• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Ini Kata Psikolog Jika Ingin Masukkan Anak ke Preschool

30/03/2016
in Berita
76
SHARES
585
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

foto: Google
foto: Google

Chanelmuslim.com-Kini, banyak sekolah yang memfasilitasi pendidikan anak usia dini bahkan sejak umur 1 tahun. Orang tua pun berlomba memasukkan anak-anak ke sekolah dengan alasan belajar bersosialisasi. Bagaimana kata Psikolog soal Preschool ini?

Anak masih berusia 3 tahun, tapi bagaimana jika orang tua sudah punya keinginan untuk ‘menyekolahkan’ anak di preschool?

“Kalau sekolah untuk menstimulasi kemampuan akademis kan diajarkan baca tulis hitung (calistung), baiknya saat anak berusia 4 tahun karena saat itulah kemampuan kognitifnya sudah mulai berkembang. Di bawah usia itu, masih konteksnya bermain ya,” kata Psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli, MPsi dalam Media Gathering Bebehero di Resto Bunga Rampai, Jl Teuku Cik Ditiro, Jakarta Pusat, Selasa (29/3/2016).

Untuk itu, wanita yang akrab disapa Vera ini menekankan perlunya melatih anak sesuai tumbuh kembangnya. Di usia 1-2 tahun, menurut Vera, anak sudah bisa mengembangkan kemampuan sensomotor (gerakan) seperti animal movement misalnya crawlink atau monkey movement.

“Yang terpenting, kita stimulasi sesuai tumbuh kembang anak. Kalau supaya anak dia belajar bersosialisasi, mengenal orang di sekitarnya, mengasah kemampuan sensomotornya, boleh-boleh saja kalau mau dimasukkan ke kelompok bermain misalnya. Tapi ingat, secara kognitif, kemampuan anak mulai berkembang saat usia 4 tahun,” tambah Vera.

Sebab, Vera menekankan stimulasi berlebihan yang diberikan, apalagi tak sesuai dengan usia anak bisa menyebabkan anak tertekan secara emosional. Hadir dalam kesempatan sama, Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc mengatakan usia 0-1 tahun anak sudah memiliki kemampuan melihat, emosional, merespons, dan bicara. Di usia 1-2 tahun, mereka mulai mengenal simbol di sekeliling misalnya mana orang yang baik dan menyenangkan untuk mereka. Di awal usia 3 tahun, anak sudah memiliki rasa sosial, empati, dan mau berbagi.

Baru di awal usia 4 tahun, kemampuan kognitif mulai berkembang sehingga ia sudah bisa mempelajari hal-hal yang bersifat akademis. Meski begitu, wanita yang akrab disapa dr. Tati ini menekankan bukan berarti anak tidak bisa diajari sebelum usia 4 tahun. Toilet training, mengenal nama benda, berinteraksi dengan orang lain, atau mempelajari hal-hal di sekitar boleh-boleh saja dilakukan.

“Cuma kalau usia di bawah 4 tahun untuk yang sifatnya pembelajaran akademis, anak belum siap. Nah, untuk mendukung perkembangan otak, perlu nutrisi lengkap. Makronutrien dan mikronutrien harus terpenuhi. Usahakan anak dapat berbagai jenis makanan. Piring dibagi jadi 4 yaitu bahan makanan pokok, sayur, lauk pauk dan buah, serta air dan susu. Supaya anak mau makan, ayah ibu harus berkreasi,” kata dr. Tati. (ind/dethealth)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Innalillahi, Siswa Ini Meregang Nyawa Akibat Tawuran

Next Post

Coba Yuk, Sesekali Masker Rambut dengan Lidah Buaya dan Lemon

Next Post
8 Tahapan Mengatur Kemarahan pada Istri agar Tak Berujung KDRT

Coba Yuk, Sesekali Masker Rambut dengan Lidah Buaya dan Lemon

Obama Kecam Stigmatisasi Terhadap Warga Muslim AS

Ini Kurikulum Pre Wedding Academy

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1909 shares
    Share 764 Tweet 477
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    259 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3567 shares
    Share 1427 Tweet 892
  • Ketika Sembilan Ayat Al-Qur’an Membela Keadilan untuk Yahudi

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1830 shares
    Share 732 Tweet 458
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8063 shares
    Share 3225 Tweet 2016
  • Kenali Ciri-ciri Lesbian dan Gay

    278 shares
    Share 111 Tweet 70
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga