MATA adalah salah satu organ yang paling bekerja keras setiap hari. Mulai dari menatap layar komputer, berkendara di tengah polusi, hingga terpapar debu dan asap saat beraktivitas di luar ruangan. Tidak heran jika banyak orang pernah mengalami mata merah, perih, berair, atau terasa seperti ada pasir yang mengganjal.
Keluhan tersebut sering kali merupakan tanda iritasi mata. Meski umumnya bersifat ringan, iritasi tidak boleh dianggap sepele karena penyebabnya beragam. Mengenali pemicunya akan membantu kita memilih cara penanganan yang tepat dan mencegah kondisi menjadi lebih parah.
Baca Juga: Kasus Influenza A Dilaporkan Meningkat dalam Beberapa Pekan Terakhir
Penyebab Iritasi Mata dan Cara Pengobatannya
Apa yang menyebabkan iritasi mata?
Iritasi mata adalah kondisi ketika permukaan mata mengalami gangguan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Gejalanya bisa berupa mata merah, gatal, perih, berair, sensitif terhadap cahaya, hingga penglihatan sedikit buram.
Berikut beberapa penyebab yang paling umum.
1. Debu dan Asap
Paparan debu, asap kendaraan, atau asap rokok dapat mengiritasi lapisan pelindung mata. Akibatnya, mata menjadi merah, terasa panas, dan memproduksi air mata lebih banyak sebagai mekanisme alami untuk membersihkan benda asing.
2. Terlalu Lama Menatap Layar
Paparan debu, asap kendaraan, atau asap rokok dapat mengiritasi lapisan pelindung mata. Akibatnya, mata menjadi merah, terasa panas, dan memproduksi air mata lebih banyak sebagai mekanisme alami untuk membersihkan benda asing.
3. Reaksi Alergi
Kebiasaan bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel berjam-jam membuat frekuensi berkedip berkurang. Kondisi ini memicu mata kering yang ditandai dengan rasa perih, lelah, dan seperti berpasir.
4. Kelilipan Benda Asing
Debu, serbuk sari, bulu hewan, hingga kosmetik tertentu dapat memicu alergi pada mata. Biasanya gejala yang muncul berupa gatal hebat, mata berair, dan kemerahan pada kedua mata sekaligus
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Cara mengobati iritasi mata
Penanganan iritasi bergantung pada penyebabnya. Namun, untuk kasus ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan.
1.Bilas mata dengan air bersih
Jika mata terkena debu atau sabun, segera bilas menggunakan air mengalir atau cairan saline steril. Cara ini membantu mengeluarkan partikel penyebab iritasi tanpa melukai permukaan mata.
2.Gunakan kompres dingin
Kompres dingin selama 10–15 menit dapat membantu mengurangi kemerahan, bengkak, dan rasa gatal, terutama bila iritasi dipicu oleh alergi atau paparan lingkungan.
3.Istirahatkan mata
Terapkan aturan 20-20-20 saat bekerja di depan layar: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan dan kekeringan pada mata.
4.Gunakan tetes mata sesuai kebutuhan
Air mata buatan dapat membantu melembapkan mata yang kering dan mengurangi rasa perih akibat iritasi ringan. Hindari menggunakan obat tetes yang mengandung antibiotik atau steroid tanpa anjuran dokter.
Kapan harus segera ke dokter?
Segera periksakan mata apabila keluhan disertai nyeri hebat, penglihatan menurun, sensitif terhadap cahaya yang berat, keluar cairan kental berwarna kuning atau hijau, atau mata tetap merah lebih dari dua hingga tiga hari meski sudah dirawat di rumah. Gejala tersebut bisa mengarah pada infeksi atau gangguan mata yang memerlukan penanganan medis.
Menjaga kesehatan mata tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Menghindari mengucek mata, menggunakan pelindung saat berada di lingkungan berdebu, serta memberi waktu istirahat bagi mata dapat membantu mengurangi risiko iritasi. Dengan perawatan yang tepat, mata akan tetap nyaman mendukung aktivitas setiap hari. [DW]





