TELEVISI Iran, Press TV, mengungkap akal-akalan Netanyahu di balik isu pembajakan pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv pada Rabu (30/9). Sebuah sumber Press TV menyebut bahwa rencana itu dibahas dalam kunjungan Netanyahu ke Uni Emirat Arab beberapa hari sebelumnya.
Heboh Pembajakan oleh Co-Pilot
Dunia dihebohkan dengan isu pembajakan pesawat penumpang milik Maskapai Flydubai rute Dubai-Tel Aviv, Rabu (30/9). Pesawat yang ditumpangi sekitar 182 warga Israel itu diberitakan mengalami pembajakan oleh co-pilotnya sendiri.
Setelah berada di udara Arab Saudi, pesawat tersebut tiba-tiba menukik tajam. Hal ini menjadikan para penumpang histeris. Syukurnya, pesawat berhasil dikendalikan oleh pilot dan akhirnya melakukan pendaratan darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Seluruh penumpang selamat.
Diberitakan juga kalau terjadi perkelahian antara pilot dan co-pilotnya sendiri. Hal ini terjadi karena co-pilot ingin mencelakai pesawat.
Belakangan diketahui kalau co-pilot tersebut merupakan warga Oman. Oman merupakan satu-satunya negara di kawasan Selat Hormuz yang masih ‘akrab’ dengan Iran.
Menariknya, hampir seluruh narasi berita ini dikeluarkan langsung oleh media Israel dan Netanyahu sendiri. Netanyahu bahkan diberitakan memberikan penghargaan kepada pilot sebagai pahlawan.
Rencana ketika Netanyahu Berkunjung ke UEA
Press TV mengungkap kalau rencana itu dibahas dalam pertemuan Netanyahu dengan petinggi UEA dan lainnya. Pertemuan itu dilakukan saat Netanyahu berkunjung ke UEA, Ahad (27/9) lalu.
Press TV tidak menyebut siapa sumber ‘bocoran’ rapat rahasia itu. Sumbernya hanya disebut anonim.
Lantas, kalau memang rekayasa pembajakan itu benar, apa tujuannya?
Press TV mengungkap kalau tujuan dari rekayasa pembajakan pesawat itu adalah menjadikan pihak Iran sebagai tertuduh pelaku terorisme pembajakan pesawat.
Ujung-ujungnya, menjadikan Iran sebagai pihak yang pantas untuk diserang untuk kesekian kalinya oleh Israel dan AS. [Mh]



