HIDUP tidak pernah berjalan hanya dengan cerita yang menyenangkan. Ada hari ketika segala sesuatu terasa mudah, tetapi ada pula waktu ketika langkah terasa berat karena masalah datang silih berganti. Begitulah kehidupan manusia. Kita akan bertemu dengan ujian sekaligus menerima berbagai kenikmatan yang tidak selalu disadari.
Ketika ujian datang, sebenarnya kita tidak memiliki pilihan untuk meminta agar hidup selalu bebas dari masalah. Namun, kita memiliki pilihan dalam menentukan bagaimana cara menghadapinya. Kita bisa mengeluh, marah, menyalahkan keadaan, atau berusaha bersabar sambil tetap mencari jalan keluar.
Baca Juga: Tips Sebelum Bepergian Menggunakan Kereta Api
Sabar Saat Diuji dan Bersyukur Saat Diberi Nikmat
Sabar bukan berarti hanya diam dan menerima keadaan tanpa usaha. Sabar adalah kemampuan untuk tetap menjaga hati dan tindakan agar tidak keluar dari jalan yang diridai Allah ketika menghadapi kesulitan. Dalam Islam, kesabaran menjadi salah satu sikap penting ketika seorang Muslim berhadapan dengan ujian. Allah juga mengajarkan agar manusia memohon pertolongan dengan sabar dan salat.
Begitu pula ketika kenikmatan datang. Mendapat rezeki, kesehatan, keluarga yang menyayangi, pekerjaan, rumah, teman yang baik atau kesempatan baru tentu menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Namun, bersyukur juga merupakan pilihan. Tidak semua orang yang memiliki banyak nikmat mampu menyadari bahwa apa yang ada di tangannya merupakan karunia Allah.
Kadang kita terlalu sibuk melihat apa yang belum dimiliki sampai lupa menghargai apa yang sudah ada. Kita membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain, kemudian merasa kurang. Padahal, mungkin ada begitu banyak hal sederhana dalam hidup kita yang sebenarnya selama ini menjadi doa orang lain.
Syukur bukan hanya mengucapkan alhamdulillah. Rasa syukur seharusnya terlihat dari cara kita menggunakan nikmat. Ketika diberi kesehatan, gunakan untuk melakukan kebaikan. Ketika diberi rezeki, sisihkan untuk berbagi. Ketika diberi ilmu, manfaatkan untuk membantu orang lain. Dengan begitu, nikmat tidak berhenti sebagai sesuatu yang kita rasakan, tetapi juga menjadi jalan untuk mendekat kepada Allah.
Hidup yang penuh berkah bukan berarti hidup tanpa masalah. Justru keberkahan dapat tumbuh ketika seseorang mampu menyikapi setiap keadaan dengan benar. Saat diuji ia bersabar, ketika diberi nikmat ia bersyukur, dan dalam keduanya ia tetap berusaha menjaga hubungan dengan Allah.
Ketakwaan menjadi pegangan agar pilihan yang kita ambil tidak hanya mengikuti keinginan sesaat. Orang yang berusaha bertakwa akan belajar mempertimbangkan apakah sesuatu mendekatkannya kepada Allah atau justru menjauhkannya. Kementerian Agama juga menekankan bahwa ketakwaan berkaitan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Karena itu, setiap hari sebenarnya kita sedang dihadapkan pada pilihan. Memilih sabar atau menyerah. Memilih bersyukur atau terus merasa kurang. Memilih mengeluh atau mengambil hikmah. Memilih mengikuti hawa nafsu atau menjalani hidup dengan takwa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga kita mampu memilih jalan yang baik dalam setiap keadaan. Ketika kehidupan sedang lapang, semoga hati tidak lupa bersyukur. Ketika keadaan sedang sempit, semoga kita tetap bersabar. Sebab kebahagiaan bukan hanya tentang mendapatkan semua yang diinginkan, tetapi tentang memiliki hati yang mampu menerima ketetapan Allah dengan iman dan terus berjalan menuju kebaikan.
Sumber: Ustadzah Halimah Alaydrus





