TUMBUH di era yang terus berubah membuat banyak anak muda merasa harus cepat menemukan arah hidupnya. Namun, di tengah harapan dan tuntutan, keraguan pada diri sendiri serta kelelahan mental kerap hadir tanpa banyak disadari.
Menjawab kebutuhan tersebut, Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) kembali menggelar SKY NIGHT (Sunda Kelapa Youth Night) 2026 pada 10-11 Oktober 2026 di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum RISKA, Rizaldi Prasetyo, ia menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan SKY NIGHT 2026 dapat menjadi awal yang baik untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan positif, serta keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.
Lewat SKY Night 2026, RISKA Ajak Anak Muda Refleksi di Tengah Riuh Kota

Sementara itu, Dewan Pengurus MASK, Ahmad Hurairah Nurhani, menegaskan keterbukaan RISKA dan Masjid Agung Sunda Kelapa bagi siapa pun yang ingin bergabung, berkontribusi, dan tumbuh bersama dalam menyebarkan kebaikan.
Mengusung tema “Self Growth: Menata Hati, Menemukan Arah Kembali”, SKY NIGHT 2026 dikemas sebagai Youth Night Experience, yaitu pengalaman bermalam di masjid yang memadukan diskusi, refleksi diri, kajian interaktif, hingga ibadah malam dalam suasana yang hangat dan inklusif. Para peserta diajak melalui lima tahapan reflektif, yaitu PAUSE, REFLECT, ACCEPT, LEARN, dan GROW, untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas, merefleksikan perjalanan hidup, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, RISKA ingin menghadirkan masjid sebagai ruang bagi anak muda untuk menemukan ketenangan, mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman, dan bersama-sama bertumbuh dalam kebaikan.
Untuk menghadirkan pengalaman yang bermakna, SKY NIGHT 2026 menghadirkan rangkaian sesi inspiratif bersama para pemateri yang berkompeten di bidangnya. Bertempat di Aula Sakinah Masjid Agung Sunda Kelapa, sesi diskusi pertama menghadirkan Kak Dihqon Nadaamist, Founder Cleansheet, dengan materi bertajuk “Pelan-Pelan Menemukan Arah”. Diskusi ini dipandu oleh Bang Faris Lukmanul Hakim selaku moderator.
Dalam sesi ini, ia membagikan kisah jatuh bangun merintis usaha sosiopreneur, cara mengenali minat (passion), menghadapi tekanan sosial, serta pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang positif dan memetakan rutinitas harian untuk menjaga fokus hidup. Ia juga menekankan pentingnya meluruskan niat, membangun jejaring, dan berserah diri (tawakal) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menghadapi masa-masa sulit.
Pada sesi berikutnya, Ustadz Asep Supriatna, Founder Benefit Indonesia, mengajak peserta untuk merefleksikan diri terhadap pengalaman sehari-hari sesuai dengan peran yang sedang dijalani, baik sebagai pekerja, entrepreneur maupun peran lainnya. Salah satu contoh refleksi diri yang ia berikan ketika seseorang merasa telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi belum memperoleh apresiasi yang diharapkan.
Jika kecenderungan ini berlangsung dalam jangka panjang, tekanan yang muncul dapat memicu kelelahan emosional (emotional exhaustion). Dalam menyikapi hal tersebut, Ustadz Asep Supriatna memaparkan pemahaman untuk mengelola dinamika emosi melalui konsep Window of Tolerance dengan cara memproses dan mempertimbangkan suatu permasalahan dengan tenang sehingga dapat mengendalikan respons yang sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Dalam sesi ini, ia mengajak generasi muda untuk tidak terus terbebani oleh ekspektasi orang lain, berani memiliki mimpi besar, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam mencari ketenangan dan meraih rida-Nya.
Suasana SKY NIGHT 2026 semakin bermakna dan terasa khidmat melalui sesi muhasabah dan ibadah qiyamulail yang berlangsung di Ruang Ibadah Utama (RIU) Masjid Agung Sunda Kelapa. Rangkaian Ibadah dipimpin oleh Ustadz Rizal Wahid, seorang imam muda sekaligus penulis, dengan rangkaian salat yang terdiri atas empat rakaat salat tahajud, dua rakaat salat taubat, dan satu rakaat salat witir. Setelah pelaksanaan salat, Ustadz Rizal Wahid menyampaikan tausiyah yang mengajak peserta untuk senantiasa berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.di tengah berbagai ujian kehidupan. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki pergumulannya masing-masing, tetapi luasnya rahmat Allah menjadi alasan
untuk tidak kehilangan harapan. Keyakinan bahwa Allah Maha Besar dan senantiasa menyediakan jalan keluar diharapkan dapat menguatkan hati dalam menghadapi setiap kesulitan. Ia juga mengingatkan bahwa salat tahajud bukan semata-mata tentang berharap agar masalah segera berakhir, melainkan juga tentang memohon ketenangan, kesabaran, dan kelapangan hati untuk menjalaninya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada akhirnya, menemukan arah kembali bukan selalu tentang memiliki semua jawaban, melainkan tentang keberanian untuk berhenti sejenak, mengenali diri, dan melanjutkan perjalanan dengan hati yang lebih tertata. Melalui SKY NIGHT 2026, RISKA mengajak generasi muda untuk menjadikan proses tersebut sebagai bagian dari perjalanan menuju diri yang lebih baik, dengan masjid sebagai ruang untuk kembali, saling menguatkan, dan bertumbuh bersama. [DW]





