• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 20 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Bugil Bukan Seni

10/03/2020
in Berita
78
SHARES
603
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

oleh: Yons Achmad (Pemerhati Kebudayaan, tinggal di Depok)

ChanelMuslim.com – Seni itu subyektif. Hal ini yang membuat siapapun merasa berhak melakukan apapun. Seolah seni bisa melakukan apa saja, termasuk di dalamnya seni untuk seni. Membuat siapapun tidak berhak menggugat, melakukan penghakiman. Termasuk misalnya, orang berfoto bugil (telanjang) atau membuat lukisan bugil sejenis. Sebelum banyak orang komentar, “Seniman” sudah berfatwa “Bukan selangkanganku yang salah, tapi otak lu yang ngeres”.

Ada kasus“kreatif”, seorang perempuan, dikenal figur publik, berfoto bugil dengan pesan untuk mencintai dan menghargai tubuhnya sendiri. Ketika banyak orang mengkritik, beberapa orang langsung dicap “kadrun” alias kadal gurun. Berpikir konservatif, menjadi polisi moral, membawa-bawa agama, padahal itu kampanye positif, bukan pornografi tapi seni dsb.

Tapi, bagaimana sikap mereka itu terhadap para pemakai cadar. Ramai-ramai dihakimi. Memakai cadar dihakimi sebagai orang yang tak merdeka, terkekang pemahaman sempit agama. Padahal, bagaimana kalau itu hadir sebagai bentuk lain dari penghargaan tubuh mereka? Di sini, logika penghargaan dan pesan mencintai tubuh sendiri menjadi hambar. Kenapa? Yang pertama, berhak bugil karena logika tubuh mereka sendiri, hanya berdasarkan logika dengan spirit kebebasan sekuler Barat. Yang kedua memakai cadar sebagai pilihan sadar atas dasar pemahaman keagamaan yang mereka yakini. Juga sebagai bentuk penghargaan atas tubuhnya sendiri. Sayangnya, orang sering menerapkan standar ganda. Seolah yang pertama lebih baik, padahal sebaliknya.

Dari kasus, ini saya jadi teringat pengamatan Prof. Dr. Abdul Hadi (2016) dalam buku “Cakrawala Budaya Islam” ketika menyoal “Islam dan Seni Rupa Kontemporer”. Menurutnya, sebuah karya seni yang baik memberikan penikmatnya suasana meditatif (tafakur) dan pada saat yang sama menyajikan pencerahan (kasyf) kepada kalbu kita. Sementara, seni apa yang tak bisa diterima? Unsur-unsur yang membawa kepada syirik, nihilisme, pemujaan suatu kelas tertentu, suku atau ras tertentu, fetisyisme palsu, hedonisme material, pemutarbalikan sejarah wahyu dan kenabian serta pengingkaran terhadap hal-hal yang bersifat metafisis dan eksatologis.

Jadi, dari sini apakah bugil dalam foto atau lukisan bisa disebut seni? Dengan berdalih subyektivitas mungkin bisa disebut seni. Tapi, itu adalah seni paling buruk. Foto bugil, siapa yang bisa membuatnya? Semua orang. Hanya mereka yang kurang waras saja yang kemudian memublikasikan dan menganggapnya seni. Hasilnya apa? Seni kemudian menjadi rendah derajatnya. Lagi pula, tak semua orang tergiur foto bugil. Ahmad Tohari, seorang sastrawan Banyumas pernah berkelakar tentang kecantikan wanita. Bagi seorang sufi, melihat kecantikan perempuan sama halnya dengan seonggok daging belaka. Ini tentu bukan merendahkan, tapi sebuah penglihatan yang dalam untuk tak tergoda dengan semua hal yang sifatnya materi, duniawi.

Pada akhirnya, ketika bicara seni. Atau lebih khususnya seni Islam, kita akan kembali kepada persoalan paling dasar. Seperti tujuan Islam itu sendiri, membawa penganutnya dari kegelapan menuju cahaya tauhid. Perjuangan dari kegelapan menuju cahaya ini yang kemudian disebut dengan pencerahan. Pencerahan seperti apa? Dari “Yang Banyak” menuju “Yang Satu”. Dari yang sifatnya sementara menuju yang kekal dan abadi.

Dalam apresiasi seni juga begitu. Kita mungkin pernah terpesona oleh lukisan yang bagus, sastra yang menjulang, arsitektur yang megah. Pemuja seni untuk seni barangkali hanya sampai kepada penghargaan terhadap obyek itu, termasuk manusia yang menciptanya. Tapi, sebenarnya siapa “Yang Satu”. Yang menciptakan manusia? Inilah pemahaman akan seni profetik (berbasis kenabian) yang kita maknai. Yang membawa manusia ketika berkesenian, berkebudayaan pada akhirnya menjadikan mereka selalu mengingat-Nya. [ind]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

TASK Hidayatullah Lakukan Evakuasi, Distribusi Logistik dan Layanan Kesehatan di Bolaang Mongondow

Next Post

Didukung Kemenperin, Inilah Rangkaian Karya Desainer di Ajang Muffest 2020

Next Post

Didukung Kemenperin, Inilah Rangkaian Karya Desainer di Ajang Muffest 2020

Pagi Hari Sehat dengan Sajian Salad Buah ala Della Suzura

Miris, Masih Ada Wilayah di Kabupaten Tangerang Tanpa Listrik

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    294 shares
    Share 118 Tweet 74
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8921 shares
    Share 3568 Tweet 2230
  • Praktisi Hukum Dini Eka Putri Edukasi 200 Siswa SIT Al-Kautsar tentang Bahaya Bullying dan Konsekuensi Hukumnya

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11605 shares
    Share 4642 Tweet 2901
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4022 shares
    Share 1609 Tweet 1006
  • Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4693 shares
    Share 1877 Tweet 1173
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2290 shares
    Share 916 Tweet 573
  • Link Download Film Serial Ashabul Kahfi 14 Episode

    271 shares
    Share 108 Tweet 68
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga