak sopan dengan muka masam.

Baca Juga: Jangan Rusak Cinta Pasangan dengan 13 Sikap Ini

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

Ibu pertama jengkel melihat cara pelayanan buruk si penjual ikan, ibu kedua tidak bereaksi apa-apa. Ia malah terlihat tenang dan menikmati memilih ikan-ikan segar, bahkan ia bersikap sopan kepada si penjual.

Ibu pertama heran, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Ibu kedua menjawab, “Kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku bertindak? Kitalah penentu atas sikap kita, bukan orang lain. Kalau dia lagi bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan sebagainya itu mah urusan dia, toh gak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita terpengaruh dengan sikap penjual tadi, berarti kita membiarkan dia mengatur sikap kita dong.”

Dan akhirnya kedua ibu itu pulang dengan membawa ikan besar yang segar.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Sebagian dari kita memang bertindak sebagai reaksi atas aksi yang dilakukan orang lain. Apa yang kita lakukan seringkali dipengaruhi oleh sikap orang lain.

Ketika ada yang bersikap buruk kepada kita, sebagian dari kita mungkin akan membalas keburukan itu. Bahkan bisa jadi membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi.

Ketika ada yang berbicara kasar atau mengejek kita, seringkali dibalas dengan ucapan yang lebih kasar.

Ketika ada teman yang tidak datang ke acara kita, padahal sudah diundang. Seringkali kita membalas dengan tindakan yang sama, tidak datang ke acara mereka.

Ketika ada yang membenci, pelit, jahat, dan segala tindakan negatif yang ditujukan kepada kita, seringkali kita membalas dengan cara yang sama bahkan lebih buruk lagi, lebih membenci mereka, lebih pelit, lebih jahat dan sebagainya.

Membiarkan rasa dendam menyelimuti hati kita, seolah-olah permintaan maaf atau rasa ikhlas tidak kita izinkan keluar dari hati dan mulut kita. Dan lebih memenangkan rasa dendam yang mulai timbul dihati.

Persis seperti kejadian di dalam sebuah sinetron, yang lebih menonjolkan sikap balas dendam dengan tatapan mata yang tajam, hatinya berbisik “awas kamu ya, lihat saja nanti”, dan diakhiri dengan tawa atau senyum kejahatan.

Mungkin sebagian dari kita berpikir, “Idih buat apa berbuat baik kepada orang yang sudah jahat kepada kita? Toh dia gak ada baik-baiknya sama kita, kita doakan saja semoga Allah membalas kejahatan mereka, semoga kamu masuk neraka.”

Makhluk Allah yang ingin umat manusia masuk neraka adalah iblis, kalau kita mendoakan keburukan kepada orang-orang yang kita benci, berarti kita sama dengan???

“Mereka yang tidak mampu memaafkan kesalahan orang lain, telah menghancurkan jembatan yang mereka lalui sendiri, (George herbert).”

Tentunya jika semua orang tetap bersikap demikian, tidakkah kita melihat Rasulullah? Tetap menyuapi makanan kepada yahudi buta yang setiap hari mengejeknya, tetap menjenguk orang yang setiap hari melempari kotoran dan meludahinya.

Itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kita untuk tetap berbuat baik meskiorang-orang disekitar berbuat buruk. Bukan malah membalas keburukannya dengan hal yang lebih buruk.

Belajar untuk tetap sejuk meski berada di tempat panas, belajar untuk tetap manis meski di tempat yang pahit, belajar untuk tetap merasa kecil meski telah menjadi besar, dan belajar untuk tetap tenang meski di badai yang hebat.

Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain berbuat baik dulu terhadap kita? (Mh)

Tags: Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah-Kisah Ajaib dalam Surat al-Kahf

Next Post

100 Kornet untuk Longsor Kuningan

Next Post

100 Kornet untuk Longsor Kuningan

Bounce Street Asia: Wisata Jumper Seru Bareng Keluarga di Artha Gading

Resep Burger Telur Spesial

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1911 shares
    Share 764 Tweet 478
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3518 shares
    Share 1407 Tweet 880
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1670 shares
    Share 668 Tweet 418
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1151 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5010 shares
    Share 2004 Tweet 1253
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7991 shares
    Share 3196 Tweet 1998
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2934 shares
    Share 1174 Tweet 734
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1739 shares
    Share 696 Tweet 435
  • Syarat Kemenangan Menurut Hadis Rasulullah Muhammad

    220 shares
    Share 88 Tweet 55
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga