SHALAT sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, baik dikerjakan sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba’diyah) shalat wajib. Disebut rawatib karena ibadah ini dilakukan secara rutin dan memiliki keterkaitan langsung dengan lima waktu shalat fardhu. Rasulullah sendiri sangat menjaga pelaksanaannya sebagai bentuk kedekatan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Ketahui Jenis Kopi yang Aman bagi Kesehatan Ginjal
Keutamaan dan Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib
Apa Saja Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Keutamaan yang paling masyhur adalah janji Allah berupa sebuah rumah di surga. Rasulullah bersabda bahwa siapa saja yang mengerjakan dua belas rakaat shalat sunnah dalam sehari semalam, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga. Hadis sahih riwayat Muslim ini menjadi motivasi besar bagi setiap muslim untuk istiqamah menjaga rawatib.
Selain itu, shalat rawatib juga berfungsi menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib. Tidak ada manusia yang selalu khusyuk dan sempurna dalam setiap rakaat shalatnya. Karena itulah, pada hari kiamat Allah memerintahkan agar kekurangan shalat fardhu dilengkapi dengan amalan shalat sunnah yang dimiliki seorang hamba. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada orang-orang yang gemar beribadah.
Keutamaan lain terdapat pada dua rakaat sebelum Subuh. Rasulullah menyebut bahwa dua rakaat tersebut lebih baik daripada dunia beserta seluruh isinya. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya qabliyah Subuh dibandingkan berbagai kenikmatan dunia yang sementara.
Jumlah Rakaat yang Dianjurkan
Shalat rawatib muakkadah yang sangat dianjurkan berjumlah 12 rakaat, yaitu:
- 2 rakaat sebelum Subuh
- 4 rakaat sebelum Zuhur
- 2 rakaat sesudah Zuhur
- 2 rakaat sesudah Maghrib
- 2 rakaat sesudah Isya
Rasulullah hampir tidak pernah meninggalkan amalan ini ketika bermukim, sehingga para ulama menganjurkan umat Islam untuk menjadikannya sebagai kebiasaan harian.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib
Pelaksanaan rawatib pada dasarnya sama seperti shalat sunnah lainnya. Setiap dua rakaat dilakukan dengan satu salam.
Berikut urutannya:
- Berniat dalam hati sesuai jenis shalatnya, misalnya qabliyah Zuhur atau ba’diyah Maghrib.
- Takbiratul ihram sambil menghadap kiblat.
- Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca surah pendek.
- Menyempurnakan ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu berdiri untuk rakaat kedua.
- Setelah tasyahud akhir, mengucapkan salam.
Shalat ini lebih utama dikerjakan dengan tenang, penuh tuma’ninah, dan tidak tergesa-gesa. Untuk shalat ba’diyah, disunnahkan mengerjakannya setelah selesai berdzikir secukupnya atau sebelum beranjak dari tempat shalat. [DW]





