• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 7 Desember, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Undang-undang Nomor 8/2016, Harapan Baru Bagi Penyandang Disabilitas

November 29, 2016
in Berita
70
SHARES
536
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com—“Saya sempat diusir oleh satpam gedung perkantoran. Padahal saya bilang saya mau melamar kerja karena ada lowongan di kantor tersebut. Dia tak percaya.”

Kalimat itu diucapkan Ferdinand, saat menyampaikan pengalamannya sebagai seorang penyandang disabilitas dalam sebuah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR di Gedung Nusantara I Komplek DPR/MPR Senayan, Selasa (29/11/2016).

Dia merupakan satu dari sekian banyak penyandang disabilitas, yakni orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, di Indonesia. Jumlahnya tak sedikit. Menurut data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2012, penyandang disabilitas di seluruh Tanah Air mencapai 6 jutaan orang, atau setara dengan 2,54% dari keseluruhan penduduk.

Mereka memiliki jenis keterbatasan dalam hal, antara lain, keterbatasan dalam melihat, mendengar, berkomunikasi, konsentrasi, berjalan/naik tangga, mengurus diri, serta kombinasi dari keterbatasan ini. Dengan keterbatasan tersebut mereka pun menghadapi banyak masalah dalam hal mengakses seperti sarana publik, pendidikan, dan pekerjaan.

Seorang ibu rumah tangga yang hadir dalam diskusi tersebut menceritakan bagaimana sulitnya buah hatinya dalam mengakses pendidikan inklusif. Ia yang pernah tinggal di daerah Kalimantan mengatakan betapa sulitnya mencari sekolah yang buat anaknya yang berlatar belakang autis.

Sampai-sampai oleh pihak sekolah di sana dia dianjurkan untuk mencari sekolah inklusi di Ibu Kota yang sudah banyak bertebaran. “Nyatanya, begitu anak saya masuk ke sekolah luar biasa, ternyata anak saya malah jadi down syndrome karena berteman sekelas dengan anak-anak yang menyandang keterbatasan itu,” ujarnya.

Terhadap permasalahan yang dialami penyandang disabilitas tersebut, Anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah berharap dengan lahirnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang belum lama ini disahkan dapat menjadi acuan bagi pemenuhan hak mereka.

“Undang-undang ini menjadi catatan sejarah agar setiap kita bisa menghargai keragaman hidup yang Allah anugerahkan kepada kita, dengan diantaranya menghormati dan memenuhi hak-hak para penyandang disabilitas di dalam hidup keseharian, serta di dalam hidup berbangsa dan bernegara,” kata Ledia yang menjadi Ketua Panitia Kerja (Panja) saat peraturan ini masih menjadi rancangan undang-undang.

Ledia menyebutkan sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam implementasi undang-undang ini, antara lain soal pemahaman terhadap pemenuhan hak disabilitas yang masih minim. Juga, katanya, masih munculnya ego sektoral masing-masing lembaga, serta tidak adanya sanksi bagi pihak pelanggar peraturan perundang-undangan, sehingga tidak menimbulkan efek jera kepada pelanggarnya.

“Agar implementasinya cepat menyebar ke daerah-daerah, saya juga mendorong pemerintah daerah, baik di tingkat satu maupun dua, untuk segera menyusun dan menerbitkan peraturan daerah terkait penyandang disabilitas ini,” tuturnya. (mr)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Halima Aden Jadi Kontestan Berhijab Pertama di Miss Minnesota USA

Next Post

Peduli Palestina dan Rohingya: Ini Bentuk Kreativitas Siswa Sekolah Islam Internasional JISc  

Next Post

Peduli Palestina dan Rohingya: Ini Bentuk Kreativitas Siswa Sekolah Islam Internasional JISc  

Rumah Aspirasi untuk Jomblo dari Agus Yudhoyono

Principal Kitchen Hadir di Charity Day JISc 

  • Mengenal Anger Release

    Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3255 shares
    Share 1302 Tweet 814
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7684 shares
    Share 3074 Tweet 1921
  • Warga Gaza Ikut Bantu Korban Bencana Sumatera

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Nobby Hadirkan Family Collection Linara & Cendara, Gaet Cut Meyriska sebagai Muse

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5175 shares
    Share 2070 Tweet 1294
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2076 shares
    Share 830 Tweet 519
  • Abdullah bin Sa’ad, Murtad dan Kembali pada Islam

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Mengenal Gray Divorce Ketika Perceraian Terjadi di Usia Senja

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5193 shares
    Share 2077 Tweet 1298
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga