KESABARAN menjadi salah satu bekal terpenting dalam menjalani berbagai ujian kehidupan. Pesan tersebut disampaikan Ustadzah Oki Setiana Dewi dalam sesi kedua kajian Ruang Pulang 1.0 yang diselenggarakan oleh Makna & Co di The Margo Hotel, Depok. Mengangkat tema “Saat Dunia Menilai Hasil, Allah Menilai Hati”, kajian ini mengajak ratusan muslimah untuk memahami bahwa ukuran keberhasilan di sisi Allah tidak selalu sama dengan penilaian manusia.
Acara yang mengusung tema besar “Muhasabah Diri, Menenangkan Hati” tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak pagi, ballroom The Margo Hotel dipenuhi muslimah yang ingin mengikuti rangkaian kajian bersama Ustadzah Oki Setiana Dewi pada sesi pertama dan kedua, serta Ustadz Muhammad Assad, M.Sc pada sesi ketiga.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Oki mengingatkan bahwa kehidupan seorang muslim tidak pernah terlepas dari ujian. Namun, menurutnya, ujian bukanlah tanda bahwa Allah meninggalkan hamba-Nya. Sebaliknya, ujian menjadi salah satu cara Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman.
Baca Juga: Makna Fest 2026: Ustadz Salim Aljufri Ungkap Kunci Tetap Kuat di Tengah Ujian
Belajar Sabar dari Nabi Ayub AS, Pesan Ustadzah Oki Setiana Dewi di Ruang Pulang 1.0
Untuk menggambarkan makna kesabaran, Ustadzah Oki mengangkat kisah Nabi Ayub AS yang dikenal sebagai sosok dengan kesabaran luar biasa. Nabi Ayub diuji dengan kehilangan harta, keluarga, serta kesehatan dalam waktu yang panjang. Meski demikian, beliau tidak pernah berhenti bersyukur dan tetap menjaga prasangka baik kepada Allah SWT.
Menurut Ustadzah Oki, kisah Nabi Ayub memberikan pelajaran bahwa kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan tetap berikhtiar sambil meyakini bahwa setiap ketentuan Allah mengandung hikmah yang terbaik.
Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 155 yang menjelaskan bahwa setiap manusia pasti akan diuji dalam berbagai bentuk.
“Allah akan mengujimu sesuai dengan yang ada di Surah Al-Baqarah ayat 155 yaitu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan. Namun Allah akan memberikan kabar gembira pada orang-orang yang sabar,” ujar Ustadzah Oki Setiana Dewi.
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan setiap mukmin. Bentuknya bisa berupa rasa takut terhadap masa depan, kesulitan ekonomi, kehilangan orang yang dicintai, maupun berbagai persoalan lainnya. Namun Allah juga telah memberikan janji bahwa orang-orang yang mampu bersabar akan memperoleh kabar gembira dan pertolongan dari-Nya.

Ustadzah Oki menambahkan bahwa sering kali manusia terlalu sibuk mengejar hasil yang terlihat oleh dunia. Kesuksesan kerap diukur dari jabatan, harta, atau pencapaian yang bersifat materi. Padahal, Allah lebih dahulu melihat hati seorang hamba, termasuk keikhlasan, kesabaran, dan keteguhannya ketika menghadapi ujian.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pesan tersebut disambut antusias oleh para peserta. Suasana kajian berlangsung khusyuk, bahkan beberapa jamaah tampak menitikkan air mata saat Ustadzah Oki mengajak mereka merenungkan berbagai ujian yang pernah dialami dalam hidup. Banyak peserta juga terlihat mencatat poin-poin penting sebagai bekal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tema “Saat Dunia Menilai Hasil, Allah Menilai Hati”, Ruang Pulang 1.0 menjadi ruang refleksi bagi para muslimah untuk kembali memahami bahwa nilai seorang hamba di hadapan Allah tidak ditentukan oleh banyaknya pencapaian duniawi. Sebaliknya, hati yang penuh kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan kepada Allah menjadi bekal utama dalam menjalani setiap fase kehidupan. Kajian ini sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap ujian selalu tersimpan kesempatan untuk semakin mendekat kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas iman. [DW]


