ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 05 Juni 2020 | 14 Syawwal 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
EDITORIAL

Langkah Ini Penting Agar Corona Tidak Merusak Jiwa Kita

25 March 2020 11:22:26
corona
Ilustrasi, foto: warhamna.com

ChanelMuslim.com- Wabah corona nyaris kian tak terbendung memunculkan kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan warga dunia, termasuk Indonesia. Bukan hanya fisik yang bisa diserang wabah corona. Jiwa kita pun bisa terbawa arus horor corona.

Langkah berikut ini mungkin tidak ada salahnya dipahami dan dilakukan. Yaitu, bagaimana wabah ini hanya sebatas problem kesehatan, bukan menjalar sebagai masalah sosial, ekonomi, politik, dan mungkin agama.

Pertama, sikapi perkembangan atau arus informasi tentang corona secara bijak, tenang, dan dewasa. Jangan disikapi seperti bola salju yang menggelinding cepat, menggulung semua hal yang dilewati.

Terutama, arus informasi yang membanjiri media sosial kita. Dalam kasus ini, kita seperti diuji untuk teliti. Pintar-pintarlah untuk mengklasifikasi informasi yang masuk dalam kelompok yang bisa dipilah secara kasar.

Yaitu, informasi tidak benar. Informasi ini tidak memiliki sumber atau rujukan. Tujuan informasi ini hanya menyebarkan kekacauan, ketakutan, dan kecemasan di masyarakat.

Berikutnya, informasi yang benar tapi tidak valid. Faktanya memang ada, tapi konteksnya sama sekali tidak sesuai. Contoh, video tentang penumpang bis yang wafat dan ditangani oleh tim medis berpakaian lengkap.

Informasinya memang benar, tapi si jenazah wafat bukan karena wabah corona. Tapi karena penyakit lain. Setelah diselidiki, almarhum meninggal karena sakit maag kronis. Sayangnya, hasil penyelidikan ini tidak diviralkan seperti viralnya video di awal.

Begitu pun tentang seorang penumpang KRL yang tiba-tiba terhuyung ke kursi penumpang. Seolah, ada penumpang KRL yang terserag corona dan kemudian mati di gerbong KRL. Ternyata, setelah dikonfirmasi ke pihak KRL, penumpang ini terhuyung karena sakit maag. Setelah mendapat perawatan sebentar, penumpang ini pun melanjutkan perjalanannya.

Ada lagi informasi yang benar dan valid. Tapi, dikeluarkan secara bombastis. Orang seperti tersihir dalam arus serba menakutkan tentang corona. Padahal, tidak semua informasi benar dan valid bisa disebarkan asal saja. Harus mencermati keadaan pembaca.

Kedua, usahakan untuk tidak cemas. Ada perbedaan mendasar antara cemas dan waspada. Kalau waspada dilakukan secara terukur: kenapa harus berjarak, kenapa harus tetap di rumah, kenapa harus mengenakan masker, dan seterusnya.

Sementara cemas, tidak punya ukuran yang jelas. Contoh, kalau saya beli beras, apakah beras itu bebas virus corona. Kalau saya beli sayur mayur, apakah sudah terjamin di sayuran itu tidak ada virus corona. Kalau saya punya uang kertas, apakah uangnya tidak tertempel virus. Kalau ada tetangga komplek yang positif corona, apakah udara di sekitar komplek banyak coronanya. Dan seterusnya.

Hal tersebut adalah di antara contoh kecemasan yang terus terakumulasi menjadi serba ketidakpastian. Dan semuanya, serba tidak terukur dengan jelas. Repot sekali memastikan beras, sayuran, duit, memang benar-benar bersih dari virus. Jangan-jangan, kita menjadi curiga kalau isteri, atau suami, anak-anak, sudah terinfeksi virus corona.

Dalam bahasa agama disebut dengan hamun. Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk berdoa, Allahumma inni a’uzubika minal hammi wal hazni. Ya Allah, lindungi aku dari hamun dan haznun. Hamun diterjemahkan sebagai kecemasan, dan haznun sebagai kesedihan.

Definisinya sederhana, hamun adalah ketidaknyaman hati terhadap sesuatu yang belum terjadi. Dan haznun adalah ketidaknyaman hati terhadap sesuatu yang sudah terjadi. Padahal, semua yang akan dan sudah terjadi di dunia ini sudah ditentukan oleh Allah swt., jauh sebelum kita diciptakan.

Jadi, lakukanlah apa yang bisa kita lakukan, dan jangan membayangkan sesuatu yang tidak mungkin kita lakukan. Pada posisi ini, kita tingkatkan tawakal kepada Allah.

Ketiga, jagalah prasangka baik terhadap Allah dan orang-orang di sekitar kita. Allah swt. menurunkan wabah ini sebagai ujian dan juga teguran. Semua itu demi agar kita kembali, dekat, dan taat kepada Allah. Bukan sebaliknya, menjadi kian membangkang.

Berprasangka baik juga kepada orang di sekitar kita. Silakan lakukan social distancing atau membatasi ruang sosial kita. Seperti, tidak melakukan pertemuan jumlah banyak orang, mengurangi komunikasi langsung, dan seterusnya.

Namun, hanya jarak fisik saja yang perlu dibatasi. Tapi, hubungan baik, saling hormat dan sayang, tidak akan pernah berjarak. Dan hal ini hanya sementara, bukan untuk selamanya atau menjadi karakter baru kita. (Mh)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
corona
 
BERITA LAINNYA
 
 
EDITORIAL
06 August 2019 14:44:54

Negara Nyaris Lumpuh Gara-gara 'Pohon Sengon'

 
EDITORIAL
14 February 2020 17:20:59

Pancasila Tanpa Agama?

 
EDITORIAL
04 November 2019 10:43:26

Politik Celana Cingkrang

 
EDITORIAL
21 August 2019 15:59:05

Ceramah UAS dan Penistaan Agama

 
EDITORIAL
30 August 2019 14:17:25

Hijrah Tak Berarti Mesti Pindah

Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
 
 
TERBARU
 
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284