TIDAK semua yang kita pelajari otomatis membawa kebaikan bagi kehidupan. Ada ilmu yang membuat seseorang semakin bijaksana, tetapi ada pula pengetahuan yang hanya menambah kesombongan jika tidak disertai akhlak dan keimanan. Karena itu, seorang Muslim tidak cukup hanya berdoa agar diberi kemudahan dalam menuntut ilmu, tetapi juga perlu memohon kepada Allah agar ilmu yang dimiliki benar-benar membawa manfaat.
Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang mencakup empat perkara penting dalam kehidupan seorang hamba. Doa ini mengingatkan kita untuk menjaga ilmu, hati, jiwa, dan hubungan dengan Allah SWT.
Baca Juga: Laila binti Khatim Sosok Sahabiyah yang Mengajarkan Keberanian dan Kerendahan Hati
Doa Memohon Perlindungan Allah dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat dan Hati yang Keras
Doa Memohon Perlindungan dari Ilmu yang Tidak Bermanfaat
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
Allahumma inni a’udzu bika min ‘ilmin la yanfa’u, wa min qalbin la yakhsya’u, wa min nafsin la tasyba’u, wa min du’a’in la yusma’u.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak didengar.”
(HR. Abu Dawud no. 1548)
Memiliki Ilmu yang Mendekatkan Diri kepada Allah
Ilmu yang tidak bermanfaat bukan semata-mata ilmu yang tidak menghasilkan keuntungan materi. Ilmu juga kehilangan manfaatnya ketika tidak mendorong seseorang untuk memperbaiki diri, menjaga perilaku, dan melakukan kebaikan.
Seseorang mungkin memahami banyak hal tentang agama, tetapi masih mudah merendahkan orang lain. Ada pula yang memiliki pengetahuan luas, tetapi justru menggunakannya untuk membenarkan kesalahan sendiri. Hal ini menjadi pengingat bahwa ilmu semestinya membuat kita lebih rendah hati, bukan merasa paling benar.
Melalui doa ini, kita memohon agar Allah memberikan ilmu yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Ilmu yang bermanfaat seharusnya terlihat dalam sikap, keputusan, dan cara kita memperlakukan sesama.
Memohon Hati yang Khusyuk dan Jiwa yang Merasa Cukup
Doa tersebut juga mengajarkan kita untuk berlindung dari hati yang tidak khusyuk. Hati yang sulit tunduk kepada Allah dapat membuat ibadah terasa sekadar rutinitas. Tubuh mungkin berdiri dalam shalat, tetapi pikiran sibuk memikirkan urusan dunia. Lisan membaca doa, sementara hati belum benar-benar menghadirkan rasa butuh kepada-Nya.
Karena itu, kita perlu terus memohon agar hati dilembutkan dan dimudahkan untuk mengingat Allah. Kekhusyukan memang membutuhkan latihan, kesungguhan, serta usaha untuk memahami makna ibadah yang dilakukan.
Selain itu, kita memohon perlindungan dari jiwa yang tidak pernah merasa puas. Keinginan manusia sering kali tidak memiliki batas. Setelah memperoleh sesuatu, muncul keinginan lain yang membuat hati terus merasa kurang. Padahal, rasa syukur membantu kita menyadari bahwa banyak nikmat Allah yang selama ini telah menyertai kehidupan.
Bagian terakhir doa ini mengajarkan kita untuk berlindung dari doa yang tidak didengar. Bukan berarti kita boleh berputus asa ketika permohonan belum terwujud, melainkan memohon agar doa kita diterima Allah dan dijauhkan dari hal-hal yang menghalangi kebaikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mari membiasakan membaca doa ini, memahami maknanya, dan menjadikannya pengingat dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya mengejar banyaknya ilmu, tetapi mintalah ilmu yang membawa manfaat. Jangan hanya memperbanyak ibadah, tetapi mintalah hati yang khusyuk. Sebab, tujuan hidup seorang Muslim bukan sekadar memiliki banyak hal, melainkan memperoleh keberkahan dan rida Allah SWT. [DW]





