SETAN tidak akan melewatkan kesempatan terakhirnya pada seorang mukmin. Ia akan berusaha keras agar seseorang mati dalam akhir yang buruk.
Setan tidak akan pernah bosan menyesatkan manusia. Termasuk ketika seseorang berada di masa sakaratul mautnya.
Seorang ulama besar, Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, mengalami masa sakit sebelum sakaratul mautnya. Di usianya yang 77 tahun, ayah dari Shaleh dan Abdullah ini mengalami sakit selama kurang lebih 9 hari.
Beliau mengalami demam, sesak nafas, dan lainnya. Meski begitu, beliau tetap menunjukkan wajah yang tenang, tidak mengeluh, dan berusaha untuk bisa berkomunikasi dengan kedua putranya itu.
Suatu kali, di saat tidak sadarnya, Imam Ahmad mengucapkan beberapa kata: tidak akan! Menjauhlah!
Hal ini menarik perhatian dua putranya itu. Salah seorang putranya menanyakan perihal itu: apa gerangan yang membuat ayah mengucapkan hal itu? Keduanya khawatir kalau itu ucapan wasiat yang harus mereka tunaikan.
Imam Ahmad menjelaskan bahwa setan berdiri di sampingnya sambil menggigit jari-jari. Setan mengatakan, “Ahmad, apakah engkau sudah terkecoh denganku?”
Hal itulah yang membuatnya mengucapkan tidak akan dan menjauhlah.
Di momen itu pula, Imam Ahmad mengeluarkan sejumlah keping uang dari sapu tangannya. Ia berwasiat kepada anaknya agar uang itu disedekahkan atas namanya.
Setelah meminta anaknya membantunya berwudhu untuk yang terakhir kalinya, Imam Ahmad wafat pada Hari Jumat, tanggal 12 Rabiul Awal 241 hijriah. Lebih dari 800 ribu orang hadir untuk menshalatkan dan memakamkan beliau.
Tentang kehadiran setan di saat sakaratul maut seseorang, banyak diriwayatkan oleh para ulama. Di antaranya Imam Al-Qurthubi dan Imam Al-Ghazali rahimahumullah.
Setan bahkan bisa hadir dan berada di sebelah kanan dan kiri tempat pembaringan seseorang. Keduanya bisa menyerupai orang yang paling dicintai seperti ayah dan ibu. Saat itulah setan mengajak hamba Allah itu untuk keluar dari Islam.
Sayyidina Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Dampingilah orang yang sedang sakaratul maut dan bimbinglah dia mengucapkan ‘laa ilaaha illaLlah’, karena saat itu ia bisa melihat sesuatu yang tidak bisa kalian lihat.”
**
Momen terakhir setan menyesatkan hamba Allah itu saat sakaratul mautnya. Karena saat itulah penentuan akhir hidup seseorang: husnul khatimah atau suul khatimah.
Setan tak peduli seberapa soleh orang yang sedang ia sesatkan. Karena itu, selalulah ridha dengan apa yang Allah anugerahkan untuk kita. Jangan kufuri nikmat Allah, sekecil apa pun nikmat itu. Lazimkan ucapan ‘Laa ilaaha illaLlah’ di semua kesibukan kita. [Mh]




