JAKARTA Islamic School (JISc) menggunakan kurikulum internasional kerap menimbulkan pertanyaan: mengapa sekolah memilih Pearson Edexcel dari Inggris, bukan hanya mengandalkan kurikulum nasional?
Pilihan Edexcel lebih tepat dilihat sebagai bagian dari visi JISc untuk menghadirkan jalur pendidikan dengan standar internasional.
Pearson Edexcel International GCSE sendiri dirancang khusus untuk peserta didik internasional. Kualifikasi ini dinyatakan sebanding dengan UK GCSE dan digunakan di lebih dari 80 negara.
Bagi JISc, penggunaan kurikulum internasional bukan sekadar mencantumkan istilah international dalam sistem pendidikan.
Salah satu pertimbangannya adalah bagaimana pembelajaran dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan di luar penguasaan materi akademik.
Baca juga: Bukan Sekadar Tari! Tim Saman JISc Taklukkan Panggung Dunia dan Raih Emas di Korea
Mengapa JISc Tak Puas dengan Kurikulum Nasional? Ini Alasan Memilih Edexcel
Pearson menyebutkan bahwa dalam International GCSE terdapat pengembangan keterampilan seperti problem solving, critical thinking, leadership, dan collaboration.
Kemampuan tersebut semakin penting ketika siswa memasuki pendidikan tinggi dan dunia profesional. Karena itu, pendidikan tidak hanya diarahkan agar siswa mampu memperoleh nilai, tetapi juga mampu menganalisis persoalan, menyampaikan gagasan dan bekerja bersama orang lain.
Salah satu alasan Edexcel menarik bagi sekolah internasional adalah karakter kurikulumnya yang menggabungkan standar akademik Inggris dengan konteks internasional.
Pearson menjelaskan bahwa International GCSE menggunakan konten yang sesuai bagi peserta didik dari berbagai negara, termasuk penggunaan topik internasional dan konteks lokal apabila memungkinkan.
Dengan pendekatan tersebut, siswa tetap dapat belajar dalam konteks dunia yang lebih luas tanpa harus kehilangan relevansi dengan lingkungan tempat mereka berada.
Edexcel International GCSE juga menggunakan sistem penilaian 9–1. Sistem ini memberikan sembilan tingkatan nilai dan memungkinkan diferensiasi capaian akademik siswa secara lebih terperinci.
Bagi sekolah, sistem penilaian yang terstruktur dapat menjadi salah satu instrumen untuk melihat capaian akademik siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Pearson Edexcel International GCSE dirancang untuk mendukung siswa melanjutkan ke International A Level, A Level, universitas maupun dunia kerja. Pearson juga menyatakan bahwa International GCSE diterima oleh universitas secara global.
Bahkan, rangkaian pendidikan Pearson memiliki jalur iProgress yang mencakup iPrimary, iLowerSecondary, International GCSE hingga International Advanced Level.
Bagi JISc yang membawa visi pendidikan internasional, kesinambungan tersebut menjadi salah satu pertimbangan strategis dalam menyiapkan siswa menghadapi pilihan pendidikan yang lebih luas.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pilihan terhadap Edexcel juga diperkuat dengan status JISc sebagai Edexcel Approved Centre.
Dalam sertifikat yang ditampilkan pada laman Pusat Ujian Edexcel JISc, tercantum bahwa Jakarta Islamic School disetujui untuk menawarkan Edexcel Academic Qualifications. Sertifikat tersebut mencantumkan Centre Number 91873.
Status ini menjadi bagian penting karena JISc tidak hanya menggunakan pendekatan pendidikan internasional dalam proses pembelajaran, tetapi juga tercatat sebagai pusat yang memperoleh persetujuan untuk menawarkan kualifikasi akademik Edexcel.
Bagi JISc, Edexcel menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat orientasi pendidikan internasional, terutama melalui standar akademik yang terukur, pengembangan keterampilan berpikir dan kesiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang global.
Dengan demikian, memilih Edexcel bukan sekadar meninggalkan satu kurikulum untuk menggantikannya dengan kurikulum lain, melainkan bagian dari strategi JISc membangun pendidikan yang menggabungkan nilai keislaman, kemampuan akademik dan perspektif internasional. [Din]



