JAKARTA Islamic School (JISc) memperkenalkan keunggulan pendidikan, budaya, dan prestasi siswanya kepada perwakilan 30 delegasi dari berbagai negara melalui kegiatan JISc International School Visit, Kamis (8/10/2026). Acara yang berlangsung di lingkungan JISc Kodam ini menjadi ajang pertukaran pengalaman sekaligus memperluas wawasan internasional bagi para siswa.
Para delegasi yang hadir berasal dari berbagai negara, di antaranya Pakistan, Singapura, Mesir, Malaysia, United Kingdom, dan Australia. Kegiatan ini turut dihadiri Mam Fifi selaku pendiri dan konseptor JISc, yang menyambut para tamu sekaligus menyaksikan penampilan siswa dalam rangkaian acara.
Baca Juga: JISc Immersion Student ke Perth, Belajar Sains Langsung di Tengah Taman Tulip Australia
30 Delegasi dari Berbagai Negara Hadir di JISc International School Visit 2026
JISc International School Visit menghadirkan beragam pertunjukan yang memperlihatkan potensi, kreativitas, serta kekayaan budaya Indonesia. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, mencerminkan nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian dari identitas pendidikan JISc.
Suasana semakin meriah ketika para siswa menampilkan Tari Saman. Penampilan tersebut menjadi salah satu sorotan karena para penarinya berhasil meraih Gold Medal atau Juara Pertama kategori Folklore Formation dalam World Dance Festival 2026 di Korea Selatan.
Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan bakat seni sekaligus membawa budaya Indonesia ke panggung internasional. Di hadapan para delegasi, penampilan Tari Saman menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara melalui gerakan yang kompak, dinamis, dan penuh makna.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan angklung, pencak silat, serta nasyid dari perwakilan Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGsc). Beragam pertunjukan ini memberikan gambaran mengenai aktivitas pengembangan bakat siswa yang memadukan seni, budaya, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman.
Selain pertunjukan seni, para tamu juga mendapatkan pengenalan mengenai Jakarta Islamic School serta kegiatan organisasi siswa. Ketua Student Leader JISc, Sultan, bersama wakilnya, Nadya, memperkenalkan peran organisasi tersebut dalam mendukung kepemimpinan, partisipasi, dan pengembangan potensi siswa di lingkungan sekolah.
Melalui sesi ini, para delegasi memperoleh gambaran mengenai keterlibatan siswa dalam menjalankan program organisasi serta membangun budaya kolaborasi di sekolah. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat membuka ruang diskusi mengenai praktik kepemimpinan pelajar di berbagai negara.
Setelah rangkaian acara utama, para tamu diajak berkeliling lingkungan JISc untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas sekolah. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi delegasi untuk mengenal lebih dekat suasana belajar, sarana pendukung pendidikan, dan lingkungan yang menunjang aktivitas siswa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mam Fifi menyampaikan terima kasih kepada seluruh delegasi yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke JISc. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap para siswa yang telah memberikan penampilan terbaik dalam menyambut tamu internasional.
Kegiatan JISc International School Visit 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan wawasan global. Melalui pertemuan ini, JISc turut membuka peluang terjalinnya hubungan dan kolaborasi dengan komunitas pendidikan internasional.
Jakarta Islamic School (JISc) merupakan salah satu sekolah Islam unggulan di Jakarta Timur yang memadukan pendidikan umum, nilai-nilai Islam dan wawasan internasional. Sekolah ini didirikan oleh Fifi Proklawati Jubilea, S.E., S.Pd., M.Sc., Ph.D., yang akrab disapa Mam Fifi.
Mam Fifi mencurahkan waktunya untuk merancang konsep pendidikan yang dapat membentuk generasi berwawasan luas sekaligus memiliki karakter Islami. Kiprahnya kemudian berkembang sebagai pendiri sekaligus trainer bagi para guru di JISc dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Konsep tersebut turut diterapkan di JISc Depok dan Joglo, Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS), serta Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGSc).





