BEBERAPA cara merawat kulit remaja. Masa remaja membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk kondisi kulit.
Perubahan hormon dapat membuat kulit lebih berminyak dan memicu munculnya jerawat. Di sisi lain, media sosial membuat remaja semakin mudah menemukan berbagai tips perawatan kulit.
Rutinitas dengan banyak produk pun kerap terlihat menarik karena menjanjikan kulit yang tampak mulus. Padahal, kondisi kulit setiap orang berbeda. Perawatan yang terlalu banyak justru dapat membuat kulit mengalami masalah baru.
Pengaruh media sosial yang paling mengkhawatirkan adalah gambar-gambar tanpa henti tentang standar kecantikan yang tidak realistis.
Baca juga: Simak Manfaat Lidah Buaya untuk Kulit Usia 50 Tahun Ke Atas
Cara Merawat Kulit Remaja saat Perubahan Hormon Terjadi
Berikut cara merawat kulit remaja:
Mulai dengan rutinitas sederhana
Remaja tidak membutuhkan banyak produk untuk merawat kulit. Tiga hal mendasar yang dibutuhkan adalah pembersih yang lembut, pelembap tanpa pewangi, serta tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi.
Remaja semakin banyak mengadopsi rutinitas ala orang dewasa dengan banyak serum, toner, masker, dan bahan aktif.
Bahan aktif ini kemungkinan besar akan menyebabkan kerusakan lapisan pelindung kulit dan menyebabkan lebih banyak masalah kulit.
Asam salisilat dapat membantu remaja dengan kulit berminyak atau berjerawat karena bekerja menembus pori-pori yang dipenuhi minyak untuk membantu membersihkan penumpukan sebum dan sel kulit mati.
Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan karena pemakaian yang tidak perlu atau berlebihan dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.
Saat mulai mencukur, perhatikan kondisi kulit
Pada remaja laki-laki, perubahan hormon androgen dapat membuat kulit lebih berminyak dan berpotensi mengalami lebih banyak jerawat. Pertumbuhan bulu wajah juga membuat mereka mulai beradaptasi dengan aktivitas bercukur.
Untuk mengurangi risiko iritasi, disarankan bercukur setelah mandi ketika kulit terasa hangat dan siap dicukur. Bulu juga dapat diangkat menggunakan kuas cukur sebelum proses mencukur.
Gunakan pelumas, seperti busa cukur atau sabun mandi, dan selalu cukur searah dengan pertumbuhan rambut.
Sementara itu, jika jerawat yang dialami tergolong parah, berbentuk kistik, atau meninggalkan bekas luka yang terus-menerus dan menyakitkan, disarankan remaja berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter kulit karena kondisi tersebut dapat memerlukan pengobatan dengan resep.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jangan abaikan kebiasaan sehari-hari
Selain produk perawatan kulit, tidur dan pola makan juga dapat berhubungan dengan kondisi kulit. Penelitian tentang pola makan tinggi karbohidrat, seperti nasi putih dan pasta, makanan tinggi gula, serta protein whey dalam minuman protein dengan munculnya jerawat.
Meski demikian, diingatkan bahwa kondisi kulit setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin menemukan bahwa hal lain memicu timbulnya jerawat pada kulit mereka.
Remaja juga dianjurkan untuk tidak memencet atau menusuk jerawat karena dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas luka serta mengubah warna kulit. Plester jerawat hidrokoloid dapat menjadi salah satu pilihan. [Din]


