KASUS influenza A dilaporkan kembali meningkat di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.
Kementerian Kesehatan RI menyebut subtipe influenza A H3N2 subklad K, yang populer disebut “super flu”, telah terdeteksi di 13 provinsi.
Peningkatan pasien juga dilaporkan terjadi di Jawa Timur, seiring dengan meningkatnya aktivitas influenza di zona transmisi Asia Tenggara berdasarkan data Respiratory Viruses Surveillance Bulletin
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga minggu epidemiologi ke-35 tahun 2026. Menanggapi kondisi tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua
Dikutip dari berbagai sumber, Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A, Subsp H.Onk(K), menjelaskan bahwa anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap infeksi influenza.
Baca juga: Lonjakan Kasus Flu jadi Alarm agar Lebih Sigap Jaga Kesehatan
Kasus Influenza A Dilaporkan Meningkat dalam Beberapa Pekan Terakhir
Menurut Dr Hikari, sistem imun anak masih berkembang sehingga tubuh mereka belum cukup kuat untuk segera mengendalikan dampak infeksi virus.
Selain itu, anak cenderung melepaskan virus dalam jumlah lebih banyak dan dalam waktu yang lebih lama.
Kondisi ini membuat mereka berpotensi menjadi sumber penularan di lingkungan keluarga dan sekolah. Kerentanan tersebut membuat orangtua perlu memperhatikan gejala influenza pada anak serta menerapkan langkah pencegahan secara konsisten.
IDAI menyebut sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Dari kelompok tersebut, sekitar 80 persen merupakan anak berusia di bawah 2 tahun.
Sementara itu, sekitar 50 persen di antaranya berusia kurang dari 6 bulan. Anak berusia di bawah 5 tahun juga termasuk kelompok yang memiliki risiko morbiditas tinggi, terutama jika memiliki kondisi kesehatan atau berada dalam lingkungan tertentu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Beberapa kelompok yang perlu mendapat perhatian meliputi anak yang:
Mengikuti penitipan anak.
Memiliki kelainan neurologis atau gangguan tumbuh kembang.
Tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang.
Berada di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi.
Faktor-faktor tersebut perlu menjadi pertimbangan orangtua dalam memantau kesehatan anak ketika mengalami gejala infeksi influenza. Namun, risiko komplikasi setiap anak tetap perlu dinilai berdasarkan usia, kondisi kesehatan, serta tingkat keparahan penyakit. [Din]




