MEMASUKI usia 6 bulan, si Kecil mulai diperkenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya yang berkembang pesat. Dalam menyusun menu harian bayi, pemilihan bahan makanan padat nutrisi (nutrient-dense) sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Salah satu bahan makanan favorit yang sering direkomendasikan para ahli nutrisi untuk variasi MPASI adalah keju.
Selain memiliki rasa gurih alami yang disukai si Kecil, keju menyimpan segudang gizi esensial seperti kalsium, lemak sehat, protein, dan berbagai vitamin. Mengutip panduan kesehatan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), keju sudah diperbolehkan untuk dikenalkan sebagai bahan tambahan MPASI sejak awal masa pemberian makanan padat, asalkan dipilih jenis keju yang tepat dan rendah natrium.
Baca Juga: Ini 5 Manfaat Air Rebusan Nanas untuk Kesehatan Tubuh agar Kembali Prima
5 Manfaat Keju untuk MPASI dan Cara Aman Menyajikannya
Bagi kamu yang ingin mengolah bahan olahan susu ini ke dalam menu si Kecil, berikut ulasan lengkap mengenai lima manfaat keju untuk MPASI beserta sumber referensinya.
1. Mendukung Pertumbuhan Tulang dan Gigi yang Kuat
Manfaat paling utama dari pemberian keju pada MPASI adalah kandungan kalsium dan fosfornya yang sangat tinggi. Berdasarkan artikel kesehatan dari Alodokter, kalsium merupakan mineral vital yang dibutuhkan bayi pada masa pertumbuhan pesat untuk membentuk kepadatan struktur tulang dan merangsang pertumbuhan gigi pertama. Mengonsumsi keju secara teratur dalam porsi terukur membantu memastikan kecukupan asupan mineral harian bayi, sehingga risiko gangguan pertumbuhan tulang dapat dicegah sejak dini.
2. Sumber Lemak Sehat untuk Menambah Berat Badan Bayi
Pada awal masa MPASI, bayi membutuhkan asupan kalori dan lemak yang mencukupi untuk mendukung perkembangan fisik serta aktivitas motoriknya. Melansir ulasan nutrisi dari Hello Sehat, keju mengandung lemak sehat alami yang bertindak sebagai sumber energi terkonsentrasi. Penambahan keju pada makanan bayi dapat membantu meningkatkan kepadatan kalori dalam porsi makan yang kecil. Trik ini sangat berguna sebagai booster berat badan alami bagi si Kecil yang tergolong susah naik berat badannya (faltering weight).
3. Membantu Perkembangan Otak dan Sistem Saraf
Selain sebagai sumber energi, lemak dan protein berkualitas tinggi di dalam keju berperan penting dalam pembentukan jaringan otak. Mengutip panduan medis dari Halodoc, keju olahan susu kaya akan asam lemak serta Vitamin B12. Vitamin B12 dan komponen lemak esensial berfungsi memelihara pembentukan selubung mielin pada sel-sel saraf, yang sangat krusial untuk perkembangan fungsi kognitif, daya ingat, serta ketangkasan motorik si Kecil di masa keemasannya (golden age).
4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dan Pertumbuhan Jaringan
Keju merupakan salah satu sumber protein hewani yang lengkap karena mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh bayi. Merujuk pada riset kesehatan dari KlikDokter, protein dalam keju bertindak sebagai bahan pembangun utama untuk memperbaiki sel-sel tubuh, membentuk jaringan otot baru, serta memproduksi antibodi. Asupan protein hewani yang adekuat dari keju sangat ampuh dalam memperkuat sistem imunitas bayi, sehingga si Kecil tidak mudah terserang infeksi penyakit.
5. Memperkaya Cita Rasa Alami dan Mencegah Bayi Lepuh Saat Makan (GTM)
Masa peralihan dari ASI ke makanan padat sering kali diwarnai dengan fase Gerakan Tutup Mulut (GTM) karena bayi merasa bosan dengan rasa makanan yang tawar. Mengutip saran dari situs kuliner Masak Apa Hari Ini?, menambahkan keju parut atau keju leleh ke dalam bubur bayi dapat memberikan aroma harum yang menggugah selera serta rasa gurih alami (umami). Kehadiran rasa gurih dari keju ini menjadi solusi sehat untuk melezatkan MPASI tanpa perlu menambahkan garam dapur atau penyedap rasa berlebih yang belum disarankan untuk bayi di bawah usia 1 tahun.
Tips Aman Memberikan Keju untuk MPASI
Meskipun keju kaya akan manfaat, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan para orang tua sebelum menyajikannya:
Pilih Keju Pasteurisasi: Pastikan keju terbuat dari susu yang telah dipasteurisasi untuk memastikan bebas dari bakteri bahaya seperti Listeria.
Pilih Jenis Rendah Natrium: Gunakan keju khusus bayi (baby cheese), keju cream, ricotta, atau plain cheddar dengan kandungan garam (natrium) yang paling rendah.
Waspadai Alergi Susu Sapi: Karena keju merupakan produk olahan susu sapi, terapkan aturan 3 hari (3-day wait rule) saat pertama kali mengenalkannya untuk memantau reaksi alergi seperti ruam kulit atau diare.
***
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dengan memilih jenis keju yang tepat dan menyajikannya secara bervariasi, menu MPASI si Kecil tidak hanya menjadi lebih lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi penting demi tumbuh kembang yang optimal. [DW]





