PUJIAN memang bisa membuat hati terasa senang. Ketika seseorang mengatakan kita cantik, menarik, baik, atau memiliki sesuatu yang membuatnya kagum, ada perasaan bahagia yang sulit disembunyikan. Namun, tidak semua pujian perlu disimpan di dalam hati. Ada kalanya pujian justru menjadi ujian ketika membuat seseorang mulai mencari pengakuan dari manusia.
Bagi seorang perempuan, perhatian dari banyak laki-laki mungkin terasa menyenangkan. Pesan yang terus berdatangan, komentar yang memuji penampilan, atau seseorang yang selalu mengatakan bahwa kita terlihat istimewa bisa membuat hati merasa dihargai. Tetapi, penting untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah semua perhatian itu benar-benar membawa kebaikan?
Baca Juga: Mengenal Apa itu Creatine dan Apa Saja Manfaatnya
Jangan Jadikan Pujian Manusia Sebagai Ukuran Harga Diri
Tidak semua orang yang memuji memiliki niat yang sama. Ada yang memberikan pujian dengan tulus, tetapi ada pula yang menggunakannya untuk mendapatkan perhatian, kedekatan, atau sesuatu yang mereka inginkan. Karena itu, jangan menjadikan banyaknya laki-laki yang mengagumi kita sebagai ukuran bahwa diri kita lebih berharga dibandingkan orang lain.
Harga diri seorang perempuan tidak ditentukan oleh berapa banyak orang yang menyukainya.
Cantik bukan alasan untuk merasa lebih tinggi. Dipuji bukan alasan untuk merasa paling istimewa. Begitu pula ketika tidak ada seorang pun yang memberikan perhatian, bukan berarti kita kehilangan nilai sebagai manusia.
Ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada penilaian manusia, yaitu bagaimana hubungan kita dengan Allah.
Ketika perhatian manusia membuat kita lalai dari ibadah, mengabaikan batasan dalam pergaulan, atau perlahan membuat hati bergantung kepada validasi orang lain, saat itulah kita perlu berhenti sejenak dan melakukan introspeksi.
Kita tidak diciptakan untuk memenuhi ekspektasi semua orang. Tidak mungkin membuat semua orang menyukai kita. Akan selalu ada yang memuji dan ada yang mencela. Ada yang datang dengan niat baik dan ada pula yang hanya ingin mendapatkan sesuatu.
Karena itu, jangan habiskan hidup dengan mengejar pengakuan manusia.
Jaga diri bukan berarti harus menutup diri dari dunia atau menganggap semua orang memiliki niat buruk. Menjaga diri berarti mengetahui batas, mampu mengatakan tidak, dan memahami bahwa kehormatan tidak layak ditukar dengan perhatian sesaat.
Jika ada pujian, terimalah dengan rendah hati. Jika ada perhatian, lihatlah dengan bijaksana. Jangan biarkan kata-kata manis membuat kita lupa kepada tujuan hidup.
Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa banyak manusia mengagumi kita, melainkan apakah hidup yang kita jalani semakin mendekatkan kita kepada Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga kita menjadi perempuan yang tidak mudah terbuai oleh pujian, tidak runtuh hanya karena celaan, dan tidak menggantungkan kebahagiaan kepada penilaian manusia. Semoga hati kita tetap terjaga dan selalu mengingat bahwa tujuan terbesar hidup bukan untuk dikagumi, tetapi untuk beribadah dan mendapatkan ridha Allah. [DW]
Sumber: Ustadzah Halimah Alaydrus



