SUASANA hangat dan penuh keheningan spiritual menyelimuti ballroom Sheraton Hotel Gandaria City, Jakarta Selatan. Lebih dari ratusan kaum Muslimah dan pasangan muda dari berbagai pelosok Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) memadati perhelatan tahunan Khadija Festival 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Mengusung tema utama “Bersamanya Memupuk Cinta Menuju Surganya”, gelaran akbar ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat urban akan ruang edukasi pernikahan yang berlandaskan nilai-nilai syariat sekaligus relevan dengan tantangan zaman.
Sejak pagi hari, antusiasme para peserta terlihat jelas di area venue. Kesadaran masyarakat Jabodetabek untuk membekali diri dengan ketahanan keluarga Islami menjadikan perhelatan kali ini sarat akan aura positif dan kekeluargaan.
Mengurai Rahasia Sakinah ala Ustaz Muhammad Assad di Khadija Festival 2026

3 Pilar Rumah Tangga dan Seni Bahasa Cinta ala Rasulullah
Sesi paling dinantikan dalam Khadija Festival 2026 adalah kajian mendalam bersama pembicara dan edukator islami kenamaan, Ustaz Muhammad Assad, M.Sc. Dengan gaya komunikasi yang komunikatif, lugas, dan dekat dengan generasi muda, beliau memaparkan bahwa fondasi pernikahan bukan sekadar soal keterikatan fisik, melainkan perjalanan ibadah yang panjang.
Dalam pemaparannya, Ustadz Muhammad Assad menyoroti akar masalah yang sering membuat pasangan merasa gundah dalam pernikahan. Beliau menegaskan bahwa kegagalan meraih kedamaian dalam rumah tangga kerap kali berakar dari minimnya bekal spiritual dan intelektual.
Suasana ruangan mendadak hening tatkala beliau menyampaikan pesan kunci mengenai resep menjaga keharmonisan pasangan suami-istri secara konkrit:
“Kenapa ada orang yang menyesal kurang menikah? Karena ia kurang iman, kurang ilmu, dan kurang ihsan. Tujuan pernikahan adalah untuk mendatangkan sakinah, mawaddah, warrahmah. Menikah itu isinya adalah ngobrol. Untuk menjaga mawaddah dalam pernikahan harus punya 5 love language seperti Rasulullah yang punya 5 love language, Word of Affirmation, Physical Touch, Quality Time, Receiving Gifts, Act of Service,” terang Ustadz Muhammad Assad di hadapan ratusan jamaah.
Kutipan tersebut menjadi bahan perenungan mendalam bagi para peserta. Beliau menjelaskan bahwa komunikasi rutin atau “ngobrol” adalah jantung dari sebuah hubungan. Dengan menyelaraskan 5 love language (bahasa cinta) sesuai keteladanan Rasulullah SAW, pasangan dapat merawat benih mawaddah agar tidak redup tergerus rutinitas.
Gaung Antusiasme Jamaah dari Penjuru Jabodetabek
Khadija Festival 2026 tidak sekadar menjadi tempat menyerap ilmu keagamaan, melainkan juga wadah mempererat tali silaturahmi antar-sesama Muslimah di kawasan aglomerasi. Jamaah yang hadir melintasi batas kota, sengaja datang sejak pagi demi menyimak pembahasan seputar pembinaan keluarga sakinah ini.
Selain sesi kajian inti, rangkaian Khadija Festival 2026 juga menghadirkan area interaksi komunitas Muslimah, bazar produk gaya hidup halal, serta ruang diskusi yang mendukung penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Membawa Pulang Bekal Surga ke Rumah Tangga
Penyelenggaraan Khadija Festival di penghujung Oktober 2026 ini menegaskan pentingnya wadah edukasi keluarga di tengah derasnya arus modernisasi kota besar. Rumah tangga yang kokoh dibangun atas perpaduan antara keteguhan iman, kecukupan ilmu, kelembutan ihsan, serta komunikasi yang sehat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Melalui pesan-pesan yang disampaikan dalam acara ini, ratusan jamaah yang hadir diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat ke dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, memupuk cinta menuju surga-Nya adalah proses berkelanjutan yang harus dirawat setiap hari melalui tutur kata yang baik, perhatian yang tulus, dan ketaatan bersama kepada Allah SWT. [DW]



