SETIAP pagi kita bangun, menarik napas dengan lega, melangkah menuju aktivitas, bekerja, belajar, hingga beribadah. Semua itu terasa begitu biasa sehingga sering luput dari rasa syukur. Padahal, di balik rutinitas yang kita jalani, ada satu nikmat besar yang menjadi penopang semuanya: kesehatan.
Rasulullah telah mengingatkan umatnya melalui sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari:
“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.”
Hadis ini menjadi renungan mendalam bahwa manusia kerap menyadari nilai kesehatan justru setelah kehilangan atau ketika tubuh mulai melemah. Saat badan masih kuat, kita sering menunda olahraga, mengabaikan pola makan, begadang tanpa alasan penting, bahkan menganggap istirahat sebagai sesuatu yang tidak diperlukan. Padahal tubuh adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Baca Juga: Peran Penting Stasiun Cipendeuy di Jalur Selatan Pulau Jawa
Sehat Adalah Nikmat yang Sering Terlupakan
Kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit. Sehat adalah kemampuan untuk menunaikan salat dengan khusyuk, mencari nafkah dengan tenaga yang halal, memeluk keluarga, membaca Al-Qur’an, dan melakukan berbagai kebaikan. Betapa banyak orang yang memiliki keinginan besar beribadah, tetapi terhalang karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Di situlah kita belajar bahwa setiap langkah yang hari ini terasa ringan adalah karunia Allah.
Begitu pula dengan waktu luang. Di era digital, waktu sering habis untuk menggulir layar tanpa tujuan. Tanpa disadari, berjam-jam berlalu hanya untuk hal yang tidak memberi manfaat. Rasulullah mengingatkan bahwa waktu adalah nikmat yang mudah mengecoh manusia. Kesempatan yang ada hari ini belum tentu hadir esok hari.
Rasa syukur yang sejati bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi diwujudkan dalam cara menjaga nikmat tersebut. Menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal sederhana: memilih makanan yang baik, tidur yang cukup, bergerak setiap hari, mengelola stres, dan memperbanyak dzikir agar hati tetap tenang. Semua itu merupakan bentuk ikhtiar yang sejalan dengan ajaran Islam tentang menjaga diri.
Di sisi lain, jangan jadikan kesehatan sebagai alasan merasa lebih baik daripada orang lain. Sebaliknya, jadikan tubuh yang sehat sebagai sarana memperbanyak amal. Semakin kuat fisik kita, semakin besar peluang untuk membantu sesama, menghadiri majelis ilmu, bersedekah dengan tenaga, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka jangan tunggu kehilangan untuk menyadari sebuah nikmat. Selama mata masih mampu melihat, kaki masih mampu melangkah, dan dada masih dipenuhi napas yang Allah titipkan, manfaatkan semuanya untuk mendekat kepada-Nya. Sebab sehat bukan hanya anugerah, melainkan kesempatan berharga untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi. [DW]
Sumber: dr. Zaidul Akbar





