IKAN bandeng merupakan salah satu bahan pangan air tawar dan payau yang sangat digemari di Indonesia. Cita rasanya yang gurih, tebal, dan kaya kandungan gizi membuat ikan ini menjadi primadona untuk diolah menjadi berbagai menu lezat, seperti bandeng presto, bandeng bakar, hingga digoreng kering. Kendati demikian, banyak juru masak pemula kerap menghindari ikan ini karena dua alasan utama: bau lumpur yang cukup pekat serta duri halusnya yang terkenal sangat banyak dan rumit.
Padahal, jika kamu mengetahui trik dan teknik pembersihan yang tepat sebelum ikan dimasak, bau lumpur tersebut dapat dihilangkan secara tuntas. Kunci utama mengolah bandeng terletak pada ketelitian saat membersihkan bagian dalam perut dan rongga insang. Untuk membantu kamu menyiapkannya di rumah, berikut adalah langkah-langkah praktis dan higienis dalam membersihkan ikan bandeng.
Baca Juga: Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian
Panduan Praktis Membersihkan Ikan Bandeng agar Tidak Bau Lumpur dan Bebas Duri Halus
1. Buang Bagian Insang dan Bersihkan Lendir Tubuh
Langkah awal yang wajib dilakukan adalah membersihkan bagian kepala ikan. Buka penutup insang, lalu tarik keluar seluruh kotoran dan lembaran insang menggunakan tangan atau bantuan pisau kecil. Berdasarkan tips dari Bango.co.id, insang dan bagian kepala merupakan sarang utama bakteri serta sisa makanan yang menyebabkan bau amis menyengat. Setelah itu, cuci sekujur tubuh ikan di bawah air mengalir sambil digosok perlahan menggunakan tangan untuk merontokkan lendir licin yang menempel di permukaan sisiknya.
2. Kerik Sisik dan Belah Perut dengan Hati-Hati
Meskipun sisik bandeng tergolong tipis, membersihkannya tetap penting agar tekstur masakan tidak berpasir. Gunakan punggung pisau atau alat pengerik sisik khusus, lalu arahkan dari bagian ekor menuju kepala secara perlahan. Setelah sisik bersih, belah bagian perut ikan secara hati-hati dari dekat anus hingga ke bagian bawah rahang. Tarik isi perutnya keluar, termasuk kantung empedu berwarna hijau gelap. Menurut catatan kuliner dari Sajian Sedap, Anda harus sangat berhati-hati agar kantung empedu tersebut tidak pecah. Jika empedu pecah dan cairan pahitnya mencemari daging, rasa daging bandeng akan berubah menjadi pahit getir saat dikonsumsi.
3. Sikat Hitam-Hitam di Tulang Belakang (Selaput Hitam)
Ini adalah trik rahasia restoran yang jarang diketahui orang awam. Di dalam rongga perut ikan bandeng, tepatnya menempel di sepanjang tulang belakang, terdapat selaput atau garis berwarna hitam pekat. Berdasarkan panduan dari Kompas.com, selaput hitam inilah yang menjadi sumber utama rasa pahit dan bau lumpur yang khas pada ikan bandeng. Ambil sikat gigi bersih khusus dapur atau kerok menggunakan ujung sendok kecil, lalu gosok bagian hitam tersebut di bawah air mengalir sampai benar-benar bersih dan bersih total hingga terlihat tulang putihnya.
4. Rendam dengan Air Jeruk Nipis dan Garam
Sebagai tahap penyempurnaan, lumuri seluruh permukaan tubuh dan bagian dalam rongga perut ikan bandeng dengan perasan air jeruk nipis serta garam secukupnya. Asam sitrat dari jeruk nipis terbukti sangat ampuh mengikat sisa-sisa amis dan lendir yang masih tertinggal. Diamkan ikan selama 10 hingga 15 menit agar meresap, lalu bilas kembali menggunakan air bersih. Jika kamu berencana mencabut duri halusnya, lakukan proses fillet atau pencabutan duri setelah ikan bersih dan tiris kering.
Dengan menerapkan langkah-langkah teliti mulai dari membuang insang, membersihkan selaput hitam perut, hingga melumurinya dengan jeruk nipis, ikan bandeng kini siap diolah menjadi hidangan istimewa tanpa rasa khawatir akan bau lumpur. Selamat mencoba!
***
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Apabila kamu mendapatkan ikan bandeng yang ditangkap langsung dari tambak lumpur pekat, terkadang perasan jeruk nipis saja belum cukup untuk mengikis habis aroma tanahnya. Kamu bisa memanfaatkan bumbu dapur alami lainnya, seperti parutan kunyit dan jahe yang dihancurkan. Usapkan parutan kunyit atau jahe ke seluruh bagian daging dan rongga perut ikan, lalu biarkan selama 10 menit sebelum dibilas. Senyawa aromatik alami pada kunyit dan jahe tidak hanya netralkan bau tanah yang membandel, tetapi juga memberikan aroma harum yang segar saat ikan dimasak.
Selain itu, metode perendaman dengan air garam encer yang dicampur sedikit cuka makan juga efektif mengikat sisa amis pada serat daging bandeng. Pastikan setelah proses perendaman, kamu membilasnya kembali menggunakan air bersih yang mengalir dan menepuk-nepuk daging ikan dengan tisu dapur hingga kering. Kondisi daging ikan yang kering saat akan bumbui membuat bumbu marinasi meresap jauh lebih cepat dan sempurna ke dalam serat-serat halus daging bandeng. Dengan perlakuan yang tepat dan higienis ini, olahan bandeng buatanmu dipastikan lezat, gurih, dan bebas bau lumpur. [DW]





