DI TENGAH padat aktivitas warga Bandung di Jalan Braga Minggu malam (25/10), tiga pemuda menggelar aksi diam. Ketiganya berdiri di tengah jalan yang becek sisa hujan sambil menunjukkan poster. Masing-masing orang memegang 1 poster dan berdiri berjejer. Ketiga poster itu bertuliskan “Hutan Indonesia Dibakar”, “Hutannya Ditanami Sawit”, “Sawitnya Buat israel”.
Baca Juga: BPKH dan Rumah Zakat Salurkan Mobil Jenazah untuk Warga Jakarta Barat
Tiga Pemuda Sindir Isu Sawit-Israel di Braga
Meski hanya tiga orang, keberanian mereka langsung merebut perhatian para pengunjung Braga. Terlihat orang-orang memperhatikan aktivis itu. Beberapa mengeluarkan ponsel mereka, memotret aksi tersebut. Beberapa lainnya menyambut sorak riuh.
Meski tak ada hubungan diplomatik, Israel mengimpor produk minyak sawit olahan dari Indonesia. Di 2023 saja, transaksinya senilai 25,8 juta alias 85% total impor. (wits.worldbank.org)
Pemuda dari SMART 171 dan Baik Berisik ini menegaskan bahwa pembakaran hutan di Indonesia dan genosida di Gaza berakar dari rakusnya kapitalisme global yang tumpul moral.
Di satu sisi, korporasi membakar hutan dan asapnya merampas ruang hidup warga lokal demi ekspansi kebun sawit. Mirisnya, komoditas tersebut diekspor dan ke aktor genosida Gaza.
“Kita merusak hutan sendiri ternyata untuk memberi makan mesin-mesin yang menghancurkan rumah orang lain di Palestina. Ayo dong negara dan pemerintah perlu hadir memangkas problem ini!” tegas Ridwan, pemuda yang beraksi di Braga.
Aksi tiga pemuda di CFD Braga ini menjadi pembuka mata, informasi yang mereka hadirkan segar dan banyak yang baru mengetahuinya. Ketika instrumen formal bungkam, jalanan dan suara warga menjadi benteng terakhir untuk terus berisik menghidupkan isu pembakaran dan sawit ke Israel. [DW]





