• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Tafsir Suksesnya Reuni Akbar 212: Bersama Lawan Penista Agama

03/12/2018
in Berita
70
SHARES
539
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Reuni Akbar 212 ternyata memang benar-benar akbar. Bahkan bisa dibilang lebih akbar dari momen asalnya di tahun 2016. Kenapa bisa begitu?
Boleh jadi, tak seorang pun yang mengira sedemikian besarnya peserta Reuni Akbar 212. Tak juga pemerintah, intelijen, bahkan juga panitia. 
Yang namanya reuni biasanya selalu dihadiri oleh kurang dari seratus persen peserta di momen asalnya. Jarang sekali, sebuah reuni dihadiri oleh seratus persen peserta seperti acara asalnya. Apalagi bisa berlebih.
Pertanyaan yang muncul di banyak benak saat ini, termasuk mungkin juga pihak keamanan, kenapa bisa seperti itu? Apa yang memotivasi orang yang tidak terikat dalam ikatan formal selain satu akidah bisa tergerak untuk mengorbankan waktu, tenaga, biaya, bahkan nyawa; untuk dengan sukarela hadir di acara yang tidak memberikan “apa-apa”. 
“Apa-apa” adalah simbol dari sesuatu yang bernilai di dunia materialis seperti saat ini. Seperti uang, sembako, gengsi, jabatan, dan lainnya. 
Bagaimana mungkin acara yang tidak menjanjikan “apa-apa” itu bisa dihadiri oleh peserta yang sedemikian banyak. Dan bahkan bisa dibilang terbesar di dunia, dan mengalahkan jamaah haji di Mekah dan Madinah sekali pun. 
Jumlah jamaah haji berkisar dua jutaan menurut kuota pemerintah Arab Saudi. Tapi yang hadir di Reuni 212, meski sulit dihitung secara pasti, panitia memperkirakan jumlahnya mencapai 10 juta orang. Atau lima kali jamaah haji di Mekah dan Madinah. 
Kalau jamaah haji di Mekah dan Madinah bisa mencapai jutaan itu masih dalam kategori wajar. Karena, dalil Quran dan Sunnah memberikan janji adanya pahala dari Allah swt. Sekaligus, sebagai kewajiban syariat bagi umat Islam. 
Namun, bagaimana dengan yang hadir di 212? Siapa yang bisa memberikan dalil kalau mereka yang hadir di Monas akan dijamin pahalanya seperti kehadiran jamaah haji di Mekah dan Madinah. Karena acara 212 di Monas bukan ritual peribadahan Islam, melainkan sebagai gerakan sosial keagamaan.
Dari situ, semua pihak bertanya-tanya apa yang memotivasi jutaan orang itu untuk tergerak melakukan berbagai pengorbanan demi hadir di acara Reuni 212.
Jawaban dari pertanyaan ini teramat sulit dicerna oleh mereka yang terbiasa dengan matematika materialis. Terlebih lagi jika dihubungkan dengan kepentingan politik praktis. Karena siapa pun di negeri ini, calon presiden, partai politik, tokoh agama, atau siapa pun tak akan mampu mengumpulkan massa sebanyak itu. Meski dengan iming-iming “apa-apa”.
Tafsir satu: bersama melawan penista agama.
Momen asal Aksi 212 adalah ungkapan sikap perlawanan umat Islam terhadap penistaan agama yang dilakukan mantan gubernur DKI Jakara yang didukung oleh partai yang berkuasa. 
Yang bersangkutan memang telah dihukum. Tapi, umat Islam melihat dan menyaksikan dengan begitu transfaran bagaimana sosok si penista ini mendapat posisi yang begitu istimewa oleh rezim yang berkuasa. 
Hal ini terlihat dari alotnya proses hukum saat itu. Selain itu, perlakuan istimewa kerap diterima oleh sang penista selama proses hukum berlangsung. Begitu lama dan begitu menguras tenaga. 
Itu pun setelah pilkada DKI Jakarta dimenangkan oleh pasangan Anies Sandi secara hitung cepat. Boleh jadi, tidak demikian kejadiannya jika hasil pilkada menghasilkan yang sebaliknya.
Proses hukum dan politik yang begitu alot dan berkepanjangan, serta begitu telanjangnya dukungan politik dari penguasa; menjadikan umat Islam diperlihatkan oleh sebuah pemandangan nyata tentang siapa penista agama dan siapa yang mendukungnya.
Umat Islam telah diajarkan bahwa hukum orang yang melakukan penistaan agama bernilai sama dengan mereka yang mendukung dan membelanya. 
Dalam banyak hal, seperti kebijakan politik, ekonomi, hukum, dan lainnya yang kurang berpihak, umat Islam memang sangat toleran. Karena umat ini sudah terlatih untuk bersikap toleran dalam hal duniawiyah. 
Namun, jangan anggap enteng dengan yang namanya penistaan terhadap agama. Karena kemuliaan agama inilah asset  terbesar dan terakhir dan satu-satunya yang dimiliki umat Islam Indonesia saat ini. 
Mereka seperti mengatakan, “Silakan kalian ambil posisi politik kami. Silakan kalian rampas hak ekonomi kami. Silakan kalian manipulasi hukum yang berlaku untuk kami. Tapi, jangan sekali-kali kalian permainkan kemuliaan agama kami!”
Tak ada kata dan sikap untuk yang terakhir tadi selain lawan dan lawan. Namun, lagi-lagi jangan salah paham tentang umat Islam. Mereka bukan kelompok primitif, bukan orang-orang anarkhis dengan sebutan radikal yang selama ini kalian tuduhkan; umat Islam adalah umat yang sangat beradab. Bahkan, jauh lebih beradab dari bangsa maju mana pun.
Jadi, mohon pahami tafsir ini. Pahami di balik makna berkumpulnya jutaan umat yang dilakukan secara santun, tertib, damai, dan beradab. Jangan justru malah melontarkan tuduhan-tuduhan baru yang memunculkan penistaan terhadap umat Islam. 
Inilah protes dari orang-orang beradab. Sekali lagi, tolong pelajari, renungkan, dan pahami. Itu pun jika kalian memang mempunyai pandangan yang jernih dengan dunia yang beradab. (mh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hingga Kini, LPPOM MUI Telah Akui 45 Lembaga Halal Dunia

Next Post

Makan Siang Ditemani Sop Gambas ala Dian Ayu

Next Post

Makan Siang Ditemani Sop Gambas ala Dian Ayu

Meriahnya JIBBS Open Archery Tournament 2018

Datang Reuni 212

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    132 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Islam Mengajarkan Mandiri, Bukan Mengemis

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7795 shares
    Share 3118 Tweet 1949
  • Pemuda Muhammadiyah DKI Tawarkan Kolaborasi Konkret untuk Jakarta Berkeadilan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Kafe Sastra Balai Pustaka, Tempat Artis Nongkrong untuk Membaca

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Salimah Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor kepada Lansia di Langsa

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3341 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Bercermin dengan Pemandangan Gunung dan Bunga

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11095 shares
    Share 4438 Tweet 2774
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga