• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 26 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Langkah Ini Penting Agar Corona Tidak Merusak Jiwa Kita

25/03/2020
in Editorial
73
SHARES
558
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Wabah corona nyaris kian tak terbendung memunculkan kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan warga dunia, termasuk Indonesia. Bukan hanya fisik yang bisa diserang wabah corona. Jiwa kita pun bisa terbawa arus horor corona.

Langkah berikut ini mungkin tidak ada salahnya dipahami dan dilakukan. Yaitu, bagaimana wabah ini hanya sebatas problem kesehatan, bukan menjalar sebagai masalah sosial, ekonomi, politik, dan mungkin agama.

Pertama, sikapi perkembangan atau arus informasi tentang corona secara bijak, tenang, dan dewasa. Jangan disikapi seperti bola salju yang menggelinding cepat, menggulung semua hal yang dilewati.

Terutama, arus informasi yang membanjiri media sosial kita. Dalam kasus ini, kita seperti diuji untuk teliti. Pintar-pintarlah untuk mengklasifikasi informasi yang masuk dalam kelompok yang bisa dipilah secara kasar.

Yaitu, informasi tidak benar. Informasi ini tidak memiliki sumber atau rujukan. Tujuan informasi ini hanya menyebarkan kekacauan, ketakutan, dan kecemasan di masyarakat.

Berikutnya, informasi yang benar tapi tidak valid. Faktanya memang ada, tapi konteksnya sama sekali tidak sesuai. Contoh, video tentang penumpang bis yang wafat dan ditangani oleh tim medis berpakaian lengkap.

Informasinya memang benar, tapi si jenazah wafat bukan karena wabah corona. Tapi karena penyakit lain. Setelah diselidiki, almarhum meninggal karena sakit maag kronis. Sayangnya, hasil penyelidikan ini tidak diviralkan seperti viralnya video di awal.

Begitu pun tentang seorang penumpang KRL yang tiba-tiba terhuyung ke kursi penumpang. Seolah, ada penumpang KRL yang terserag corona dan kemudian mati di gerbong KRL. Ternyata, setelah dikonfirmasi ke pihak KRL, penumpang ini terhuyung karena sakit maag. Setelah mendapat perawatan sebentar, penumpang ini pun melanjutkan perjalanannya.

Ada lagi informasi yang benar dan valid. Tapi, dikeluarkan secara bombastis. Orang seperti tersihir dalam arus serba menakutkan tentang corona. Padahal, tidak semua informasi benar dan valid bisa disebarkan asal saja. Harus mencermati keadaan pembaca.

Kedua, usahakan untuk tidak cemas. Ada perbedaan mendasar antara cemas dan waspada. Kalau waspada dilakukan secara terukur: kenapa harus berjarak, kenapa harus tetap di rumah, kenapa harus mengenakan masker, dan seterusnya.

Sementara cemas, tidak punya ukuran yang jelas. Contoh, kalau saya beli beras, apakah beras itu bebas virus corona. Kalau saya beli sayur mayur, apakah sudah terjamin di sayuran itu tidak ada virus corona. Kalau saya punya uang kertas, apakah uangnya tidak tertempel virus. Kalau ada tetangga komplek yang positif corona, apakah udara di sekitar komplek banyak coronanya. Dan seterusnya.

Hal tersebut adalah di antara contoh kecemasan yang terus terakumulasi menjadi serba ketidakpastian. Dan semuanya, serba tidak terukur dengan jelas. Repot sekali memastikan beras, sayuran, duit, memang benar-benar bersih dari virus. Jangan-jangan, kita menjadi curiga kalau isteri, atau suami, anak-anak, sudah terinfeksi virus corona.

Dalam bahasa agama disebut dengan hamun. Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk berdoa, Allahumma inni a’uzubika minal hammi wal hazni. Ya Allah, lindungi aku dari hamun dan haznun. Hamun diterjemahkan sebagai kecemasan, dan haznun sebagai kesedihan.

Definisinya sederhana, hamun adalah ketidaknyaman hati terhadap sesuatu yang belum terjadi. Dan haznun adalah ketidaknyaman hati terhadap sesuatu yang sudah terjadi. Padahal, semua yang akan dan sudah terjadi di dunia ini sudah ditentukan oleh Allah swt., jauh sebelum kita diciptakan.

Jadi, lakukanlah apa yang bisa kita lakukan, dan jangan membayangkan sesuatu yang tidak mungkin kita lakukan. Pada posisi ini, kita tingkatkan tawakal kepada Allah.

Ketiga, jagalah prasangka baik terhadap Allah dan orang-orang di sekitar kita. Allah swt. menurunkan wabah ini sebagai ujian dan juga teguran. Semua itu demi agar kita kembali, dekat, dan taat kepada Allah. Bukan sebaliknya, menjadi kian membangkang.

Berprasangka baik juga kepada orang di sekitar kita. Silakan lakukan social distancing atau membatasi ruang sosial kita. Seperti, tidak melakukan pertemuan jumlah banyak orang, mengurangi komunikasi langsung, dan seterusnya.

Namun, hanya jarak fisik saja yang perlu dibatasi. Tapi, hubungan baik, saling hormat dan sayang, tidak akan pernah berjarak. Dan hal ini hanya sementara, bukan untuk selamanya atau menjadi karakter baru kita. (Mh)

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

BAZNAS Bangun Ruang Isolasi Observasi untuk Suspect Covid-19

Next Post

Aleg PKS Bagikan Paket Penanggulangan Persebaran Virus Corona

Next Post

Aleg PKS Bagikan Paket Penanggulangan Persebaran Virus Corona

Lawan Rasa Bosan Buah Hati dengan Es Krim Alpukat, Dijamin Mudah dan Menyenangkan

Israel Laporkan Kematian Ketiga Akibat Virus Corona

  • Begini Cara Membuat Tekwan Khas Palembang yang Gurih di Rumah

    Begini Cara Membuat Tekwan Khas Palembang yang Gurih di Rumah

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8499 shares
    Share 3400 Tweet 2125
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    425 shares
    Share 170 Tweet 106
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2157 shares
    Share 863 Tweet 539
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4347 shares
    Share 1739 Tweet 1087
  • Daftar Sunscreen Halal MUI yang Perlu Kamu Ketahui

    2162 shares
    Share 865 Tweet 541
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    513 shares
    Share 205 Tweet 128
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11366 shares
    Share 4546 Tweet 2842
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga