TENTU ada masa ketika kita terlalu sibuk mengejar pengakuan. Ingin pekerjaan yang bagus, pencapaian yang membanggakan, nama yang dikenal, atau kehidupan yang terlihat berhasil di mata banyak orang. Tanpa sadar, kita pun mulai mengukur nilai diri berdasarkan apa yang berhasil kita dapatkan dan bagaimana orang lain memandang kita.
Padahal, mungkin Allah tidak sedang meminta kita menjadi seseorang yang hebat di mata dunia. Bisa jadi, yang Allah inginkan adalah kita menjadi hamba yang baik di hadapan-Nya.
Baca Juga: Mengenal Apa itu Creatine dan Apa Saja Manfaatnya
Tidak Harus Hebat di Mata Dunia Namun Cukuplah Baik di Mata Allah
Sebab ukuran keberhasilan dalam hidup tidak selalu terlihat dari pencapaian yang bisa dipamerkan. Ada kebaikan yang tidak diketahui siapa pun, tetapi begitu berarti di hadapan Allah. Ada doa yang hanya terdengar di sepertiga malam, sedekah yang tidak pernah diceritakan, air mata dalam taubat, serta usaha untuk tetap jujur ketika tidak ada orang yang melihat.
Semua itu mungkin tidak membuat nama kita dikenal. Namun, justru di situlah kita belajar bahwa kehidupan bukan semata-mata tentang mencari penilaian manusia.
Al-Qur’an mengingatkan bahwa Allah menciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya. Ayat ini seolah mengajak kita melihat kembali tujuan hidup. Bukan siapa yang paling banyak dipuji, paling tinggi kedudukannya, atau paling sering mendapatkan penghargaan, melainkan bagaimana seseorang menjalani hidupnya dengan amal yang baik.
Bukan berarti kita tidak boleh memiliki cita-cita atau mengejar kesuksesan. Islam tidak mengajarkan manusia untuk berhenti berusaha. Kita tetap boleh bekerja keras, belajar, membangun karier, memiliki rumah, mengejar impian, dan memberikan manfaat kepada orang lain. Hanya saja, jangan sampai semua pencapaian itu membuat kita lupa kepada siapa kelak kita akan kembali.
Sebab dunia pada akhirnya hanyalah tempat singgah. Apa yang hari ini kita banggakan bisa saja suatu saat ditinggalkan. Jabatan dapat berakhir, popularitas dapat hilang, harta dapat berpindah tangan, dan pujian manusia tidak selamanya bertahan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Yang akan kita bawa bukanlah daftar penghargaan atau banyaknya orang yang mengenal nama kita, melainkan amal dan pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Maka, tidak perlu terlalu lelah membuktikan diri kepada semua orang. Jika hari ini belum menjadi seseorang yang dianggap hebat oleh dunia, tidak apa-apa. Teruslah memperbaiki diri, menjaga hati, memperbanyak kebaikan, dan mendekat kepada Allah. [DW]


