BANYAK perempuan mengira menopause hanya akan terjadi ketika memasuki usia 50 tahun. Padahal, ada kondisi yang disebut menopause dini, yaitu berhentinya menstruasi secara permanen sebelum usia 40 tahun. Meski tidak terlalu sering terjadi, kondisi ini perlu dikenali karena dapat memengaruhi kesuburan, kesehatan tulang, hingga kualitas hidup perempuan.
Menopause sendiri merupakan proses alami ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur dan produksi hormon estrogen menurun. Pada umumnya, menopause terjadi pada usia 45–55 tahun. Jika terjadi jauh lebih awal, dokter akan mencari penyebab yang mendasarinya karena tidak semua kasus disebabkan oleh faktor usia.
Baca Juga: Hidup Adalah Kesempatan Sebelum Kematian Tiba
Waspadai Menopause Dini Sejak Usia Muda, Ini Penyebabnya!
Apa saja penyebab menopause dini?
1. Kelainan genetik
Salah satu penyebab yang paling dikenal adalah faktor genetik. Beberapa perempuan terlahir dengan kelainan kromosom, seperti sindrom Turner, atau memiliki riwayat keluarga yang mengalami menopause dini. Kondisi ini dapat menyebabkan fungsi ovarium menurun lebih cepat dibandingkan perempuan pada umumnya.
2. Penyakit autoimun
Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru dapat menyerang jaringan ovarium. Akibatnya, produksi hormon estrogen menurun dan fungsi indung telur terganggu. Penyakit tiroid, rheumatoid arthritis, lupus, hingga penyakit Addison termasuk beberapa kondisi autoimun yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko menopause dini.
3. Kemoterapi dan radioterapi
Perempuan yang menjalani pengobatan kanker juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami menopause lebih awal. Kemoterapi maupun radioterapi di area panggul dapat merusak jaringan ovarium sehingga kemampuan menghasilkan sel telur berkurang. Risiko ini bergantung pada usia pasien, jenis terapi, dan dosis pengobatan yang diterima.
4. Operasi pengangkatan ovarium
Operasi pengangkatan satu atau kedua ovarium menjadi penyebab lain menopause dini. Bila kedua ovarium diangkat, menopause dapat terjadi secara langsung karena sumber utama hormon estrogen hilang. Sementara itu, pengangkatan rahim tanpa mengangkat ovarium tetap dapat meningkatkan kemungkinan menopause datang lebih cepat.
5. Kebiasaan merokok
Gaya hidup juga berperan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang merokok cenderung mengalami menopause satu hingga dua tahun lebih cepat dibandingkan yang tidak merokok. Zat kimia dalam asap rokok dapat memengaruhi fungsi ovarium dan mempercepat penurunan hormon reproduksi.
***
Menopause dini tidak selalu diawali dengan berhentinya haid secara mendadak. Sebagian perempuan mengalami siklus menstruasi yang semakin tidak teratur, hot flashes atau rasa panas pada wajah dan tubuh, sulit tidur, perubahan suasana hati, vagina kering, serta penurunan gairah seksual. Bila keluhan ini muncul sebelum usia 40 tahun, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan hormon yang tepat.
Yang tak kalah penting, menopause dini bukan berarti akhir dari kehidupan sehat seorang perempuan. Dengan diagnosis yang tepat, pola hidup seimbang, olahraga teratur, serta penanganan medis bila diperlukan, banyak perempuan tetap dapat menjalani aktivitas secara optimal. Mengenali penyebabnya sejak dini menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah komplikasi di kemudian hari. [DW]





