BAGI pencinta jengkol, aroma khas bukan alasan untuk melewatkan hidangan yang satu ini. Apalagi jika sudah diolah menjadi semur dengan kuah kecap yang meresap atau jengkol balado dengan sambal pedas menggugah selera. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang empuk membuat jengkol punya tempat tersendiri di meja makan keluarga.
Meski begitu, mengolah jengkol memang membutuhkan sedikit kesabaran. Jika tidak dibersihkan dan dimasak dengan tepat, aromanya bisa terasa terlalu tajam, bahkan menyisakan rasa pahit. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dicoba di rumah untuk mengurangi bau jengkol sekaligus membuat teksturnya lebih empuk.
Baca Juga: Minuman Pagi untuk Sehatkan Ginjal dan Liver
5 Tips Memasak Jengkol agar Empuk dan Baunya Tidak Menyengat
1. Kupas Kulit Jengkol hingga Bersih
Sebelum mulai memasak, pilih jengkol yang kondisinya masih baik, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Setelah itu, kupas kulit luarnya dan bersihkan selaput tipis yang masih menempel pada daging jengkol.
Cuci jengkol menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang tersisa. Langkah ini membantu menjaga kebersihan bahan dan mengurangi rasa pahit yang mungkin muncul saat dimasak.
2. Rendam Sebelum Direbus
Jangan langsung memasukkan jengkol mentah ke dalam panci. Cobalah merendamnya terlebih dahulu selama beberapa jam atau semalaman di dalam lemari pendingin. Gunakan wadah bersih dan air yang cukup untuk merendam seluruh bagian jengkol.
Perendaman dapat membantu melunakkan bahan dan mengurangi sebagian aroma tajamnya. Setelah selesai, buang air rendaman, lalu bilas jengkol dengan air bersih sebelum direbus.
Sebagian orang menggunakan air bekas cucian beras untuk mengolah jengkol. Cara ini dikenal dalam praktik memasak rumahan, meskipun efektivitasnya untuk menghilangkan bau belum memiliki bukti ilmiah yang kuat.
3. Rebus dengan Daun Salam atau Daun Jambu Biji
Agar aroma jengkol tidak terlalu kuat, tambahkan daun salam saat merebusnya. Daun jambu biji juga kerap digunakan dalam resep tradisional. Keduanya memiliki aroma khas yang dapat membantu membuat hasil rebusan terasa lebih sedap.
Masukkan jengkol ke dalam panci berisi air bersih, tambahkan daun pilihan, lalu rebus hingga teksturnya empuk. Lama memasak bergantung pada ukuran, tingkat kematangan, dan kondisi jengkol.
Setelah matang, buang air rebusan dan cuci jengkol sebelum mengolahnya menjadi hidangan favorit.
4. Rebus hingga Benar-Benar Matang
Jengkol yang masih keras tentu kurang nikmat ketika dikunyah. Karena itu, pastikan proses perebusan dilakukan sampai bagian dalamnya empuk. Jika diperlukan, rebus kembali menggunakan air baru hingga mencapai tekstur yang diinginkan.
Jangan hanya mengandalkan waktu memasak. Periksa keempukannya dengan menusuk jengkol menggunakan garpu atau alat masak bersih. Setelah empuk, jengkol bisa digeprek perlahan agar bumbu lebih mudah meresap ketika dimasak menjadi semur atau balado.
5. Gunakan Bumbu yang Kaya Rempah
Setelah direbus, jengkol dapat diolah bersama bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, daun salam, cabai, dan kecap sesuai resep. Bumbu yang harum membuat cita rasa jengkol semakin nikmat dan membantu menyamarkan aromanya yang kuat.
Meski begitu, perlu diingat bahwa aroma khas jengkol tidak selalu bisa hilang sepenuhnya. Bau pada napas atau urine setelah mengonsumsinya juga tidak dapat dipastikan hilang hanya dengan teknik memasak tertentu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Hal lain yang tidak kalah penting adalah mengonsumsi jengkol dalam jumlah wajar. Jengkol mengandung asam jengkolat yang pada kondisi tertentu dapat memicu gangguan saluran kemih dan ginjal. Jika mengalami nyeri pinggang, sulit buang air kecil, atau urine berdarah setelah makan jengkol, segera cari pertolongan medis.
Dengan pemilihan bahan yang baik, perendaman, perebusan hingga matang, dan penggunaan rempah yang tepat, jengkol bisa diolah menjadi hidangan lezat dengan aroma yang lebih bersahabat. [DW]





