KUKU sering dianggap hanya sebagai pelengkap penampilan. Padahal, bagian kecil di ujung jari ini memiliki fungsi penting, yaitu melindungi ujung jari, membantu kita menggenggam benda, hingga menjadi salah satu indikator kesehatan tubuh. Kuku yang sehat umumnya tampak bersih, kuat, halus, dan berwarna merata.
Sayangnya, kebiasaan sederhana seperti membiarkan kuku terlalu panjang, menggigit kuku, atau memotongnya dengan cara yang salah bisa memicu berbagai masalah, termasuk infeksi dan cantengan. Karena itu, merawat kuku sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas kebersihan sehari-hari.
Baca Juga: Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan
Begini Cara Merawat Kesehatan Kuku yang Benar
1.Potong kuku secara rutin
Salah satu cara paling dasar adalah memotong kuku setiap satu hingga dua minggu sekali, tergantung kecepatan pertumbuhannya. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kuku yang terlalu panjang lebih mudah menjadi tempat menumpuknya kotoran, bakteri, dan kuman yang dapat meningkatkan risiko penyakit.
Waktu terbaik memotong kuku adalah setelah mandi atau setelah kuku direndam sebentar dalam air hangat. Saat itu tekstur kuku lebih lunak sehingga lebih mudah dipotong tanpa mudah retak.
2.Gunting dengan arah yang tepat
Banyak orang memotong kuku mengikuti lengkungan yang terlalu dalam agar terlihat rapi. Padahal, cara tersebut justru dapat meningkatkan risiko kuku tumbuh ke dalam atau cantengan, terutama pada kuku kaki. Kementerian Kesehatan menyarankan memotong kuku secara lurus dan menyisakan sekitar 1–2 milimeter di atas ujung jari.
Setelah dipotong, rapikan tepi kuku menggunakan kikir dengan gerakan satu arah agar permukaannya tetap halus.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3.Jangan memotong kutikula
Kutikula sering dianggap mengganggu penampilan sehingga banyak orang mengguntingnya. Padahal, kutikula berfungsi sebagai pelindung alami yang mencegah bakteri dan jamur masuk ke dasar kuku. Jika dipotong sembarangan, risiko infeksi justru meningkat.
Cukup bersihkan area sekitar kuku dengan lembut tanpa menghilangkan lapisan pelindung tersebut.
4.Jaga kelembapan kuku
Bukan hanya kulit yang membutuhkan pelembap, kuku juga demikian. Menggunakan hand cream atau pelembap setelah mencuci tangan dapat membantu menjaga kuku agar tidak kering dan rapuh. Kebiasaan ini sangat bermanfaat bagi orang yang sering mencuci tangan atau bekerja dengan air dan sabun.
Selain itu, penuhi kebutuhan nutrisi harian melalui makanan bergizi seimbang. Protein, zat besi, vitamin, dan mineral berperan dalam mendukung pertumbuhan kuku yang kuat dan sehat.
5.Hindari kebiasaan yang merusak kuku
Menggigit kuku, mengorek bagian pinggir kuku, atau menggunakan kuku sebagai alat membuka kemasan dapat membuat kuku mudah patah dan melukai jaringan di sekitarnya. Jika gemar memakai kutek, pilih produk yang telah terdaftar di BPOM dan beri jeda agar kuku bisa “bernapas” dari paparan bahan kimia secara terus-menerus.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Kuku yang berubah warna, menebal, terasa nyeri, atau mengeluarkan nanah sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi yang memerlukan pemeriksaan dokter. Dengan perawatan sederhana namun konsisten, kuku tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga tetap sehat dan berfungsi dengan baik.





