• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 9 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

24/07/2021
in Khazanah
Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

Foto: Pixabay

73
SHARES
559
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita? Oleh : Handika Putra

chanelmuslim.com – Di sebuah pasar tradisional, ada 2 orang ibu yang sedang membeli ikan untuk acara hajatan anaknya. Seperti biasa, pasar tradisional identik dengan ramainya pembeli yang melakukan tawar menawar dan penjual yang melantangkan suaranya untuk memanggil pembeli.

Dua orang ibu tadi membeli ikan disebuah lapak yang tidak jauh dari pintu masuk pasar.

Tidak disangka si penjual ikan sedang bad mood entah apa alasannya, sehingga ia tidak melayani dengan baik. Penjual itu melayani dengan tidak sopan dengan muka masam.

Baca Juga: Jangan Rusak Cinta Pasangan dengan 13 Sikap Ini

Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?

Ibu pertama jengkel melihat cara pelayanan buruk si penjual ikan, ibu kedua tidak bereaksi apa-apa. Ia malah terlihat tenang dan menikmati memilih ikan-ikan segar, bahkan ia bersikap sopan kepada si penjual.

Ibu pertama heran, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Ibu kedua menjawab, “Kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku bertindak? Kitalah penentu atas sikap kita, bukan orang lain. Kalau dia lagi bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan sebagainya itu mah urusan dia, toh gak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita terpengaruh dengan sikap penjual tadi, berarti kita membiarkan dia mengatur sikap kita dong.”

Dan akhirnya kedua ibu itu pulang dengan membawa ikan besar yang segar.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Sebagian dari kita memang bertindak sebagai reaksi atas aksi yang dilakukan orang lain. Apa yang kita lakukan seringkali dipengaruhi oleh sikap orang lain.

Ketika ada yang bersikap buruk kepada kita, sebagian dari kita mungkin akan membalas keburukan itu. Bahkan bisa jadi membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi.

Ketika ada yang berbicara kasar atau mengejek kita, seringkali dibalas dengan ucapan yang lebih kasar.

Ketika ada teman yang tidak datang ke acara kita, padahal sudah diundang. Seringkali kita membalas dengan tindakan yang sama, tidak datang ke acara mereka.

Ketika ada yang membenci, pelit, jahat, dan segala tindakan negatif yang ditujukan kepada kita, seringkali kita membalas dengan cara yang sama bahkan lebih buruk lagi, lebih membenci mereka, lebih pelit, lebih jahat dan sebagainya.

Membiarkan rasa dendam menyelimuti hati kita, seolah-olah permintaan maaf atau rasa ikhlas tidak kita izinkan keluar dari hati dan mulut kita. Dan lebih memenangkan rasa dendam yang mulai timbul dihati.

Persis seperti kejadian di dalam sebuah sinetron, yang lebih menonjolkan sikap balas dendam dengan tatapan mata yang tajam, hatinya berbisik “awas kamu ya, lihat saja nanti”, dan diakhiri dengan tawa atau senyum kejahatan.

Mungkin sebagian dari kita berpikir, “Idih buat apa berbuat baik kepada orang yang sudah jahat kepada kita? Toh dia gak ada baik-baiknya sama kita, kita doakan saja semoga Allah membalas kejahatan mereka, semoga kamu masuk neraka.”

Makhluk Allah yang ingin umat manusia masuk neraka adalah iblis, kalau kita mendoakan keburukan kepada orang-orang yang kita benci, berarti kita sama dengan???

“Mereka yang tidak mampu memaafkan kesalahan orang lain, telah menghancurkan jembatan yang mereka lalui sendiri, (George herbert).”

Tentunya jika semua orang tetap bersikap demikian, tidakkah kita melihat Rasulullah? Tetap menyuapi makanan kepada yahudi buta yang setiap hari mengejeknya, tetap menjenguk orang yang setiap hari melempari kotoran dan meludahinya.

Itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kita untuk tetap berbuat baik meskiorang-orang disekitar berbuat buruk. Bukan malah membalas keburukannya dengan hal yang lebih buruk.

Belajar untuk tetap sejuk meski berada di tempat panas, belajar untuk tetap manis meski di tempat yang pahit, belajar untuk tetap merasa kecil meski telah menjadi besar, dan belajar untuk tetap tenang meski di badai yang hebat.

Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain berbuat baik dulu terhadap kita? (Mh)

Tags: Siapa yang Berhak Menentukan Sikap Kita?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah-Kisah Ajaib dalam Surat al-Kahf

Next Post

100 Kornet untuk Longsor Kuningan

Next Post

100 Kornet untuk Longsor Kuningan

Bounce Street Asia: Wisata Jumper Seru Bareng Keluarga di Artha Gading

Resep Burger Telur Spesial

  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Jangan Terbawa Arus

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    200 shares
    Share 80 Tweet 50
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Resep Singkong Keju Goreng

    120 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1642 shares
    Share 657 Tweet 411
  • 7 Akun Instagram Influencer Dakwah yang Bikin Kita Nggak Ketinggalan Berita Terkini

    748 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Wanita yang Mendapat Salam dari Rabbnya

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Kebijaksanaan Nabi Sulaiman ketika Memutuskan Perkara Dua Orang Ibu yang Berselisih karena Anaknya Dibawa Serigala

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga