DAUN suji sudah lama menjadi andalan di dapur tradisional Indonesia. Warna hijaunya yang pekat sering dimanfaatkan untuk membuat kue, bubur sumsum, dadar gulung, hingga minuman tradisional terlihat lebih menarik. Berbeda dengan pandan yang juga memberikan aroma khas, daun suji lebih dikenal karena kemampuannya menghasilkan warna hijau alami.
Namun, manfaat tanaman ini ternyata tidak hanya berkaitan dengan urusan memasak. Sejumlah penelitian menemukan bahwa daun suji (Dracaena angustifolia) mengandung senyawa yang berpotensi memberikan aktivitas biologis. Meski begitu, penting dipahami bahwa sebagian besar manfaat kesehatannya masih diteliti melalui pengujian laboratorium atau penelitian praklinis
Baca Juga: Ragam Manfaat Aktivitas Journaling untuk Kesehatan
Jarang Diketahui Ini 5 Manfaat Daun Suji Selain untuk Pewarna Makanan
1. Mengandung Senyawa Antioksidan
Salah satu potensi daun suji adalah aktivitas antioksidannya. Penelitian fitokimia menemukan sejumlah kelompok senyawa dalam ekstrak daun suji, termasuk flavonoid dan senyawa fenolik.
Antioksidan berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, hasil pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak tanaman tidak otomatis membuktikan bahwa mengonsumsi air rebusan daun suji dapat mencegah penyakit tertentu pada manusia.
Karena itu, daun suji lebih tepat dipandang sebagai tanaman yang menarik untuk diteliti, bukan sebagai pengganti buah dan sayuran yang menjadi bagian dari pola makan seimbang.
2. Berpotensi Membantu Meredakan Peradangan
Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau gangguan tertentu. Dalam kajian farmakologi, ekstrak daun suji dilaporkan memiliki potensi aktivitas antiinflamasi.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan tanaman ini diteliti lebih lanjut. Meski demikian, hasil penelitian laboratorium belum cukup untuk memastikan efektivitas daun suji dalam mengatasi peradangan pada manusia.
Jika mengalami pembengkakan, nyeri berkepanjangan, atau gejala peradangan lainnya, sebaiknya tetap mencari penyebabnya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan daripada mengandalkan ramuan herbal saja.
3. Memiliki Potensi Aktivitas Antibakteri
Daun suji juga pernah diteliti untuk mengetahui aktivitasnya terhadap bakteri. Salah satu penelitian menguji ekstrak etanol daun suji terhadap beberapa jenis bakteri yang berkaitan dengan gangguan pencernaan.
Penelitian tersebut memberikan gambaran awal mengenai potensi antibakteri daun suji. Akan tetapi, pengujian menggunakan ekstrak dengan konsentrasi tertentu di laboratorium berbeda dengan penggunaan daun suji dalam masakan sehari-hari.
Artinya, daun suji belum dapat dianggap sebagai obat untuk infeksi bakteri. Pengobatan infeksi tetap perlu mengikuti anjuran tenaga medis.
4. Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Jamur
Selain bakteri, aktivitas ekstrak daun suji terhadap jamur juga telah diteliti. Penelitian laboratorium terhadap Candida albicans menjadi salah satu contoh kajian yang mengeksplorasi potensi antijamur tanaman ini.
Temuan semacam itu menarik untuk pengembangan penelitian bahan alam. Namun, hasilnya belum membuktikan bahwa air rebusan daun suji dapat mengobati infeksi jamur pada kulit atau bagian tubuh lainnya.
5. Berpotensi Mendukung Penelitian Kesehatan Metabolik
Kajian mengenai daun suji juga menyinggung potensi aktivitas yang berkaitan dengan kolesterol dan beberapa respons biologis tubuh. Akan tetapi, temuan tersebut belum cukup untuk menjadikan daun suji sebagai terapi penurun kolesterol atau pengobatan penyakit tertentu.
Jika memiliki kolesterol tinggi atau kondisi kesehatan lain, pola makan seimbang, aktivitas fisik, pemeriksaan berkala, dan pengobatan sesuai anjuran dokter tetap menjadi langkah utama.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada akhirnya, daun suji bukan hanya pewarna makanan alami, tetapi juga tanaman yang memiliki potensi untuk dikaji lebih lanjut. Gunakan daun suji secara wajar sebagai bahan pangan dan jangan menganggapnya sebagai pengganti obat. Untuk penggunaan dalam bentuk ekstrak atau ramuan pekat, keamanan dan dosisnya perlu dipastikan terlebih dahulu. [DW]





