• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 2 November, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Inilah Kisah Pendiri Sekolah Pertama Islam Khusus Perempuan (1)

09/07/2021
in Khazanah
Inilah Kisah Pendiri Sekolah Pertama Islam Khusus Perempuan (1)

Foto: Lontar

196
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Chanelmuslim.com – Tahun 1923 saat Indonesia dijajah Belanda, saat perempuan memiliki keterbatasan untuk mendapatkan pendidikan, seorang putri dari tanah minang yang masih berusia 23 tahun mendirikan sekolah khusus perempuan yang hingga saat ini masih berdiri. Dialah bunda Rahmah El Yunusiyyah yang mendirikan Sekolah Diniyah Putri di Padang Panjang.

Syaikhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyyah  itulah nama asli perempuan yang biasa dipanggil Rahmah. Ia adalah salah satu pahlawan wanita milik bangsa Indonesia. Ia seorang guru, pejuang pendidikan, aktifis kemanusiaan, anggota parlemen wanita RI, dan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Rahmah lahir pada 29 Desember 1900 di Nagari Bukit Surungan, Padangpanjang. Terlahir sebagai anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Muhammad Yunus al-Khalidiyah dan Rafia. Ayahnya Yunus adalah seorang ulama yang pernah menuntut ilmu di Mekkah selama empat tahun. Ia bekerja sebagai qadi di Pandai Sikek, lima kilometer dari Padangpanjang. Keluarga Rafia memiliki hubungan darah dengan Haji Miskin, ulama pemimpin Perang Padri pada awal abad ke-19.

Ayahnya meninggal pada saat Rahmah berusia 6 tahun, kemudian seorang murid ayahnya dipilihkan untuk mengajarinya mengaji. Kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy yang pernah sekolah di Sekolah Desa mengajarinya membaca dan menulis latin dan Arab. Ketika sudah pandai membaca ia sering membaca buku-buku milik kakaknya dan diusia 10 tahun ia sudah senang mendengar kajian dari surau ke surau dan melakukan perbandingan.

Ketika kakaknya mendirikan Dinniyah School sekolah yang memadukan kurikulum umum dan agama, Rahmah ikut mendaftar dan diterima dikelas 3 setara dengan tsanawiyah. Rahmah merasa dengan bercampurnya murid laki-laki dan perempuan dalam kelas yang sama, menjadikan perempuan tidak bebas dalam mengutarakan pendapat dan menggunakan haknya dalam belajar. Ia mengamati banyak masalah perempuan terutama dalam perspektif fiqih tidak dijelaskan secara rinci oleh guru yang notabene laki-laki, sementara murid perempuan enggan bertanya. Kemudian Rahmah mempelajari fiqih lebih dalam kepada Abdul Karim Amrullah di Surau Jembatan Besi, dan tercatat sebagai murid-perempuan pertama yang ikut belajar fiqih, sebagaimana dicatat oleh Hamka.

Setelah itu, Rahmah mendirikan Madrasah Diniyah Lil Banaat (Perguruan Diniyah Putri) di Padang Panjang sebagai sekolah agama Islam khusus wanita pertama di Indonesia pada 1 November 1923. Ia menginginkan agar perempuan memperoleh pendidikan yang sesuai dengan fitrah mereka dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tekadnya, “Kalau saya tidak mulai dari sekarang, maka kaum saya akan tetap terbelakang. Saya harus mulai, dan saya yakin akan banyak pengorbanan yang dituntut dari diri saya. Jika lelaki bisa, kenapa perempuan tidak bisa?”

Rahmah meluaskan penguasaannya dalam beberapa ilmu terapan agar dapat diajarkan pada murid-muridnya. Ia belajar bertenun tradisional, juga secara privat mempelajari olahraga dan senam dengan seorang guru asal Belanda. Selain itu, ia mengikuti kursus kebidanan di beberapa rumah sakit dibimbing beberapa bidan dan dokter hingga mendapat izin membuka praktek sendiri. Berbagai ilmu lainnya seperti ilmu hayat dan ilmu alam ia pelajari sendiri dari buku. Penguasaan Rahmah dalam berbagai ilmu ini yang ia terapkan di Diniyah Putri dan dilimpahkan semua ilmunya itu kepada murid-murid perempuannya.

Pada 1926, Rahmah juga membuka program pemberantasan buta huruf bagi ibu-ibu rumah tangga yang belum sempat mengenyam pendidikan dan dikenal dengan nama Sekolah Menyesal.

Selama pemerintahan kolonial Belanda, Rahmah menghindari aktivitas di jalur politik untuk melindungi kelangsungan sekolah yang dipimpinnya. Ia memilih tidak bekerja sama dengan pemerintah penjajah. Ketika Belanda menawarkan kepada Rahmah agar Diniyah Putri didaftarkan sebagai lembaga pendidikan terdaftar agar dapat menerima subsidi dari pemerintah, Rahmah menolak, mengungkapkan bahwa Diniyah Putri adalah sekolah milik ummat, dibiayai oleh ummat, dan tidak memerlukan perlindungan selain perlindungan Allah. Menurutnya, subsidi dari pemerintah akan mengakibatkan keleluasaan pemerintah dalam memengaruhi pengelolaan Diniyah Putri. (Bersambung)

Sumber : Wikipedia

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Memilih Rumah Kontrakan

Next Post

BSB Raih Penghargaan The Best Bank in Retail Banking Service 

Next Post

BSB Raih Penghargaan The Best Bank in Retail Banking Service 

WHO Serukan Asia untuk Lindungi Diri dari Zika

Ini ?Agenda Jemaah Indonesia Selama Wukuf di Arafah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9663 shares
    Share 3865 Tweet 2416
  • Bagaimana Cara Menanam Cabai di Pot untuk Pemula agar Cepat Tumbuh dan Berbuah?

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Di Balik Panggung Konser Bocelli

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1448 shares
    Share 579 Tweet 362
  • Heboh di Ponpes Putri Hamalatul Qur’an Sukoharjo

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2591 shares
    Share 1036 Tweet 648
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4361 shares
    Share 1744 Tweet 1090
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2516 shares
    Share 1006 Tweet 629
  • KPIPA Gelar Rapat Kerja dan Konsolidasi Mitra Nasional, Targetkan Cabang di 38 Provinsi

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga