KISAH Nabi Zakariya AS menjadi salah satu pengingat bahwa usia, keadaan, bahkan sesuatu yang menurut manusia sulit terjadi bukan alasan untuk berhenti berharap kepada Allah SWT.
Nabi Zakariya AS telah lanjut usia dan istrinya disebut tidak dapat memiliki anak. Namun, keadaan tersebut tidak membuat beliau berhenti memohon. Beliau tetap menyampaikan keinginannya kepada Allah dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan.
Baca Juga: Ini Dia Manfaat Ruthob bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Keistimewaan di Balik Doa Nabi Zakariya AS
Salah satu doa Nabi Zakariya AS terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 38. Beliau berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Rabbi hab li milladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka sami’ud-du’a.
Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
Doa tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Nabi Zakariya AS tidak hanya meminta seorang anak, tetapi memohon dzurriyyatan thayyibah atau keturunan yang baik. Ini mengajarkan bahwa ketika meminta sesuatu kepada Allah, seorang Muslim tidak hanya memikirkan apa yang diinginkan, tetapi juga memohon agar pemberian tersebut membawa kebaikan dan keberkahan.
Doa lainnya terdapat dalam Surat Al-Anbiya ayat 89:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsin.
Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”
Keistimewaan doa ini salah satunya terletak pada keyakinan Nabi Zakariya AS kepada Allah. Beliau menyampaikan keinginan dengan jelas, tetapi tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Dalam ayat berikutnya, Allah menyebut bahwa doa tersebut dikabulkan dan Nabi Zakariya AS dianugerahi Yahya AS.
Kisah ini juga mengajarkan tentang doa yang disertai kesabaran. Nabi Zakariya AS tidak menjadikan keadaan sebagai alasan untuk berprasangka buruk kepada Allah. Bahkan dalam Surat Maryam ayat 4-5, beliau mengungkapkan keadaan dirinya yang telah lanjut usia dan istrinya yang sebelumnya tidak dapat memiliki anak, lalu tetap memohon seorang penerus dari sisi Allah.
Bagi siapa pun yang sedang menantikan sesuatu, doa Nabi Zakariya AS dapat menjadi penguat hati. Bukan berarti setiap doa akan dikabulkan persis seperti yang diminta, tetapi kisah beliau mengajarkan bahwa tidak ada alasan bagi seorang hamba untuk berhenti mengetuk pintu Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Doa ini juga tidak hanya berkaitan dengan permohonan keturunan. Nilainya dapat menjadi pelajaran bagi siapa saja yang sedang memohon sesuatu yang dianggap sulit. Ketika manusia melihat keterbatasan, Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu.
Karena itu, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa doa kita terlalu besar atau keadaan sudah terlalu sulit. Teruslah berdoa, berusaha dan menyerahkan hasil kepada Allah. [DW]



