BUAH mengkudu mungkin bukan buah yang paling sering muncul dalam menu sehari-hari. Aromanya cukup kuat dan rasanya juga khas. Namun, buah dengan nama ilmiah Morinda citrifolia L. ini sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai keluhan, termasuk yang berkaitan dengan gula darah. Lantas, benarkah mengkudu bisa memberikan manfaat bagi penderita diabetes?
Jawabannya tidak sesederhana “mengkudu dapat menyembuhkan diabetes”. Sejumlah penelitian memang menemukan adanya potensi mengkudu dalam membantu mengontrol kadar gula darah, tetapi bukti yang tersedia masih terbatas. Karena itu, buah ini lebih tepat dipandang sebagai bahan pangan pendamping, bukan pengganti obat diabetes.
Baca Juga: Bukan Sekadar Penambah Gizi, Ini Manfaat Daun Kelor yang Jarang Diketahui
Benarkah Buah Mengkudu Bisa Membantu Mengontrol Gula Darah? Ini Penjelasannya
Mengapa Mengkudu Diduga Bisa Membantu?
Mengkudu mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa mengkudu banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan metabolik.
Penelitian di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dilakukan pada tikus diabetes menemukan bahwa pemberian jus buah Morinda citrifolia dapat menurunkan kadar glukosa darah pada hewan percobaan. Penelitian lain dari Universitas Diponegoro juga menemukan adanya penurunan kadar gula darah pada tikus diabetes setelah pemberian ekstrak etanol mengkudu. Namun, hasil penelitian pada hewan tidak bisa langsung dianggap sama dengan efek pada manusia.
Bagaimana dengan Penelitian pada Manusia?
Ada penelitian yang cukup menarik mengenai konsumsi jus mengkudu pada pasien diabetes tipe 2. Studi yang diterbitkan pada 2018 melibatkan 20 pasien diabetes tipe 2 yang sebelumnya telah menjalani penanganan standar, termasuk pengaturan pola makan dan penggunaan obat antidiabetes dan/atau insulin.
Dalam penelitian tersebut, peserta mengonsumsi jus mengkudu selama delapan minggu. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar gula darah pagi dan penurunan nilai HbA1c secara signifikan. Meski demikian, penelitian tersebut memiliki jumlah peserta yang kecil dan tidak membuktikan bahwa mengkudu dapat menggantikan pengobatan medis.
Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa mengkudu memiliki potensi untuk diteliti lebih jauh. Namun, masih diperlukan penelitian dengan jumlah peserta lebih banyak, desain yang lebih kuat, serta waktu pengamatan lebih panjang untuk memastikan manfaat dan keamanan penggunaannya.
Jangan Sembarangan Mengonsumsi Jus Mengkudu
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara mengonsumsi mengkudu. Buah ini sering diolah menjadi jus atau minuman herbal. Jika ditambahkan gula, madu, atau pemanis dalam jumlah banyak, manfaat yang diharapkan justru dapat berkurang karena asupan gula menjadi lebih tinggi.
Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan juga mencatat bahwa jus mengkudu mengandung karbohidrat serta berbagai senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan iridoid. Namun, Kemenkes menyebutkan belum ada studi ilmiah yang dapat menjadi dasar pedoman pasti mengenai dosis konsumsi jus mengkudu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jika kamu memiliki diabetes dan ingin mengonsumsi mengkudu secara rutin, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama jika sedang menggunakan obat penurun gula darah. Pengobatan yang diresepkan tetap menjadi bagian utama pengendalian diabetes, sementara pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, dan pemantauan gula darah tetap tidak boleh diabaikan. [DW]





