SMA Jakarta Islamic School (JISc) berikan pesan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi masa depan.
“Your biggest competition isn’t advanced technology, it’s the version of yourself that stops learning,” menjadi pesan utama yang dibagikan SMA JISc.
Kalimat tersebut mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan semata-mata hadir dari kemajuan teknologi, melainkan dari diri sendiri ketika berhenti belajar dan berkembang.
Pesan ini sejalan dengan pendekatan pendidikan yang dikembangkan Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc) sebagai sekolah yang mengintegrasikan pendidikan akademik, keterampilan abad ke-21, serta nilai-nilai Islam.
Baca juga: Belajar Sudut Jadi Lebih Menyenangkan, Siswa Primary JISc Kodam Berkreasi dengan Kertas Warna
SMA JISc Dorong Siswa Terus Belajar dan Berkembang di Era Teknologi
Lihat postingan ini di Instagram
JISc menggunakan Edexcel Curriculum dari Inggris dan merupakan Official Edexcel Exam Centre. Sekolah juga mencantumkan capaian nilai tertinggi di Indonesia untuk Edexcel International GCSE English sebagai salah satu keunggulannya.
Dalam proses pembelajaran, siswa didorong mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan berbahasa Inggris secara aktif, serta berbagai keterampilan abad ke-21 melalui 21 aktivitas.
Konsep kelas berukuran kecil dengan maksimal 16 siswa per kelas juga menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang ditawarkan.
Selain pendidikan akademik, JISc menekankan penguatan nilai-nilai Islam melalui program Al-Qur’an. Lingkungan belajar yang mengusung konsep “A School Like Home” juga diarahkan untuk menciptakan suasana pendidikan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kesempatan belajar di luar lingkungan sekolah turut menjadi bagian dari program JISc. Untuk jenjang Secondary, sekolah mencantumkan berbagai program cross-cultural dan immersion ke sejumlah negara, antara lain Australia, Selandia Baru, Belanda, Korea, Prancis, Turkiye, serta program ke Madinah dan Umroh. Sementara untuk Primary, tersedia program immersion ke Malaysia dan Singapura.
JISc juga menyebut para lulusannya melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia maupun universitas di luar negeri.
Di Indonesia, sejumlah kampus yang disebut antara lain UI, ITB, UGM, ITS, UNIBRAW, dan IPB. Untuk studi luar negeri, alumni disebut melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Turkiye, Australia, Malaysia, China, Jepang, hingga Belanda.
Melalui pesan tentang pentingnya untuk tidak berhenti belajar, SMA JISc kembali menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tentang membangun kemampuan diri agar mampu terus beradaptasi, berpikir, dan berkembang menghadapi tantangan masa depan. [Din]





