BUNGA mawar memang cantik tetapi bukan berarti bisa dirawat sembarangan. Tanaman yang satu ini membutuhkan perhatian sejak pemilihan tempat hingga cara menyiram dan memangkasnya. Bagi yang baru ingin menanam mawar di rumah, memahami kebutuhan dasarnya akan jauh lebih baik daripada sekadar mengikuti kebiasaan berkebun yang belum tentu sesuai.
Mawar pada dasarnya menyukai sinar matahari, tanah yang memiliki drainase baik, serta sirkulasi udara yang cukup. Jika salah menempatkannya, tanaman bisa tumbuh kurang subur, jarang berbunga, atau lebih mudah terserang penyakit. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum mulai merawatnya.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Halal di China yang Wajib Masuk Daftar Liburan
Rahasia Merawat Mawar Agar Rajin Berbunga dan Tetap Sehat
Perhatikan kebutuhan sinar matahari
Jangan meletakkan pot mawar di sudut rumah yang minim cahaya. Sebagian besar mawar membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari langsung setiap hari. Paparan sinar matahari pagi juga cukup baik karena membantu mengeringkan permukaan daun sehingga kelembapan berlebih yang dapat memicu penyakit bisa berkurang.
Jika tanaman diletakkan di tempat yang terlalu teduh, pertumbuhannya dapat menjadi kurang optimal dan jumlah bunganya berkurang.
Jangan abaikan kondisi tanah
Mawar membutuhkan tanah yang subur sekaligus memiliki drainase baik. Tanah yang terus-menerus tergenang dapat membuat akar kekurangan oksigen dan meningkatkan risiko gangguan pada akar. Karena itu, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup dan air tidak menggenang setelah penyiraman.
Untuk tanaman dalam pot, gunakan media yang mampu menahan kelembapan secukupnya tetapi tetap mengalirkan kelebihan air.
Kenali kebutuhan air
Menyiram mawar bukan berarti harus dilakukan sebanyak mungkin. Tanah sebaiknya tetap lembap secara merata tanpa menjadi becek. Jumlah air yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung cuaca, jenis tanah, ukuran pot, dan lokasi tanaman.
Sebaiknya air diarahkan ke permukaan tanah di sekitar pangkal tanaman, bukan terus-menerus membasahi daun. Jika penyiraman dilakukan dari atas, waktu pagi lebih baik agar daun memiliki kesempatan mengering sebelum malam.
Pastikan sirkulasi udara cukup
Jangan menempatkan beberapa tanaman mawar terlalu berdempetan. Ruang yang cukup membuat udara dapat bergerak di antara daun dan batang. Sirkulasi yang baik juga membantu mengurangi kondisi lembap yang dapat mendukung perkembangan sejumlah penyakit jamur.
Jangan terburu-buru memberikan pupuk
Mawar memang membutuhkan nutrisi, tetapi pupuk bukan solusi untuk semua masalah. Pemberian pupuk secara berlebihan justru dapat menghasilkan pertumbuhan daun yang terlalu subur sementara bunga sedikit. University of Maryland Extension menyarankan pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan hasil pemeriksaan tanah jika diperlukan.
Jadi, jangan langsung menambahkan banyak pupuk hanya karena tanaman terlihat kurang berbunga. Periksa lebih dulu kondisi cahaya, air, tanah, dan kesehatan tanaman.
Perhatikan daun dan batang setiap hari
Mawar dapat mengalami serangan kutu daun, tungau, serta penyakit seperti bercak hitam dan embun tepung. Pemeriksaan sederhana secara rutin akan membantu menemukan masalah sejak awal. Perhatikan apakah ada daun menguning, bercak hitam, lubang, lapisan putih, atau serangga kecil pada pucuk dan bagian bawah daun.
Semakin cepat masalah diketahui, semakin mudah pula penanganannya. Tidak semua kerusakan tanaman harus langsung menggunakan pestisida. Identifikasi penyebabnya terlebih dahulu dan gunakan pengendalian kimia sebagai pilihan terakhir jika memang diperlukan.
Jangan asal memangkas
Pemangkasan dilakukan bukan hanya untuk membuat tanaman terlihat rapi. Cabang yang mati, sakit, lemah, atau saling bersilangan dapat dibuang agar pertumbuhan tanaman lebih sehat dan sirkulasi udara menjadi lebih baik. Pada mawar yang berbunga berulang, bunga yang sudah layu juga dapat dipangkas untuk membantu merangsang pembungaan berikutnya.
Merawat mawar sebenarnya tidak harus rumit. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan tanaman dan konsisten merawatnya. Berikan cahaya yang cukup, gunakan media dengan drainase baik, atur penyiraman, jaga sirkulasi udara, serta rutin memeriksa tanda-tanda hama dan penyakit. [DW]





