• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 1 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Maulid Bid’ah? Begini Ulama Dahulu Menyikapinya

20/10/2021
in Khazanah
Maulid Bid'ah? Begini Ulama Dahulu Menyikapinya

Maulid Bid'ah? Begini Ulama Dahulu Menyikapinya (foto: pixabay)

402
SHARES
3.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Sebagian masyarakat menganggap mengadakan peringatan maulid adalah bid’ah. Ustaz Budi Ashari, Lc. menjelaskan mengenai pendapat para ulama dahulu dalam menyikapi permasalahan tersebut.

Tulisan ini sedang ingin melebarkan wawasan sekaligus melapangkan jiwa supaya kita bisa memberi ruang bagi saudara kita untuk menempati salah satu relung hati.

“Karena itu tujuannya, maka saya tidak pernah ridho jika siapapun yang membacanya, bertikai setelahnya. Atau tulisan ini dijadikan sebagai senjata mengoyak rasa saudaranya,” tulis Ustaz Budi Ashari.

Maulid bid’ah? Pertanyaan yang kali ini tidak saya jawab hukumnya. Tapi masalah penyikapan terhadap saudara yang berbeda. Karena ada yang menjalankannya dengan khusyu’ berharap pahala agung tapi ada yang mengatakannya sebagai perbuatan bid’ah yang mungkar.

Apakah dua hal ini mungkin disatukan. Sekilas kita jawab, mustahil!

Tapi perhatikan ulasan di bawah ini. Ini masalah penyikapan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah jelas-jelas mengatakan bahwa maulid dan peringatan semisalnya adalah bid’ah dan tidak ada contohnya di salafush sholeh.

Tapi tunggu, itu sikap beliau untuk dirinya dan siapapun yang mau mengambil pendapat beliau. Tapi bagaimana dengan sikap beliau kepada orang yang berseberangan dengan pendapat ini?

Berikut kalimat beliau langsung,

“Mengagungkan maulid dan menjadikannya suatu perayaan, dilakukan oleh sebagian orang. Dan hal itu menyebabkan pahala baginya karena niat baiknya dan pengagungannya untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan bahwa hal itu baik bagi sebagian orang tapi buruk bagi mukmin yang berhati-hati.”

(Iqtidho’ ash shiroth al mustaqim 2/126)

Jelas betul, bahwa beliau tetap memegang prinsip, tapi tetap menyisakan ruang yang lapang sekali bagi saudaranya. Dengan sangat berani, beliau bahkan mengatakan, pelakunya mendapatkan pahala.

Pelaku bid’ah mendapatkan pahala? Pasti kalimat patah ini menggelayuti kepala siapapun yang tak memiliki keluasan ilmu dan kelapangan hati seperti Ibnu Taimiyyah.

Ah…andai sikap dan menyikapi ini dipelajari beriringan….(BERHARAP)

Karenanya, Ibnu Taimiyyah memberikan contoh yang jauh lebih tinggi lagi yaitu pada Imam Sunnah; Imam Ahmad rohimahulloh. Masih lanjutan kalimat di atas,

“Karenanya dikatakan kepada Imam Ahmad tentang sebagian pemimpin: dia mengeluarkan sekitar 1000 Dinar untuk membuat sebuah mushaf.

Beliau menjawab: “Biarkan mereka. Itu infak terbaik emas (dinar).”

Padahal mazhab beliau adalah menghias mushaf hukumnya makruh. Para ulama mazhab menakwilkan bahwa hal itu untuk kualitas kertas dan tulisan yang lebih baik.

Tapi bukan itu yang dimaksud oleh Imam Ahmad. Maksud beliau adalah bahwa ini ada kebaikannya tapi juga ada kerusakannya yang menyebabkan dihukumi makruh.

Tapi mereka ini jika tidak melakukan hal tersebut, mereka akan melakukan kerusakan yang tidak ada kebaikannya sama sekali. Seperti mengeluarkan harta mereka untuk menerbitkan buku buku peneman malam, syair-syair atau hikmah Persia dan Romawi.”

Allahu Akbar!

Inilah FIKIH yang SESUNGGUHNYA.

Ada Fikih pertimbangan. Di hadapan Imam Ahmad ada dua pertimbangan, yaitu sebagai berikut.

1. Kebaikan bercampur kerusakan, yaitu mencetak mushaf itu kebaikan, tapi menghias-hias hingga menghabiskan sekitar Rp2 milyar itu kerusakan.

2. Atau uang itu akan dipakai untuk mencetak buku-buku yang tidak bermanfaat bahkan cenderung besar mudhorotnya.

Maka keluarlah keputusan Imam ahlus sunnah, Imam Ahmad bahwa walau beliau tetap berpendirian menghias hias mushaf itu makruh tapi untuk penguasa dan orang kaya itu, biarkan dan itu baik baginya. Karena kalau tidak untuk mushaf, uangnya tetap dihamburkan untuk hal yang sia-sia.

Bisakah kita seperti ini….

Inilah ilmu yang sesungguhnya…

Bagi saudaraku yang mengagumi Ibnu Taimiyyah, bacalah seutuhnya tentang beliau.

Bagi saudaraku yang membenci Ibnu Taimiyyah, bukankah sudah kita lihat beliau tidak seperti yang kita bayangkan.

Sekali lagi…Ini masalah KELUASAN ILMU

Tapi… juga tentang MENGILMUI SIKAP

Semulia sikap Rasul kita.

Bersholawatlah untuk Nabi kalian…

Indahnya kita menyikapi sesuatu dengan ilmu…..

Semoga kita tidak terjebak menilai orang lain seolah-olah mereka sedang berada di neraka dan kita sedang berada di surga. [ind]

sumber: FB Budi Ashari

Tags: budi asharihukum maulidibnu taimiyyahmaulid bidah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Bagaimana Cara agar Menarik Empati Orang lain untuk Membantu

Next Post

Personal Branding bukan Pencitraan

Next Post
Personal Branding bukan Pencitraan

Personal Branding bukan Pencitraan

Jutaan Produk Halal Asli Indonesia Siap Diekspor

Jutaan Produk Halal Asli Indonesia Siap Diekspor

Cara Mencegah dan Mengatasi Jerawat Fungal

Cara Mencegah dan Mengatasi Jerawat Fungal

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8550 shares
    Share 3420 Tweet 2138
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11388 shares
    Share 4555 Tweet 2847
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3847 shares
    Share 1539 Tweet 962
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2284 shares
    Share 914 Tweet 571
  • 3 Resep Olahan Daging Sapi Recommended Dicoba

    537 shares
    Share 215 Tweet 134
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    264 shares
    Share 106 Tweet 66
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga