PROSES pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas, SMA Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGSc) yang tetap menemukan pengalaman belajar dan berbagi pengetahuan meski kegiatan sekolah telah selesai.
Dalam sebuah kegiatan bersama siswa JIGSc dan Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS), para siswa menikmati waktu bersama di pusat perbelanjaan.
Momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus menerapkan pembelajaran berbasis pengalaman.
Seorang siswi JIGSc mengungkapkan bahwa kegiatan belajar bersama tetap berlangsung meski mereka telah menyelesaikan kegiatan akademik di Janur House. Mereka kemudian melanjutkan kebersamaan dengan makan bersama di Ayam Goreng Bakar.
Baca juga: Pembelajaran Sirah di SMA JIGSc Latih Kemampuan Berpikir Kritis dan Public Speaking Siswa
Belajar Tak Hanya di Kelas, Siswi SMA JIGSc Bagikan Pengalaman Belajar Bersama di Luar Sekolah
“Learning doesn’t only happen in classroom, today after finishing our studies in Janur House we’re at Ayam Goreng Bakar and we’re still sharing knowledge still learning together.”
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa proses belajar dapat berlangsung di berbagai tempat, tidak terbatas pada buku teks maupun ruang kelas.
“We want to say thank you to Mam Fifi for showing us that learning isn’t always about textbook but its also about experiences, teamwork and also we can learn everywhere we go.”
Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada materi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, serta belajar melalui pengalaman langsung.
Momen kebersamaan siswa JIGSc dan JIBBS tersebut turut dibagikan dengan keterangan, “When JIGSC and JIBBS students go to the mall, treated by Mam Fifi!”.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan antar siswa dalam suasana yang lebih santai di luar lingkungan kelas.
Lihat postingan ini di Instagram
Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc) dikenal sebagai sekolah yang memadukan pendidikan akademik dengan pengembangan keterampilan abad ke-21.
Sekolah ini menggunakan Edexcel Curriculum from UK dan tercatat sebagai Official Edexcel Pearson Approved Centre.
Selain pembelajaran akademik, JISc juga mengembangkan keterampilan abad ke-21 melalui berbagai kegiatan, dengan penekanan pada critical thinking dan creative thinking, kemampuan berbahasa Inggris secara aktif, kerja sama, serta pembentukan nilai-nilai Islami melalui program Al-Qur’an.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
JISc juga menerapkan konsep small classes dengan maksimal 16 siswa per kelas serta mengusung konsep “A School Like Home” untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa.
Untuk jenjang secondary, JISc menyebutkan bahwa 98 persen lulusannya masuk perguruan tinggi negeri (PTN), dengan lulusan melanjutkan studi ke sejumlah perguruan tinggi seperti UI, ITB, UGM, ITS, UNIBRAW, dan IPB.
Selain itu, terdapat pula lulusan yang melanjutkan pendidikan ke berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Turkiye, Australia, Malaysia, China, Jepang, hingga Belanda.
Melalui kegiatan di dalam maupun di luar kelas, pengalaman siswa JIGSc dan JIBBS menunjukkan bahwa pembelajaran dapat hadir dalam berbagai situasi. Bagi mereka, kebersamaan, pengalaman, dan kerja sama menjadi bagian dari proses belajar yang melengkapi pembelajaran akademik di sekolah. [Din]





